Akhir Dari Padamu Dan Aku

Akhir Dari Padamu Dan Aku
■ V. Last MOS (Day 3)


__ADS_3

"Rania sini, aku disini" Sisilia begitu heboh memanggil Rania yang baru saja turun dari Mobil


"Hai, tunggu sebentar ya" Rania melambaikan tangan ke Sisilia


"Siapa sayang?" Tanya Pak Bams yang mengulurkan tangannya ke kening Rania


" Teman Rania Pa, namanya Sisilia, orangnya heboh, tapi baik" Jelas Rania


"Heleh, hebohan mana sama kamu?" Sambung kak Ryan yang pada saat itu ikut mengantarkan Rania ke sekolah


"Apaan sih, Rania mana heboh, ya kan Pa" ucap Rania meminta pembelaan ke Papa nya


"Ya sudah sana, ntar dihukum lagi, habis itu ngadu ke Papa, kamu kan cengeng" Ledek kak Ryan


"Sudah, sudah. Rania kedalam ya sayang, ntar kamu terlambat lagi" Pak Bams tersenyum membelai kepala Rania


"Da Papa, sampai ketemu" Rania pamit


"Da sayang, sampai ketemu ya, hati-hati ya sayang"


"Papa aja nih yang dianggap?" Kak Ryan menggoda Rania


"Da Kakak, sampai ketemu" Rania pamit ke Kak Ryan dengan malas


Pak Bams melajukan mobil meninggalkan halaman sekolah Rania. Rania langsung masuk menhampiri Sisilia yang masih setia menunggu Rania didepan pos satpam.


"Kamu diantar sama siapa Ran?" Tanya Sisil penasaran


" Papa sama Kakak aku" Rania pun menjelaskan


"Oh gitu ya" Sisilia memahami ucapan Rania


Rania dan Sisilia memasuki aula, tempat dimana para anggota MOS berkumpul. Semua anggota MOS memakai pakaian olahraga, karena kegiatan MOS hari ini berada diluar ruangan, tepatnya di lapangan sekolah yang luas.


Semua anggota MOS sudah berada didalam kelompok masing-masing.


"Selamat pagi semua, masih semangat?" Kata pembuka dari pemimpin MOS pagi ini

__ADS_1


"Selamat pagi kak, ya masih semangat" Mereka menjawab dengan serentak


"Perlengkapan untuk hari ini sudah dibawa?


"Sudah kak" Jawab mereka kembali


Tidak untuk Rania, pandangannya langsung ke arah Zio. Mengingat kejadian kemarin, bahwa Zio adalah sumber kekacauan yang membuat kelompok Cendrawasih mendapat hukuman. Zio yang melihat Rania pun merasa bahwa pandangan Rania seolah-olah sedang menghakimi nya. Zio langsung mengangkat kedua bahunya dan memasang wajah bodoh amat.


"Baiklah, hari ini kalian akan melakukan pengenalan dan akan mengenal lebih dekat anggota kelompok kalian masing-masing" Jelas pemimpin MOS


"Siap Kak" Jawab semua anggota MOS menyanggupi kata-kata pemimpin MOS


"Nanti kalian akan memasuki lapangan yang berada tepat disamping aula, disana sudah disediakan tempat untuk masing-masing kelompok, dan setiap kelompok akan membuat sebuah lingkaran. Kalian paham?" Jelas pemimpin MOS


Semua anggota MOS membubarkan diri dari aula dan menuju lapangan sesuai arahan dari pemimpin MOS tadi.


💥💥💥


"Kagiatan hari ini saya serahkan sepenuhnya ke pembina kelompok masing-masing. Saya harap kalian mendengarkan semua intruksi dari pembina MOS dengan baik, karena ini termasuk salah satu hal yang berpengaruh terhadap nilai kalian" Jelas pemimpin MOS dengan menggunakan toak yang tergantung dilehernya


"Baik kak" Anggota kelompok menyanggupinya


(Dikelompok Cendrawasih)


"Hari ini kalian akan memperkenalkan diri secara bergantian. Dan diakhir dari kegiatan kita adalah saya mau kalian membuat sebuah surat yang berisikan kata-kata positif tentang sesama kelompok kalian. Terserah kalian mau membuat apa, baik puisi maupun kata-kata indah, yang jelas bernilai positif. Dan akan dibacakan satu per satu, terserah kalian mau menyantumkan nama atau tidak, yang jelas kalian harus menyantumkan kepada siapa tujuan surat tersebut" Pembina MOS menjelaskan dengan akurat


"Baik kak" Mereka menjawab serentak menandakan mereka paham apa maksud dari pembina MOS tersebut


Anggota kelompok Cendrawasih bergantian memperkenalkan diri mereka masing-masing. Mulai dari nama lengkap, nama panggilan, umur, asal sekolah, alamat, hobi, dan lain-lain.


Canda tawa terdengar ditengah-tengah kelompok Cendrawasih, tak kalah ketika mereka memperkenalkan diri ada sebagian penuturan kata yang membuat mereka saling tertawa. Yang membuat mereka tertawa adalah ketika mereka mendengarkan apa-apa saja hobi dari masing-masing anggota.


Kini tiba lah saatnya Rania memperkenalkan dirinya, Rania berdiri dengan kaki yang gemetaran, tangan yang berkeringat, wajah yang pucat dan keringat dingin. Memang ini bukanlah kali pertama bagi Rania berhadapan dengan orang lain, tapi ini adalah kebiasaan buruk yang sering dialami Rania ketika melakukan presentasi didepan banyak orang. Rania memang demam panggung orangnya.


•••


Ditempat lain, Zio duduk tepat didepan Rania dengan jarak yang cukup jauh, tetapi masih bisa membuat Zio memandang wajah Rania. Pandangannya tidak bisa hilang dari Rani, memang Rania lah yang paling ditunggu-tunggunya dari tadi.

__ADS_1


"Kenapa dia pucat sih, apa dia sakit?" Batin Zio


"Nama saya Rania Lorenzia Bramaskoro" Rania memulai perkenalan diri, akan tetapi pandangannya mulai menunduk


"Kalian boleh panggil saya Rania, saya berumur 15 tahun, saya suka menulis cerita, dan saya tidak suka sama kak Ryan, karena Kak Ryan selalu usil dan membuat saya kesal" Kata-kata Rania seketika membuat semua anggota kelompok Cendrawasih tertawa terbahak-bahak


Rania menahan malu dan pandangannya tetap menunduk, wajahnya pun semakin merah dan tangannya semakin dingin karena banyak keringat bertumpuk disana.


"Cantik, kok kamu bisa selucu itu sih?" Batin Zio yang pandangannya semakin tidak karu-karuan, ingin sekali Zio mendaratkan cubitan halus di pipi Rania yang lucu itu


"Sudah-sudah, jangan ditertawai. Rania, boleh saya tau siapa itu kak Ryan?" Tanya pembina kelompok yang juga menahan tawa akan sikap Rania yang lucu dan menggemaskan


"Kak Ryan adalah kakak saya kak, dia umur 25 tahun sekarang. Dia kuliah mengambil gelar S2 nya, dan juga dia sekarang sedang bekerja disebuah kantor. Tapi saya tidak dikasih tau dimana kak Ryan bekerja. Karena dia takut kalau saya bakal ke kantor nya minta duit buat jajan" Tutur Rania dengan gaya kekanakannya


"HAHAHAHAHA" Semua tertawa mendengar ucapan Rania, dan ada beberapa siswa yang sampai guling-guling mendengarkan ucapan Rania tersebut.


"Kok kamu selucu itu sih, gemas deh kamu ini" Batin Zio yang masih memandangi wajah gemas Rania


"Ada lagi yang mau kamu sampaikan Rani?" Tanya pembina MOS yang juga ikut tertawa mendengar penuturan Rania


"Hhmmm... apalagi ya kak?" Tanya Rania sambil menggaruk sedikit rambutnya merasa kebingungan, karena kehabisan topik juga


"Bagaimana dengan ayah dan ibumu? Tanya pembina MOS kembali, seakan ingin membuat suasana kelompok semakin lucu


"Papa saya kerja disebuah Bank yang ada dikota ini, beliau sudah berumur 50 tahun, dan beliau sangat ganteng dan berwibawa. Kak Ryan cuman takut sama papa saja, jadi kalau kak Ryan usil, saya langsung lapor ke papa supaya dia kena marah" Lanjut Rania, yang lagi dan lagi membuat semua peserta semakin tertawa


"Kalau ibumu, kamu mau bercerita Rania?" Tanya pembina MOS


Beberapa saat Rania terdiam dan mata nya mulai berkaca-kaca. Memang Rania selalu sedih ketika mendengar kata "IBU".


Melihat Rania yang tidak ada respon, pembina MOS ingin mengakhiri pertanyaan tersebut.


Tetapi....


"Mama saya sudah meninggal, beliau meninggal sewaktu melahirkan saya, dan dari kecil saya diasuh oleh nenek saya, Ibu dari papa saya" Rania menjelaskan menahan air mata


"Sekian perkenalan dari saya. Terima kasih" Rania membungkukan badan memberi hormat kepada peserta yang lain

__ADS_1


Terdengar tepuk tangan yang meriah untuk Rania


"Semangat Rania, jangan bersedih ya, kan ada aku" Sisilia menyemangati Rania yang sudah duduk disampingnya


__ADS_2