AKHIR CERITA CINTA SEGITIGA

AKHIR CERITA CINTA SEGITIGA
EPISODE 4


__ADS_3

Entah mengapa hari ini rasanya Yulia malas bertemu dengan Dimas, padahal mereka sudah lama tidak bertemu dan mengobrol seperti ini. Ingin rasanya ia menyuruh kekasihnya itu untuk pulang, namun ia merasa tak enak jika harus mengusirnya.


Dimas bercerita dengan semangat tentang kesehariannya di tempat kerja selama mereka tak bertemu. Tapi, Yulia hanya membalasnya dengan senyum terpaksa. Obrolan itu terasa lama dan membosankan, membuatnya ingin cepat - cepat pergi dari situ. Dimas yang menyadari sikap kekasihnya itu pun bertanya,


"Ada apa sayang ?, Apa kamu bosan mendengar ceritaku ?", tanya Dimas dengan sedih.


"Enggak gue cuma lagi capek aja", jawab Yulia berbohong.


Ia terpaksa berbohong karena tak ingin menyakiti perasaan kekasihnya itu.


Dimas yang mendengar perkataan Yulia itu pun langsung menghabiskan tehnya dan beranjak dari kursinya. Lalu ia berpamitan untuk pulang.


"Ya udah aku pulang dulu ya, kalau ada apa - apa hubungi aku !", ucap Dimas lembut.


"Kenapa buru - buru pulang ?", tanya Yulia.


"Katanya kamu capek", tanya Dimas.


"Iya sih.. ya udah hati - hati ya dijalan !", ucap Yulia dan di balas senyuman oleh Dimas.


Dimas pun pulang mengendarai motornya, Yulia memandangi kepergian Dimas dan menghela nafas panjang.


"Akhirnya pulang juga", ucapnya pelan.


Yulia duduk lagi di teras rumahnya sambil bersandar di kursi dan memejamkan matanya sejenak. Ia berfikir kenapa hari ini ia tak ingin bertemu dengan Dimas padahal ia selalu menunggu kedatangan Dimas. Apa karena sekarang ada Reno yang bisa membuat dia merasa nyaman dan bahagia.


Saat ia sedang sibuk dengan pikirannya sendiri tiba - tiba hpnya bergetar,


Drtt.. drtt.. drtt..


Yulia membuka matanya dan mengeluarkan hp dari saku celananya. Ternyata ada satu pesan dari Reno. Lalu Yulia membuka pesan itu, sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Jalan yok !", isi pesan Reno.


"Mau kemana ?", balas Yulia santai.


Baru saja Yulia membalas pesan Reno tiba - tiba hp-nya berdering nyaring, membuatnya terkejut dan hampir melempar hp-nya. Ia segera mengangkat telponnya.


"Apa-an sih loe bikin kaget aja", ucap Yulia marah.


"Kok bisa kaget ?", ucap Reno bingung.

__ADS_1


"Ya habisnya loe habis SMS langsung nelpon, terus dering hp gue lupa dikecilin jadi nyaring banget suaranya", jawab Yulia.


"Yaelah.. itu mah salah loe sendiri", ucap Reno sambil tertawa kecil.


"Salah lor lah", jawab Yulia tak mau kalah.


"Ih.. kok bisa salah gue? yaudah gue minta maaf, yang waras ngalah", ucap Reno sambil tertawa.


"Oh.. jadi maksud loe gue gak waras", jawab Yulia kesal.


"Gue gk bilang gitu, loe sendiri yang bilang", ucap Reno menjahili Yulia.


"Yaudah nggak jadi jalan, males gue sama loe", jawab Yulia semakin kesal.


"Eh kok gitu ? ya udah gue bener - bener minta maaf nih", ucap Reno memelas.


"Jadi mau enggak nih jalan bareng gue?", lanjut Reno.


"Entar ya gue tanya Irma dulu, bisa atau enggak", jawab Yulia.


"Eh.. enggak usah ajak Irma gue mau jalan berdua sama loe aja", ucap Reno.


"Oke.. Mau ketemuan dimana ?", tanya Yulia.


"Emang loe tau rumah gue dimana?", tanya Yulia.


"Tau dong", jawab Reno.


"Bohong", ucap Yulia tak percaya.


"Ih.. enggak percaya ?, oke tunggu 15 menit lagi gue sampai di depan rumah loe", ucap Reno meyakinkan.


"Eh cepet banget gue belum siap nih", ucap Yulia sedikit panik.


"Ya enggakpapa yang penting gue dah sampai depan rumah loe dalam 15 menit. oke gue tutup ya telponnya, sampai ketemu nanti", ucap Reno mematikan telponnya tanpa menunggu jawaban dari Yulia.


Setelah telponnya mati Yulia bergegas mandi dan bersiap untuk pergi bersama Reno. Entah mengapa mood-nya yang awalnya jelek sekarang menjadi lebih baik setelah mendengar suara Reno.


*15 menit kemudian


Ting tong.. ting tong.. ting tong..

__ADS_1


Bel rumah Yulia berbunyi dan ia segera membuka pintunya,


"Siapa ya?", ucapnya sambil membuka pintu.


"Yulia-nya ada?", ucap Reno sambil tersenyum.


"Enggak ada", jawab Yulia sambil menutup pintu dan tersenyum.


"Eh kok tamunya ditutupin pintu?", ucap Reno sambil tertawa kecil.


Di balik pintu Yulia menahan tawanya lalu membuka kembali pintunya.


"Kok gue di tutupin pintu?", tanya Reno lagi saat Yulia membuka pintunya.


"Enggakpapa pengen ngerjain loe aja", ucap Yulia tersenyum.


"Ih.. imutnya", ucap Reno sambil mencubit hidung Yulia.


"Ih.. apa-an sih loe", ucap Yulia tersenyum sambil memegang hidungnya.


"Yaudah yok jalan !, tapi pamit dulu sama ortu loe !", ucap Reno.


"Lagi gk ada orang dirumah gue", ucap Yulia.


"Oh.. yaudah yok !", ajak Reno.


Yulia dan Reno pun pergi bersama, mereka menghabiskan Hari ini dengan sangat bahagia. Mereka nonton bioskop bareng, makan bareng, dan bermain bareng. Tak terasa hari sudah mulai gelap dan mereka memutuskan untuk pulang.


Reno mengantar Yulia sampai kedepan pintu rumahnya dan berpamitan serta meminta maaf kepada mama Yulia karena telah mengajak Yulia pergi hingga malam. Yulia hanya tersenyum disamping mamanya sambil menatap kepergian Reno.


Saat Reno sudah benar - benar pergi mama mengacak - ngacak rambut anaknya sambil berkata,


"Siapa lagi tuh? pacar kamu? Terus Dimas mau dikemanain?", tanya mama.


"Ih.. apa-an sih ma, cuma temen kok", jawab Yulia.


"Temenkah temen kok cara natapnya begitu banget", ucap mama menjahili anaknya.


"Ih.. apa-an sih ma, Yulia tidur aja ah mama ngejekin Lia terus", ucap Yulia manja dan pergi menuju kamarnya.


Mama menatap anaknya dari belakang sambil tersenyum dan berkata,

__ADS_1


"Imutnya.. enggak terasa anakku sudah mulai dewasa", ucapnya pelan.


__ADS_2