Akhir Dari Padamu Dan Aku

Akhir Dari Padamu Dan Aku
■ III. Masa Orientasi Siswa (Day 2)


__ADS_3

Hari ini Rania sampai disekolah kebih awal, karena Nek Siti membangunkan Rania lebih awal dari biasanya. Hari ini adalah hari kedua masa orientasi siswa disekolah. MOS tahun ini sangat berbeda dari MOS tahun-tahun yang lalu, kalau MOS tahun lalu membuat banyak peraturan yang memberatkan siswa, berbeda dengan MOS tahun ini dibuat lebih ringan bagi siswa.


Semua siswa datang tepat waktu dan sudah berkumpul didalam aula, dan mereka sudah berada dikelompok masing-masing, sesuai dengan pesan pembimbing MOS kemarin, bahwa semua siswa yang sudah hadir harus sudah dalam kelompok mereka masing-masing.


"Hai Rania" Sisilia menepuk bahu Rania


"Hai Sisilia, aku kira siapa tadi"


"Kamu berharapnya siapa ayo???" Goda Sisilia


"Tidak ada, kan baru kamu aja yang aku kenal"


"Oh begitu ya..." Sisilia senyum-senyum menaikan alis matanya mencoba nenggoda Rania kembali


"Apaan sih kamu ini" Mulut Rania manyun-manyun


"Iya deh, aku becanda kok, jangan diambil hati ya"


"Iya, santai aja kali Sil" Rania menebarkan senyuk manisnya


MOS hari kedua akan segera dimulai, terlihat kakak-kakak pembimbing MOS memasuki ruangan aula.


"Selamat pagi semua" Suara pembuka pemimpin MOS


"Selamat pagi kak" Suara murid-murid menggelegar didalam aula


"Hari ini kita akan melakukan sebuah permainan, dimana setiap kelompok akan berlomba untuk mendapatkan nilai terbaik dan kelompok siapa yang paling unggul akan mendapat hadiah yang sudah disediakan oleh kepanitiaan MOS tahun ini. Are you ready?" Teriak pemimpin MOS


"Yes, we are ready" Suara siswa yang menggelegar diiringi tepuk tangan yang menandakan bahwa mereka menerima tantangan dari panitia MOS


"Baiklah kalau begitu, 15 menit lagi kita akan mulai permainannya, dan sekarang saya harap kalian persiapkan diri dan alat- alat yang sudah saya umumkan kemarin pada MOS pertama. Waktu persiapan dimulai dari sekarang" Pembina MOS mempersilahkan semua murid untuk mempersiapkan diri, kelompok dan perlengkapan yang akan dipakai untuk permainan game hari ini


Setiap anggota kelompok sibuk mengumpulkan perlengkapan mereka, menghitung jumlah anggota kelompok dan memastikan bahwa tidak ada anggota kelompok yang ketinggalan. Dan hari ini adalah hari keberuntungan bagi setiap kelompok, semua anggota kelompok lengkap dan tidak ada yang tertinggal.


"Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh. Yeayy... anggota kelompok Cendrawasih lengkap" Teriak Sisil dengan girangnya


"Aduh Sisil... Kalau ngomong tuh pelan dikit kenapa sih, nih telinga sakit tau" Rania memegangi telinganya yang ngilu mendengar suara Sisil yang jempreng


•••


Sementara itu dibelakang Rania, Zio berdiri dengan gelisah, mengingat bahwa dirinya tidak membawa perlengkapan MOS hari ini.


"Aduh, bagaimana ya ini, bisa-bisa mati dong aku jadi bahan ejekan kakak MOS hari ini, kok aku bisa lupa sih padahal kan sudah dipersiapkan tadi malam" Gumam Zio dengan pelan


"Bagaimana, sudah siap semua?" suara panitia MOS, pertanda bahwa permainan akan dimulai


"Siap kak" Semua siswa serentak menjawab


"Baiklah, kakak-kakak pembina MOS setiap kelompok tolong diperiksa perlengkapan adik-adik MOS nya ya"


Setiap kelompok MOS terdiri dari dua pembina MOS yang diunjuk sebagai pemimpin setiap kelompok MOS. Tugas mereka yaitu mengarahkan setiap anggota kelompok supaya disiplin dan rapi. Pemeriksaan dimulai dari barisan pertama kelompok. Kelompok yang lain membawa semua perlengkapan MOS hari ini, tetapi tidak untuk kelompok Cendrawasih. Kakak pembina kelompok mendapati anggota kelompok Cendrawasih ada yang tidak membawa perlengkapan MOS. Ya, dia adalah Zio, seluruh anggota kelompok Cendrawasih mulai gelisah. Pasti kali ini kelompok mereka akan mendapat hukuman dari panita MOS.


"Aduh bagaimana dong ini Ran, pasti kelompok kita dapat hukuman, kalau begini ceritanya aku jadi sesak pipis nih Ran" ucap Sisil ketakutan


Rania yang melihat ke belakang barisannya pun mulai gelisah juga, dia sudah menduga pasti mereka akan mendapat hukuman.

__ADS_1


"Siapa sih nih orang, lagi-lagi buat onar, kok bisa sih nih orang satu kelompok bareng aku?" Batin Rania yang memandang sinis kearah Zio sambil menyilangkan tangannya


"Maaf kak, ini anggota kelompok Cendrawasih ada yang tidak membawa perlengkapan" Kakak pembina Cendrawasih melapor ke pemimpin MOS


"Untuk seluruh anggota kelompok saya persilahkan duduk, kecuali kelompok Cendrawasih"


"Ya kan... pasti dihukum deh..." Suara anggota kelompok Cendrawasih kesal


Semua mata tertuju ke arah Zio, mereka semua merasa kesal dengan Zio.


"Iya aku salah, maafkan aku, oke..." Jawab Zio dengan santainya


Rania yang menatap Zio dengan sinis, seakan-akan tatapan itu akan menerkam Zio.


"Karena anggota kelompok kalian tidak membawa perlengkapan MOS hari ini, kalian semua anggota Cendrawasih saya hukum skor jump 50 kali"


"Nah kan... sial banget hari ini" Semua anggota kelompom Cendrawasih menggerutu dengan kesal


Rania yang mendengar hukuman itu pun kembali melihat ke arah Zio dan menatap Zio seakan-akan dia ingin menerkam Zio pada saat itu juga.


"Sorry.. sorry guys, aku minta maaf" Zio merapatkan kedua tangannya


Rania yang masih memandang sinis ke arah Zio pun dibalas dengan senyuman manis tanpa rasa bersalah dengan sedikit kedipan mata ala-ala Zio.


"Bisa-bisanya dia sok manis tanpa rasa bersalah, awas kau ya" balas Rania dengan sedikit suara


" Baiklah, ambil posisi tangan menyilang dan memegang telinga, hitungan ketiga kalian mulai hukumannya. Satu, dua, tiga..." Semua anggota Cendrawasih melaksanakan hukuman dari panitia, mereka juga bergerak secara serentak dan saling menghitung dengan kompak sampai hitungan ke 50


Hitungan ke 50 mereka mengakhiri hukuman itu, dan kakak pemimpin MOS mempersilahkan mereka beristirahat selama 10 menit, supaya mereka bisa meregangkan otot kaki dan mengatur nafas.


•••


"Zio, ini ada titip dari orang tua kamu, beliau bilang tadi ketinggalan di mobil" Pembina memberikan tas itu kepada Zio


"Astaga, ini kan tas peralatan MOS saya kak. Mama saya dimana ya?" Tanya Zio ke pembina MOS


"Beliau sudah pergi, tadi cuman tolong kasih ini aja ke kamu"


"Terima kasih kak, ini peralatan buat MOS hari ini" Jawabnya penuh gembira


Anggota kelompok Cendrawasih yang mendengar itu pun tampak semakin kesal dengan kelakuan Zio


"Makanya lain kali hati-hati, sebelum kesekolah periksa dulu barang bawaannya. Seandainya saja kamu tidak teledor, pasti kamu dan teman kelompok mu tidak dihukum hari ini.


"Iya kak saya salah, maafin saya ya" Zio senyum sumringah


"Dasar aneh, sekarang senyum-senyum gak jelas lagi" Rania memandang sinis ke arah Zio


Zio yang menoleh ke depan tanpa sengaja melihat Rania sedang memperhatikannya sedari tadi. Zio membalas pandangan itu dengan senyuman manis dan menunjukkan lambang hati ala-ala orang korea kepada Rania.


"Aneh..." Rania berdecak kesal sambil menaikkan sebelah bibir atasnya


"Weekkk..." Zio menjulurkan lidahnya kepada Rania


Permainan yang dipilih hari ini adalah permainan over karet gelang. Dimana karet gelang akan dikumpulkan dalam wadah yang ditaruh dibelakang barisan kelompok. Karet gelang akan di over melalui sedotan yang sudah dijepit dimulut setiap anggota kelompok masing-masing.

__ADS_1


Semua anggota kelompok sudah siap untuk bermain, Rania berdiri dibarisan ketujuh tepatnya didepan barisan Zio yang berada dibarisan kedelapan.


"Siap semua... satu, dua, tiga" Pemimpin MOS berteriak menandakan game sudah dimulai


Semua anggota kelompok dengan cepat memindahkan karet gelang dari satu sedotan kesedotan yang lain. Jumlah karet gelang yang akan dipindahkan ke wadah yaitu sebanyak 100 buah karet gelang. Karena masing-masing anggota kelompok disuruh membawa 10 buah karet gelang.


Semua memindahkan karet gelang dengan cepat, penuh semangat dan berhati-hati.


Pada hitungan ke 10 menit kakak pemimpin MOS membunyikan pluit, itu menandakan permainan telah berakhir. Semua anggota MOS bertepuk tangan dengan penuh semangat.


" Tepuk tangan sekali lagi buat kita semua..."


"Yeaayyy..." Terlihat diwajah semua anggota kelompok penuh dengan semangat melakukan MOS hari ini


"Baiklah kita akan menghitung semua wadah yang ada dibelakang. Kita akan melihat kelompok mana yang paling banyak mengumpulkan karet gelang" Pemimpin MOS mulai menghitung satu persatu wadah setiap kelompok.


Ada yang berisi 50 buah, 60, 78, 70, 82, 56,76,80,85 buah karet gelang. Dan wadah terakhir adalah wadah kelompok Cendrawasih.


"Waduh... kira-kira berapa ya jumlah karet gelangnya" Batin Rania


Rania juga ikuti menghitung karet gelang sembari Pemimpin MOS menghitung juga. Setiap angka yang mendekati jumlah karet gelang kelompok lain, Rania pun mengucapkan doa supaya jumlah karet gelang yang ada diwadah mereka lebih banyak dari kelompok lain.


"Tuhan, tolong tambahkan jumlah karetnya dong biar kelompok kita menang" Doa Rania yang terdengar ditelinga Zio


"Gitu aja heboh banget sih, sampai-sampai berdoa lagi. Ini kan cuma permainan" Zio melirik kebarisan belakangnya


"Apa kamu lihat-lihat" Ucap Rania tidak senang dilirik Zio


"84,85,86,87,dan 88... Cendrawasih mendapat 88 karet gelang" Pemimpin MOS teriak menandakan bahwa mereka adalah pemenang dari permainan ini


"Yeaayy... kita menang..." Suara anggota kelompok dengan penuh kegembiraan. Semua saling tos satu dengan yang lain. Tidak sedikit juga yang melompat-lompat kegirangan


"Yeaayy... kita menang" Rania melompat kegirangan dan penuh semangat


"Yes...yes... huu..." tangan Rania membentuk sudut tumpul dan menghentakkannya kebelakang kedepan lalu keatas


Zio yang memperhatikan tingkah lucu Rania pun ikut tersenyum, dan pandangannya tidak lepas dari Rania.


Rania yang sadar dengan pandangan Zio pun menghentikan aksi lucunya itu, wajahnya memerah dan menahan malu. Dan ketika Rania hendak membalikkan badan dia melihat Zio melakuakan gerakan yang sama seperti yang dilakukan Rania.


"Yes...yes...huu..." Zio meledek Rania


"Apaan sih nih orang" Rania balik badan sambil tersenyum malu dan menutup wajahnya


Zio yang mengetahui kalau Rania menahan malu semakin semangat meledek Rania, kata kata "yes...yes...huu" terus-menerus diucapkannya supaya Rania semakin malu.


"Apaan sih nih orang, aku malu tau" Batin Rania setengah malu


💥💥💥


MOS kali ini berjalan dengan lancar, semua murid-murid dipersilahkan untuk pulang. Dan pemenang dari permainan tadi adalah kelompok Cendrawasih, hadiah akan diberikan nanti pada saat MOS berakhir.


🌹🌹🌹


(Hai semua,,, semoga kalian suka ya dengan tulisanku ini. Aku butuh like dan komenan kalian supaya aku semakin semangat up nya. Terima kasih Tuhan memberkati ❤❤❤)

__ADS_1


__ADS_2