Akhir Dari Padamu Dan Aku

Akhir Dari Padamu Dan Aku
■ VI. Rania Yang Terindah


__ADS_3

Rania tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu, tetapi Rania tidak pernah sedikitpun kekurangan kasih sayang dari semua keluarganya. Pak Bams, Kak Ryan maupun Nek Siti sangat menyayangi Rania dengan sepenuh hati. Walaupun terkadang Rania merasa iri dengan teman-temannya yang masih memiliki Ibu. Tetapi Rania tidak pernah menyalahkan takdir Tuhan, karena banyak hal yang harus di syukuri dalam hidup.


Rania tumbuh menjadi anak yang berbakti dan berbudi luhur. Nilai-nilai agama juga dia dapatkan dari keluarga nya, Rania yang cantik paras dan hatinya menjadi pusat perhatian dan kebanggan semu guru yang ada disekolah Rania , ditambah lagi Rania adalah murid yang pintar dan tidak sombong. Semua teman dikelas Rania iri dan tidak mau berteman dengan Rania. Bagi mereka Rania adalah penghalang untuk menjadi yang baik dimata para guru. Pada saat ada maunya mereka mau berteman dengan Rania, setelah itu Rania seperti tidak dianggap ada. Tetapi Rania tetap mengasihi mereka seperti yang sudah diajarkan oleh Pak Bams, bahwa tugas manusia tetap dan harus saling mengasihi.


Rania tidak mempunyai teman semasa duduk di Sekolah Menengah Pertama, dan itu yang membuat Rania menjadi seorang yang introvert.


Beruntungnya sekarang Rania sudah mempunyai teman yang baik menurutnya, karena baginya Sisilia beda dari teman-temannya yang sebelumnya.


💥💥💥


Sesi pengenalan sesama anggota kelompok sudah selesai, sekarang mereka ditugaskan untuk membuat sebuah surat yang akan diberikan ke orang yang spesial selama masa-masa MOS berlangsung, dan tentunya surat itu akan dibacakan satu-persatu didepan semua anggota kelompok.


Surat-surat itu dikumpulkan kedalam sebuah kardus, dan pembina MOS mulai memanggil satu-persatu nama tujuan surat tersebut.


Nama-nama yang dipanggil oleh pembina MOS dipersilahkan untuk membacakan isi surat tersebut.


Diurutan kelima nama Sisilia pun dipanggil, surat untuk Sisilia dibuat oleh Rania. Pembina MOS mempersilahkan Sisilia untuk membaca isi surat dari Rania.


"Aku senang bertemu dengan mu yang mau berteman denganku, sebelumnya aku tidak pernah punya teman sebaik, selucu dan seimut kamu. Semoga kita bisa sekelas bareng ya. Dan aku harap kita bisa lebih dari seorang teman biasa, melainkan yang luar biasa. Salam sayang dari Rania ❤" Sisilia membacakan surat dari Rania dan memberikan finger heart kepada Rania.


•••


Ditempat lain


"Seandainya kamu tulis surat buat aku, pasti senang ya rasanya" Batin Zio yang menikmati senyuman manis Rania


Walaupun senyum itu bukan untuknya, tetapi senyum itu menyejukkan hatinya.


"Selanjutnya ada surat untuk Rania dari Zio" Pembina MOS melanjutkan memanggil nama penerima surat

__ADS_1


Rania pun maju untuk kedua kalinya, sebelumnya Rania juga sudah menerima surat dari Sisilia. Rania yang mendengar nama Zio melihat kearah Zio dan hatinya mulai gelisah.


"Ternyata nama kamu Rania ya. Hai Rania aku mau minta maaf soal MOS dihari pertama, kamu juga dihukum dengan hukuman yang sama denganku. Seharusnya aku tanya ke kamu dulu, tapi aku seenaknya saja meminta hukuman yang ternyata berat buat kamu. Maafin aku ya, semoga permintaan maaf ku diterima dan aku tulus meminta maaf. Salam maaf dari Zio" Rania mengakhiri isi surat itu dan tersenyum ke Zio.


Rania melangkahkan kaki kearah Zio dan berhenti tepat didepan Zio.


"Aku juga minta maaf ya Zio, karena aku sudah sinis sama kamu. Maafin aku juga ya"


Rania mengulurkan tangan dan Zio pun menyambut tangan Rania dengan mengulurkan tangannya.


Semua anggota kelompok yang menyaksikan adegan maaf-maafan antar Rania dan Zio pun bertepuk tangan sekencang-kencangnya.


Masing-masing anggota kelompok Cendrawasih sudah mendapatkan surat. Akan tetapi ada surat yang tersisa didalam kardus. Surat itu berwarna Pink, warnanya beda dari yang lain. Dan pastinya surat itu memang sengaja dibuat berbeda warna, dan lebih mengarah ke surat yang spesial untuk orang yang spesial.


"Masih ada satu lagi surat yang tersisa dan surat ini dibuat untuk Rania, tapi tidak ada nama penulis nya" Pembina membolak-balikkan surat itu dan mencari nama penulis surat tersebut


Semua saling memandang satu dengan yang lain, mereka bingung siapa sebenarnya penulis surat itu.


"Sepertinya bukan untuk saya kak, pasti salah tuh kak" Jawab Rania yang kebingungan


"Ini memang buat kamu Rania, dan ada nama kamu disurat ini. Pasti ini dari pengagum berat kamu, sampai-sampai namanya saja tidak dibuat" Goda pembina MOS


Rania pun maju dan mengambil surat itu. Setelah menerima surat itu, Rania memastikan nama yang ada disurat tersebut. Dan memang benar itu nama nya dia.


"Dari siapa ya?" Batin Rania


Beberapa saat setelah membuka surat itu, Rania terdiam dan hanya memandangi surat itu. Wajahnya berubah menjadi pucat dan Rania mulai berkeringat dingin.


"Ayo dibaca Rania, kok diam saja" Pembina MOS membuyarkan Rania

__ADS_1


"Ayo dong dibaca Ran, kita penasaran nih" Teriak Sisilia


"Kak, boleh tidak suratnya saya simpan saja?" Rania memohon ke pembina MOS


"Iya memang surat itu buat kamu dan kamu boleh simpan, tapi peraturannya harus dibaca Rania" Jawab pembina MOS


"Ayo...ayo...ayo" Suara kehebohan kelompok Cendrawasih yang setengah mati penasaran


Rania memejamkan matanya dan menarik nafas dalam-dalam.


"Kata yang paling indah adalah nama mu, dan aku dapat merasakan ketika mulutku menyebutnya "Rania". Aku akan terus menyebutnya, apapun dan bagaimanapun aku akan berusaha. Rania adalah yang terindah"


Rania membacakan surat itu dengan jantung yang jedag-jedug, seakan-akan jantung itu ingin melompat dari tempatnya. Rania terharu membaca surat itu dan ini pertama kalinya Rania menerima surat yang sangat spesial. Rania melihat teman-teman kelompoknya satu-persatu.


"Siapapun kamu yang membuat surat ini, aku cuma mau bilang terima kasih banyak. Kamu sudah menjadikan aku orang yang spesial dan aku sangat beruntung. Terima kasih" Ucap Rania terharu dan bahagia


Semua bertepuk tangan mendengar isi surat itu.


•••


Ditempat lain


Zio menunduk ketika Rania memegang surat itu. Perasaannya campur aduk, apakah Rania mau menerima surat itu atau tidak. Ya, surat itu memang dari Zio, dia membuat surat itu yang mulai mengagumi Rania.


Matanya kembali melihat Rania yang berdiri disana ketika Rania mulai membacakan isi surat itu. Hatinya senang tapi tidak diperlihatkannya, karena Zio memang sengaja supaya tidak ada yang mengetahuinya.


Hati Zio semakin senang ketika Rania membalas suratnya, dan Rania mengatakan bahwa Rania sangat beruntung bisa mendapatkan surat sebagus itu. Dan bagi Zio Rania termasuk orang yang sangat spesial, mulai hari ini, saat ini dan detik ini juga.


"Terima kasih Rania sudah mau menerima dan membacakan surat ku. Seandainya saja aku menuliskan nama ku disurat itu apa kamu mau menerimanya?" Batin Zio

__ADS_1


🌹🌹🌹


Aku butuh komenan kalian nih guyss untuk keberlangsungan novelku. Semoga kalian menikmatinya ya guysss ❤❤❤


__ADS_2