AKHIR CERITA CINTA SEGITIGA

AKHIR CERITA CINTA SEGITIGA
EPISODE 05


__ADS_3

Hubungan Yulia dan Reno semakin dekat, hingga tanpa mereka sadari tumbuhlah benih-benih cinta diantara mereka.


Reno yang selalu ada dan selalu membuat Yulia bahagia. Membuat Yulia tanpa sadar jatuh cinta kepada Reno. Begitu pun dengan Reno, ia juga mulai jatuh cinta kepada Yulia tapi ia takut cintanya itu bertepuk sebelah tangan. Karena Reno tau Yulia sudah memiliki kekasih begitu pun dengannya, ia juga memiliki kekasih.


***


Reno dan Yulia duduk di bangku taman, menikmati suasana sore hari. Mereka hanya saling diam sambil memandangi sekeliling taman itu.


"Yul..", panggil Reno memecah keheningan.


"Hem..", jawab Yulia kaget.


"Emmm.. enggak jadi deh", lanjut Reno.


"Ih.. apaan sih, manggil tapi enggak jadi. Bikin orang penasaran aja", ucap Yulia kesal.


"Ya maaf", ucap Reno lagi.


"Lah malah minta maaf, emang loe buat salah apa sama gue ?", ucap Yulia sambil tertawa kecil.


"Iya gue salah", ucap Reno cepat membuat Yulia bingung dan menghentikan tawanya.


"Emang loe buat salah apa?", tanya Yulia lagi dengan penasaran.


Wajah Reno yang awalnya santai berubah menjadi serius, membuat Yulia semakin bertanya-tanya dalam hati.


Reno meraih tangan Yulia sambil berkata


"Maafin gue Yul, gue enggak bisa menjaga perasaan ini. Tanpa gue sadari perasaan ini tumbuh dengan sendirinya, padahal gue tau loe udah punya Dimas. Loe enggak perlu jawab apa-apa. Gue cuma pengen ngungkapin perasaan ini ke elo aja. Gue capek memendam perasaan ini sendiri. Dan gue harap setelah gue ngungkapin ini hubungan kita enggak renggang ya".


Yulia mematung sesaat mendengar ucapan Reno itu. Ia tak percaya bagaimana bisa Reno juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Dia pikir selama ini cintanya bertepuk sebelah tangan tapi, ternyata Reno juga merasakan hal yang sama dengannya.


Yulia menarik tangannya dari Reno, ia bingung harus menanggapi seperti apa ucapan Reno itu. Jadi ia memutuskan untuk mengajak Reno pulang.


"Kita pulang yuk, Ren. Takut kemalaman nih", ajak Yulia tanpa melihat Reno.


"Loh kok tiba-tiba ngajak pulang? Loe marah sama gue?", tanya Reno merasa bersalah.


Yulia hanya diam dan berlalu pergi meninggalkan Reno yang masih bingung.


Melihat Yulia pergi meninggalkannya Reno buru-buru mengejar Yulia dan mengantarkannya pulang ke rumah.


***


Yulia berbaring ditempat tidurnya sambil memejamkan matanya. Ia berharap yang dia dengar dari Reno hari ini hanyalah mimpi. Walaupun sejujurnya Yulia merasa sangat senang karena Reno juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Tapi, di sisi lain ia juga merasa bingung karena Reno dan dirinya sama-sama sudah memiliki kekasih.


Hp Yulia berdering. Mendengar hp-nya yang berdering, ia segera mengangkatnya tanpa melihat siapa yang menelepon.


"Lia, loe marah ya sama gue?", tanya seseorang dari seberang telepon itu dengan nada yang sedih.


"Enggak kok. Gue enggak marah sama loe, gue cuma bingung aja harus bereaksi gimana dengar ucapan loe tadi", jawab Yulia merasa bersalah.


"Kan tadi gue udah bilang, loe enggak perlu jawab apa-apa", ucap Reno.


"Maaf", ucap Yulia.


"Kenapa loe minta maaf? Harusnya gue yang minta maaf sama loe karena gue udah buat loe merasa enggak nyaman", ucap Reno lagi, semakin merasa bersalah.


"Maaf karena gue juga punya perasaan yang sama", ucap Yulia cepat sambil menahan malu.


"Loe ngomong apa barusan?", tanya Reno lagi.


Sebenarnya Reno mendengar apa yang dikatakan Yulia tadi, tapi ia hanya ingin memastikan kalau dia tak salah dengar.


"Gue juga punya perasaan yang sama", ucap Yulia lagi dengan malu.


Mendengar ucapan Yulia itu Reno menjadi salah tingkah dan bingung harus berkata apa lagi. Saat ia ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba teleponnya terputus. Reno mengira jaringan sedang jelek jadi ia mencoba menghubungi Yulia lagi tapi tak diangkat-angkat.


Di sisi lain Yulia sengaja mematikan teleponnya dan tak mengangkat telepon dari Reno. Ia merasa sangat malu setelah mengatakan apa yang dia rasakan kepada Reno.


"Ih.. bodohnya gue. Kenapa gue bilang kedia begitu sih", ucap Yulia pelan sambil menutup wajahnya dengan bantal.


Reno merasa sangat khawatir karena Yulia tak mengangkat telepon darinya. Ia buru-buru mengambil jaket dan kunci motornya, lalu bergegas ke rumah Yulia. Sesampainya dirumah Yulia, ia mengetuk pintu rumah Yulia.


Mendengar ada yang mengetuk pintu rumahnya mama Yulia segera membukakan pintu dan melihat siapa yang bertamu malam-malam ke rumahnya.


"Malam tante, Yulianya ada?", tanya Reno dengan wajah khawatir.


"Ada, silahkan duduk. Tunggu sebentar ya tante panggilkan Yulianya", ucap mama Yulia.


"Iya, makasih Tante", jawab Reno.


Tak lama kemudian mama Yulia datang sambil berkata

__ADS_1


"Maaf ya dek, Lianya udah tidur. Apa ada pesan yang mau disampaikan ke Lia?"


"Oh enggak ada Tante, ya udah kalau dia udah tidur. Kalau gitu saya pamit pulang tante", ucap Reno lalu mencium punggung tangan mama Yulia.


"Loh kok langsung pulang? Enggak mau duduk-duduk disini dulu?", Tanya mama Yulia.


"Makasih tante, udah malam enggak enak ganggu Tante", jawab Reno sungkan.


"Enggak ganggu kok. Ya udah hati-hati ya pulangnya", ucap mama Yulia pada Reno.


"Iya Tante", ucap Reno lagi.


Reno pulang dengan perasaan tenang karena ia sudah mengetahui keadaan Yulia.


***


Jam menunjukkan pukul 06.30, hari ini adalah hari libur. Mama membangunkan anaknya dengan lembut.


"Kak bangun udah siang nih, temenin mama belanja ke pasar yuk", ajak mama.


Mendengar suara mamanya Yulia membuka matanya berlahan. Saat ia membuka matanya terlihat wajah mamanya yang tersenyum manis pagi itu. Yulia bangun dan memeluk mamanya, sambil berkata


"Cantiknya mamaku ini", rayu Yulia.


"Ih.. Apaan sih kamu bikin Mama malu aja. Pergi mandi sana, temenin mama ke pasar!", perintah mama.


Tanpa menjawab Yulia langsung berdiri dan memberi hormat pada mamanya sambil tersenyum, melihat tingkah anaknya itu mama tertawa. Setelah menghibur mamanya, Yulia segera mengambil handuk dan pergi kekamar mandi. Setengah jam kemudian Yulia sudah siap, lalu ia keluar dari kamarnya. Terlihat mama yang sudah menunggunya di meja makan.


"Sarapan dulu sayang!", ajak mama melihat anaknya yang keluar dari kamar.


Yulia tersenyum melihat mamanya dan menghampirinya, lalu mereka sarapan bersama.


Setelah selesai sarapan mereka segera pergi dengan mengendarai sepeda motor. Diperjalanan mama bercerita bahwa semalam Reno datang mencarinya dengan wajah yang sangat khawatir. Tetapi ia langsung pulang setelah mengetahui dirinya sudah tidur.


Mendengar cerita mama, Yulia baru ingat ia belum menyalakan hpnya dari semalam. Dan ia teringat lagi ucapan Reno kemarin, membuat wajahnya memerah malu.


Tak lama kemudian mereka sampai di pasar. Mereka berbelanja beberapa macam sayuran hijau dan lauk pauk untuk persediaan seminggu. Saat sedang memilih-milih sayur tiba-tiba ada yang menepuk pundak Yulia.


"Belanja juga?", ucap seseorang di belakang Yulia.


Mendengar suara yang tak asing itu Yulia langsung menengok ke belakang. Ia terkejut saat melihat Reno berdiri dibelakangnya, membuatnya sedikit salah tingkah. Sedangkan mama langsung menegur Reno.


"Eh nak Reno, kebetulan banget kita ketemu disini. Sama siapa, dek?", tanya mama pada Reno.


"Iya Tante, saya sendiri aja. Kebetulan orang tua saya lagi ke luar kota jadi saya harus belanja dan masak sendiri deh dirumah", jawab Reno panjang lebar.


"Bisa Tante sedikit", jawab Reno sambil tertawa kecil.


Lalu Reno mengajak Yulia dan mamanya untuk makan siang bersama di sebuah warung bakso favoritnya.


"Em.. Tante lagi buru-buru enggak?",tanya Reno pada mama Yulia.


"Enggak, dek. Kenapa?", tanya mama Yulia.


"Mau enggak makan siang bareng saya di bakso 'Legend'? Saya pengen makan disana, tapi enggak enak kalau sendirian", ajak Reno.


"Boleh tapi kalian duluan aja ya! Tante masih ada yang mau dibeli nih", ucap mama.


Mendengar mamanya yang tak mau langsung ikut dengan mereka, Yulia merengek. Yulia tak ingin hanya berduaan saja dengan Reno. Ia takut suasananya jadi canggung karena masalah kemarin.


"Yaudah Lia ikut mama dulu aja ya!", pinta Yulia.


"Enggak usah, Lia duluan aja sama dek Reno! mama sebentar aja kok sayang", bujuk mama.


"Oke deh kalau gitu", ucap Yulia sambil cemberut.


Akhirnya Reno dan Yulia pergi terlebih dulu ke warung bakso 'Legend'. Sesampainya disana mereka langsung memesan makanan dan minuman.


Sambil menunggu pesanan mereka datang, Reno kembali membahas masalah kemarin. Membuat Yulia semakin salah tingkah karena malu.


Melihat sikap Yulia yang salah tingkah, Reno segera mengganti topik pembicaraan agar Yulia sedikit rileks.


Ditengah-tengah obrolan mereka yang seru, tiba-tiba Reno mulai sedikit serius.


"Lia gue pengen ngomong sesuatu sama loe", ucap Reno.


"Mau ngomong apa? Ngomong aja, enggak usah berubah jadi serius gitu", ucap Yulia.


"Gue mau jadi yang kedua", ucap Reno lagi.


Mendengar ucapan Reno itu Yulia merasa bingung.


"Maksud loe apa?", tanyanya.

__ADS_1


"Gue mau ngejalanin hubungan yang serius sama loe", jelas Reno.


Mendengar itu Yulia hanya diam, ia tak tau harus menjawab apa. Suasana kembali menjadi canggung, mereka hanya saling pandang tanpa bersuara. Lalu seorang pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.


"Permisi ini pesanannya", ucap pelayan itu.


"Terimakasih", ucap Reno dan Yulia bersamaan. Membuat mereka semakin salah tingkah.


Mereka segera menyantap bakso dihadapan mereka. Tak lama kemudian mama datang dengan membawa 2 bungkus buah mangga.


"Nih dek bawa pulang ya!", ucap mama sambil menyodorkan sebungkus buah mangga ke Reno.


"Enggak usah Tante, makasih", tolak Reno sopan.


"Enggak papa ambil aja, enggak usah malu-malu. Buat cemilan dirumah nanti!", ucap mama.


"Makasih tante", jawab Reno.


"Iya, sama-sama. Gimana makannya sudah selesai?", tanya mama.


"Sudah ma. Mama mau pesan makan?", tanya Yulia pada mamanya.


"Enggak, kalau sudah yuk kita pulang sayang! tante Mala mau datang kerumah", ajak mama.


"Loh tante enggak makan dulu?", tanya Reno pada mama Yulia.


"Enggak dek, tante buru-buru soalnya mau masak", ucap mama Yulia.


"Yuk sayang!", ajak mama pada Yulia.


Yulia segera bangkit dari duduknya dan berpamitan pada Reno. Begitu pun mamanya, juga berpamitan pada Reno.


***


Yulia dan mamanya sampai di rumah, mereka segera menyiapkan bahan-bahan untuk di masak. Saat mereka sedang sibuk memasak tiba-tiba bel rumah berbunyi.


Ting.. tong.. ting.. tong..


Yulia segera membukakan pintu.


"Hey Tante kami datang", ucap tante Mala.


"Hey si kembar kalian juga ikut", ucap Yulia sambil memeluk kedua keponakannya.


"Kok tamunya enggak disuruh masuk sih kak", ucap mama yang sudah berdiri dibelakangnya.


Mendengar itu Yulia tersenyum dan segera mempersilahkan tante Mala dan anak-anaknya untuk masuk.


Tante Mala adalah single parent, suaminya sudah meninggal setahun yang lalu karena penyakit jantung. Membuatnya harus bekerja sendiri sambil mengurus anak kembarnya.


Yulia dan mamanya menyiapkan makanan dimeja makan, lalu mereka mempersilahkan tante Mala dan anak-anaknya untuk makan.


Setelah makan Yulia mengajak dua keponakannya bermain diteras rumah. Mereka bermain gelembung sabun bersama, hingga tak terasa hari sudah sore. Tante Mala pun berpamitan pulang.


***


Yulia duduk di teras rumahnya sambil memikirkan ucapan Reno kemarin. Ia bingung harus bagaimana. Haruskah ia menerima Reno sebagai pacarnya atau mereka meneruskan hubungan pertemanan ini saja.


Hp Yulia berdering tertera nama Dimas dilayar hp itu dan ia segera mengangkatnya.


"Halo sayang. Gimana kabar mu disana? Kangen banget aku sama kamu", ucap Dimas dengan nada sedikit manja.


"Aku baik kok, kamu gimana kabar nya?", tanya Yulia dengan nada santai.


"Aku juga baik kok sayang, maaf ya aku baru hubungin kamu sekarang. Aku lagi sibuk banget akhir-akhir ini", jelas Dimas.


"Iya enggak papa, udah biasa kok", jawab Yulia.


"Yaudah ya sayang, aku sudah mau pergi kerja lagi nih. Kamu jangan lupa makan ya! Aku sayang kamu", ucap Dimas mengakhiri perbincangan mereka.


Belum sempat Yulia menjawab, teleponnya sudah terputus. Dimas memang lelaki yang pekerja keras, sampai ia sering tak punya waktu untuk memberi perhatian ke Yulia.


Setelah mengangkat telepon dari Dimas itu, Yulia mulai berfikir kembali. Ia memang tidak akan kekurangan materi jika bersama Dimas, tapi dia akan kekurangan kasih sayang. Jadi, ia memutuskan untuk menerima Reno menjadi pacarnya karena cinta itu bukan hanya soal materi tapi juga perhatian dan kasih sayang.


***


Sore itu Reno mengajak Yulia untuk bertemu di taman. Ia ingin menanyakan masalah kemarin pada Yulia.


"Lia, gimana? Kamu sudah mikirin jawaban untuk pertanyaanku kemari?", tanya Reno.


Mendengar pertanyaan itu Yulia merasa bingung. Ia ingin bersama Reno, tapi dia tak ingin nantinya ada masalah.


"Aku takut kalau kita menjalin hubungan rahasia ini, nanti bakal ada masalah karena kita sama-sama sudah punya pasangan", ucap Yulia sedih.

__ADS_1


"Enggak akan ada masalah, kalau pun nanti ada masalah kita hadapin sama-sama. Jadi kamu mau jadi pacar ku?", ucap Reno.


Yulia hanya mengangguk ragu, ia tak tau keputusannya ini benar atau salah.


__ADS_2