
Yulia mengejar Irma dan meminta maaf padanya. Yulia tak ingin persahabatan mereka hancur karena hal ini. Irma yang tak tega melihat wajah sedih Yulia, langsung memeluknya dan meminta maaf.
"Maaf seharusnya gue enggak marah sama kalian", ucap Irma.
"Maafin gue juga ya!", ucap Yulia.
Akhirnya mereka saling memaafkan dan memahami.
***
Sudah seminggu setelah Reno kembali dalam kehidupan Yulia.
Yulia merasa sangat bahagia dan hari-harinya kini kembali berwarna karena kehadiran Reno. Ia benar-benar sudah melupakan Dimas.
Hari ini Reno, Yulia, dan Irma pergi ke salah satu mall di daerah mereka. Mereka ingin bersenang-senang dan melupakan kesedihan di hari yang lalu. Disaat mereka sedang asik berjalan-jalan, Yulia tak sengaja melihat Dimas yang sedang berbelanja dengan wanita lain. Melihat itu Yulia segera mengambil hp-nya dan memotonya agar bisa ia jadikan alasan untuk putus dari Dimas. Setelah selesai mereka pergi ke tempat bermain. Reno pergi ke kasir untuk mengisi saldo dikartunya dan mereka bermain dengan sangat asik. Tak terasa hari sudah mulai malam dan mereka memutuskan untuk segera pulang.
Mereka pulang dengan menggunakan taksi. Diperjalanan Reno menggenggam erat tangan Yulia seakan takut kehilangannya.
"Lia!", panggil Reno.
"Iya, kenapa?", jawab Yulia.
"Enggak jadi deh", ucap Reno lagi.
"Kebiasaan deh", ucap Yulia sambil cemberut.
Melihat ekspresi itu, Reno tertawa dan mencubit hidung Yulia membuatnya semakin marah. Reno yang menyadari kekasihnya itu marah segera meminta maaf.
Irma yang melihat kemesraan dua orang itu pun menggelengkan kepala dan tersenyum. Ia berharap dua sahabatnya itu bisa bersama hingga kejenjang yang lebih serius.
__ADS_1
***
Yulia sampai di rumahnya, ia segera membersihkan diri lalu beristirahat. Ia mengambil hp dari dalam tasnya, ia melihat foto-foto kebersamaan mereka. Yulia tersenyum bahagia karena Reno kembali padanya dan memberikan kebahagiaan ini.
Saat Yulia sedang melihat-lihat foto di hp-nya, Dimas menelponnya. Yulia menghela nafas lalu mengangkat telpon itu. Saat ia mengangkat telepon itu, terdengar suara seorang wanita dari ujung telepon itu.
"Lia ya?", tanya wanita itu.
"Iya, maaf ini siapa?", tanya Yulia.
"Gue ce..", ucapan wanita itu terputus. Dan terdengar suara bentakan Dimas pada wanita itu lalu teleponnya terputus.
Entah mengapa hatinya kini tak merasakan apa-apa saat mengetahui Dimas selingkuh, mungkin karena dia juga berselingkuh dengan Reno.
Setelah panggilan itu Dimas tak ada menghubunginya lagi dan begitu pun dirinya, ia juga tak mencoba menghubungi Dimas lagi.
***
"Lia, 15 menit lagi aku sampai di rumahmu. Aku mau mengajakmu pergi jalan-jalan, jadi kamu siap-siap ya! Aku sayang kamu Lia, jaga dirimu baik-baik dan tetap tersenyum", ucap Reno.
"Tapi ren", ucap Yulia terputus karena Reno sudah menutup telponnya.
Setelah menerima telpon dari Reno, Yulia segera bangun dan bersiap-siap.
Setelah siap Yulia menunggu Reno di depan rumahnya, tapi sudah satu jam menunggu Reno tak kunjung datang. Yulia mencoba menghubungi Reno tapi, nomornya tidak aktif. Yulia mulai merasa gelisah, perasaannya tak enak. Ia takut terjadi hal buruk pada kekasihnya itu, tapi ia mencoba berfikir positif dan kembali menunggu. Namun, hingga malam tiba Reno tak kunjung datang dan Yulia memutuskan untuk tidur.
Disisi lain, di sebuah jalan raya sebuah taksi yang di tumpangi Reno melintas secara berlahan namun, dari arah kiri tiba-tiba ada truk yang melaju dan menabrak mobil mereka. Orang-orang yang melihat kecelakaan itu segera menolong Reno dan supir taksi itu, lalu membawa mereka kerumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit mereka di bawa ke UGD. Setelah di periksa keadaan supir taksi itu baik-baik saja hanya luka ringan karena dia ada di sisi kanan, sedangkan Reno mengalami pendarahan dikepala akibat benturan keras karena dia duduk disamping supir.
__ADS_1
Pihak rumah sakit segera menghubungi keluarga Reno, karena keadaannya kritis. Tak lama kemudian mama dan Dinda kekasih Reno datang, lalu mereka menunggu dokter yang menangani Reno.
Dokter keluar dari ruang ICU dan berkata bahwa Reno telah tiada. Mendengar itu mama dan Dinda kekasih Reno menangis lalu, mereka berpelukan saling menenangkan diri.
***
Di rumah, Yulia masih memikirkan Reno karena sampai saat ini nomornya tak bisa dihubungi. Yulia mulai semakin khawatir dan gelisah lalu, ia mengajak Irma untuk pergi kerumah Reno.
Sesampainya dirumah Reno, Irma dan Yulia terkejut dan bertanya-tanya dalam hati saat melihat ada bendera kuning disana. Melihat itu perasaan Yulia semakin takut, tapi ia mencoba untuk tetap berfikir positif.
Saat Yulia dan Irma masuk ke dalam rumah itu mereka melihat mama Reno dan Dinda sedang menangis disamping jenazah seseorang.
Yulia mencoba membuka kain yang menutupi wajah jenazah itu, begitu ia membukanya terlihat wajah seseorang yang sangat ia sayangi. Yulia menangis melihat Reno yang terbaring disana, ia tak menyangka Reno pergi secepat ini disaat ia mulai merasakan kebahagiaan.
Yulia memeluk jenazah Reno seakan tak ingin berpisah dengannya. Dinda yang melihat Yulia memeluk jenazah kekasihnya itu bertanya-tanya dalam hati.
Yulia melepas pelukannya dari Reno dan hendak berdiri karena ia tak kuat menahan sedih di dadanya. Tapi, tiba-tiba kakinya terasa lemas dan akhirnya ia jatuh pingsan.
Para pelayat yang melihat ada yang pingsan segera membawanya ke sofa. Irma mencoba membangunkan sahabatnya itu dengan minyak kayu putih. Tak lama Yulia bangun dan memeluk Irma sambil menangis.
"Ma, ini mimpikan? Reno masih ada kan?", ucapnya sedih.
"Ini bukan mimpi, Lia. Loe harus kuat dan bisa menerima ini", ucap Irma menenangkan sahabatnya itu.
Mendengar ucapan sahabatnya itu Yulia semakin menangis, ia seakan tak rela melepas kepergian Reno.
Irma dan Yulia mengantarkan Reno ketempat peristirahatan terakhirnya. Yulia yang menyaksikan itu semakin menangis, hatinya benar-benar rapuh saat itu. Ia berkata dalam hati, kenapa mereka harus dipersatukan lagi setelah berpisah jika pada akhirnya harus dipisahkan lagi secepat ini dengan kematian.
**TAMAT**
__ADS_1