
Reno betul-betul menghilang dari kehidupan Yulia. Walaupun berat baginya untuk tak bertemu dan menghubungi Yulia, ia harus melakukan itu demi kebahagiaan kekasihnya itu.
Berkali-kali hp-nya berdering tapi, ia tetap tak mengangkatnya. Walaupun sebenarnya ia ingin sekali mengangkat telepon itu, karena ia benar-benar merindukan Yulia.
Di sisi lain Yulia mulai merasa khawatir karena Reno tak juga menjawab telepon darinya. Jadi, ia memutuskan untuk pergi ke rumah Reno untuk mengecek keadaannya.
***
Setengah jam kemudian Yulia sampai di depan rumah Reno. Rumah itu nampak sepi seperti tak ada orang. Yulia mencoba mengetuk pintu rumah itu. Tapi, tak ada jawaban dari dalam rumah itu.
Lalu Yulia mencoba menghubungi Reno lagi tapi, sekarang nomornya sedang tidak aktif. Yulia semakin khawatir dan mencoba mencari ditempat lain. Dia pergi meninggalkan rumah itu dengan wajah sedih, ia bingung harus mencari Reno kemana lagi.
Dari dalam rumah Reno memperhatikan Yulia yang sedang kebingungan mencarinya. Ia ingin sekali membukakan pintu untuk Yulia dan mengatakan alasannya harus pergi menjauh darinya. Tapi, ia tak tega kalau harus melihat Yulia menangis di hadapannya. Sejujurnya ia merasa bersalah karena sudah membuat Yulia sedih dan khawatir.
"Maafin gue, Lia! Untuk sementara waktu kita harus berjauhan dulu, gue pengen lihat seserius apa Dimas sama loe. Dan gue pengen lihat loe bahagia walaupun enggak sama gue", ucap Reno pelan.
***
Yulia pulang kerumahnya dengan wajah yang sangat sedih. Ia sudah mencari Reno kemana-mana tetapi, tetap tak menemukannya.
Yulia masuk ke kamarnya, ia berniat untuk membersihkan diri lalu beristirahat. Saat ia akan masuk ke kamar mandi, hp-nya berdering. Ia mengambil hp-nya dan melihat siapa yang meneleponnya. Yulia tersenyum saat mengetahui bahwa yang meneleponnya adalah Reno. Ia segera mengangkat telepon itu,
"Loe kemana aja sih, ren? Gue nyariin loe kemana-mana, gue khawatir sama loe", ucap Yulia membuka percakapan mereka.
"Lia maaf! Gue harus pergi. Semoga loe bisa bahagia dengan Dimas", ucap Reno lalu mematikan teleponnya.
Mengetahui telponnya terputus, Yulia mencoba menghubungi Reno lagi. Tetapi nomornya sudah tidak aktif lagi.
Yulia terduduk lemas ditempat tidurnya mengingat ucapan Reno barusan. Ia merasa bingung, mengapa Reno tiba-tiba meninggalkannya. Kesalahan apa yang ia buat sampai Reno marah padanya.
Yulia menangis di kamarnya, saat ini perasaannya sangat rapuh seperti ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya.
Biasanya disaat dia sedang sedih seperti ini Reno selalu ada untuk menyemangatinya. Tapi saat ini, Reno lah yang membuatnya sedih.
Rasanya ia ingin memutar waktu kembali dan tak ingin bertemu dengan Reno jika akhirnya harus ditinggalkan seperti ini.
Tok.. tok.. tok..
Mendengar ketukan pintu itu, Yulia segera menghapus air matanya. Ia tak ingin mamanya tau jika ia menangis. Ia membukakan pintu untuk mamanya.
"Ada apa, ma?", tanyanya dengan suara serak.
"Kamu habis nangis sayang?", tanya mama, mendengar suara serak anaknya.
__ADS_1
"Ah enggak, ma. Itu tadi Lia habis minum es jadi agak serak", jelas Yulia berbohong.
"Yang bener?", tanya mama lagi.
"Iya, ma", jawab Yulia meyakinkan.
"Reno ninggalin kamu ya?", tanya mama tiba-tiba.
"Kok mama tau?", tanya Yulia.
"Tau dong, apa sih yang mama enggak tau. Yang sabar ya sayang! Kalau kalian memang berjodoh pasti dia bakal kembali lagi sama kamu", ucap mama menenangkan anaknya.
Mendengar ucapan mama itu Yulia hanya mengangguk dan memeluk erat mamanya. Ia merasa beruntung memiliki mama yang selalu mengerti dirinya dan selalu memberinya semangat.
***
Pagi ini langit nampak mendung, seakan-akan ikut merasakan kesedihan yang Yulia rasakan. Yulia duduk di teras rumahnya, sambil memandangi indahnya bunga-bunga yang bermekaran.
Yulia sedang mencoba untuk menenangkan pikiran, tapi tetap saja kenangannya bersama Reno masih melintas dipikirannya.
Saat Yulia sedang melamun, tiba-tiba Dimas datang dihadapannya sambil menyodorkan sebatang coklat.
"Kenapa loe kesini?", tanya Yulia ketus.
"Gue kangen sama loe dan gue mau buktiin kalau gue beneran akan berubah demi loe", jawab Dimas.
Dimas duduk disebelah Yulia dan meletakkan coklat yang ia bawa di atas meja.
"Loe kenapa sih? Loe masih mikirin Reno?", tanya Dimas.
Mendengar pertanyaan Dimas itu, Yulia hanya diam. Ia sedang tidak ingin berdebat dengan Dimas.
"Gue cuma ingin memperbaiki hubungan kita, apa gue salah? Tolong kasih gue waktu untuk memperbaiki kesalahan gue ke elo!", ucap Dimas lagi.
"Sekarang gue udah kasih loe waktu, cobalah untuk menggerakkan hati gue lagi untuk mencintai loe", ucap Yulia tanpa melihat Dimas.
"Makasih", ucap Dimas sambil tersenyum senang.
***
Hari berganti hari tak terasa sudah 3 bulan Reno menghilang dari kehidupan Yulia. Dan hubungan Yulia dengan Dimas tak juga membaik. Bukannya semakin dekat, Dimas malah semakin tak punya waktu untuknya. Bahkan Dimas hanya menghubunginya 2 kali selama 3 bulan ini dan ia tidak pernah datang kerumah Yulia. Tapi, Yulia sudah tak terlalu memikirkan itu karena ia benar-benar sudah tak mencintai Dimas lagi.
Hari ini Yulia berjalan-jalan ke sebuah pasar tradisional bersama Irma. Mereka berkeliling melihat pernak-pernik dan jajanan yang di jual disana. Mereka membeli salah satu jajanan di sana. Saat mereka sedang menunggu pesanan mereka, tiba-tiba Yulia berlari meninggalkan Irma. Irma yang melihat sahabatnya berlari, ia segera membayar jajanan mereka karena kebetulan pesanan mereka sudah siap. Lalu ia ikut berlari mengejar Yulia.
__ADS_1
"Hey loe mau kemana sih, Lia?", teriak Irma sambil mengejar Yulia.
Yulia tak menghiraukan teriakan Irma, ia terus berlari mengejar sosok lelaki yang mirip Reno. Tak lama kemudian Yulia berada tepat di belakang Reno, ia menepuk pundak Reno membuatnya menoleh. Reno terkejut saat melihat Yulia ada di hadapannya.
"Lia", ucap Reno.
"Iya ini gue! Kenapa sih loe hilang gitu aja? Gue salah apa sih sama loe? Kalau loe udah enggak sayang lagi sama gue, loe bilang baik-baik sama gue. Jangan langsung hilang begitu aja", ucap Yulia sambil menahan tangis antara marah dan bahagia.
"Bukan gitu, Lia. Gue cuma..", ucapan Reno terputus karena mendengar teriakan Irma.
"Astaga, Lia. Loe lari-lari cuma buat nyamperin nih orang? Gue kira kenapa?", ucap Irma sambil terengah-engah dan belum mengerti situasinya.
"Gue sayang loe, ren. Jangan ngilang lagi ya! Hidup gue terasa hampa tanpa loe", ucap Yulia sambil memeluk Reno tanpa memperdulikan ucapan Irma. Ia tak peduli dengan pandangan orang, yang ia tau saat ini ia benar-benar merindukan Reno.
"Eh.. tunggu-tunggu ada apa sih ini sebenarnya? Apa gue ketinggalan gosip?", tanya Irma bingung melihat pemandangan di depannya.
Mendengar ucapan Irma itu, Yulia melepaskan pelukannya dari Reno.
"Maaf", ucap Yulia pada Reno.
Reno hanya tersenyum, lalu ia mengajak Irma dan Yulia ke taman di dekat sana. Reno ingin menjelaskan semuanya pada Yulia agar tidak ada kesalah pahaman dan ia ingin melepaskan rindu yang sudah lama ia pendam.
***
Mereka sampai di taman dan duduk di salah satu gazebo disana. Reno membuka pembicaraan, ia menjelaskan semuanya pada Yulia. Mendengar penjelasan Reno itu Yulia mengerti dan memaafkan Reno karena telah membuatnya sedih.
Disisi lain Irma masih bingung ada hubungan apa antara Reno dan sahabatnya.
"Sudah selesai urusan kalian?", tanya Irma.
"Sudah", jawab Yulia dan Reno bersamaan.
"Kompak banget jawabnya! Sekarang gue boleh tanya sama kalian?", ucap Irma lagi.
"Tanya apa?", tanya Reno.
"Ada hubungan apa diantara kalian?", tanya Irma penasaran.
"Menurut loe?", ucap Reno pada Irma.
"Is.. ditanya malah balik nanya!", ucap Irma kesal.
"Kita pacaran", ucap Reno terus terang.
__ADS_1
Mendengar ucapan Reno itu Irma menoleh ke arah sahabatnya, ia ingin meminta kejelasan dari sahabatnya itu. Yulia yang menyadari arti tatapan itu segera menjelaskan semuanya pada Irma.
Irma yang mendengar penjelasan Yulia itu pergi meninggalkan mereka berdua. Irma marah karena sahabatnya itu baru cerita sekarang. Padahal mereka sahabatan sudah sangat lama dan tak ada yang dirahasiakan diantara mereka.