
"Yulia pulang", ucap Yulia sambil menghampiri mamanya yang sedang menonton televisi.
"Udah pulang sayang", ucap mama lembut.
"Iya ma, aku masuk kamar dulu ya ma", ucapnya lalu mencium pipi mamanya dan berpaling masuk ke kamar-nya.
Ia membaringkan diri di tempat tidur-nya, sambil memejamkan matanya dan berkata "hari yang melelahkan".
Saat ia hampir tertidur terdengar dering panggilan masuk dari Hp-nya, Yulia segera mengambil Hp-nya dari dalam tas. Ia terkejut melihat nama yang tertera di layar hp itu, yang bertuliskan nama Reno. Lama ia terdiam, lalu mengangkat telepon itu.
"Selamat siang", sapa Yulia.
"Lama banget sih ngangkat telpon gue !", bentak seseorang diseberang telepon itu.
"Ih.. apa-an sih loe gk ada ngucapin salam langsung marah - marah nggak jelas", ucap Yulia kesal.
"Ya maaf.. habisnya loe lama banget sih ngangkat telpon gue, bikin kawatir aja", balas Reno dengan nada lembut.
Yulia yang mendengar ucapan Reno itu terdiam dan tersenyum tanpa disadarinya.
"Lah sekarang malah diam", ucap Reno lagi.
"Eh maaf... Apa tadi loe bilang ?", tanya Yulia saat tersadar dari lamunannya.
"Itu ayam tetangga masuk rumah loe", jawab Reno sambil tertawa.
__ADS_1
"Apa-an sih loe bercanda terus", balas Yulia kesal.
"Habisnya loe diajakin ngobrol malah diam. Lagi mikirin apa sih? curiga lagi mikirin kegantengan gue", ucap Reno menggoda.
"Kege'er-an banget sih loe", balasnya malu.
karena terlalu asik mengobrol mereka tak sadar kalau sudah satu jam mereka telepon-an.
tok.. tok.. tok..
mama mengetuk pintu kamar Yulia sambil berkata "Sayang makan dulu!", panggil mamah dari balik pintu.
"Iya ma..", jawab Yulia.
"Pipi kamu merah gitu, kamu demam sayang?", tanya mama khawatir saat melihat pipi anaknya yang memerah.
"Nggak kok ma", jawab Yulia sambil menarik kursi meja makan.
"Terus kenapa? Cerita dong sama mama!", ucap mama penasaran.
"Nggak kenapa - kenapa kok ma", jawab Yulia meyakinkan.
"Apa lagi suka sama seseorang ya?", ledek mama.
"Ih.. apa-an sih ma", ucap Yulia malu.
__ADS_1
"Yaudah yuk makan!", ajak mama dan di balas anggukan oleh Yulia.
Lalu mereka makan bersama dengan tenang. Disela - sela makan-nya Yulia memikirkan ucapan mamanya tadi. 'masa iya gue suka sama Reno', ucapnya dalam hati.
Sejujurnya ia bingung dengan perasaannya sendiri karena ia merasa nyaman dan bahagia jika ada disamping Reno. Tapi ia sadar kalau dirinya sudah mempunyai kekasih dan ia tak boleh menaruh rasa kepada Reno yang tak pasti menyukai-nya juga.
Yulia segera menyelesaikan makannya dan beranjak pergi menuju halaman depan. Ia merasa butuh menenangkan pikirannya. Ia melamun memandang kearah bunga yang mekar, hingga tak sadar ada yang menghampirinya.
"Kenapa melamun? Ada masalah?", tanya seseorang itu.
Yulia terkejut mendengar suara itu dan memandang kearah sumber suara tersebut. Nampak seorang lelaki yang sangat ia kenal, lelaki itu adalah Dimas kekasihnya.
"Sejak kapan kamu disini?", tanya Yulia pada Dimas.
"Baru saja aku sampai", jawab Dimas santai.
Yulia mempersilahkan Dimas duduk dan ia pergi membuatkan minuman untuk kekasihnya itu.
5 menit kemudian Yulia datang sambil membawa nampan berisikan 2 cangkir teh dan setoples kue kering. Yulia meletakkan nampan itu dimeja dan duduk disamping Dimas.
"Ada apa loe kemari?", tanya Yulia.
"Nggak ada apa - apa, kan gue memang sering kemari", jawab Dimas.
Suasananya terasa canggung, sudah lama mereka tak bersantai bersama seperti itu karena Dimas yang terlalu sibuk bekerja.
__ADS_1