Aksa ( And his wife )

Aksa ( And his wife )
The Rain


__ADS_3

"Keyla!" ucap Aksa dengan nada sedikit tinggi, "Bisa patuh gak kalau di bilangin suami? lanjutnya.


Keyla yang awalnya terus berontak akhirnya mulai tenang. Karena waktunya sekarang sedang tidak tepat untuk berdebat. Lagi pula dia memang kedinginan, lumayan lah berbagi jaket dengan Aksa. Toh mereka juga suami istri, jadi tidak ada yang bisa melarang.


Untuk beberapa saat mereka saling diam. Hanya menikmati suara rintik hujan serta guntur dan petir yang saling bersahutan. Entah kenapa jantung mereka kini berdetak lebih cepat, ada getaran aneh yang mereka rasakan.


Tak lama datang dua buah motor yang juga menghentikan motornya di dekat mereka dan ikut berteduh. Pipi Keyla bersemu merah menahan malu, ketika orang-orang itu terus memperhatikan dirinya dan Aksa. Sedangkan Aksa masa bodoh dengan tatapan yang di berikan orang-orang itu.


Terlihat dua orang gadis yang tampak berbisik-bisik sambil menatap Keyla. Mereka tidak sedang membicarakan Keyla dan Aksa kan? Ya pasti tidak, kita tidak boleh berburuk sangka pada orang lain.


"Sa lepasin, gue udah gak dingin," ucap Keyla berbohong, padahal sebenarnya ia sangat dingin. Hanya saja ia malu di perhatikan oleh orang-orang itu.


"Lo masih dingin, biar gini aja dulu."


Keyla menghela nafasnya jengah. Ini Aksa kenapa maksa banget mau berbagi jaket dengan Keyla. Mau modus kah? Tidak mungkin kan.


"Gue udah gak dingin Sa. Lepasin!" tegas Keyla.


Aksa menundukkan kepalanya menatap Keyla. "Yakin gak dingin?" tanya nya.


Dengan cepat Keyla menganggukkan kepalanya, "Iya yakin banget."


Aksa menatap Keyla beberapa saat sebelum akhirnya menghela nafas pelan.


"Ya udah," ucap Aksa.


Keyla tersenyum senang seraya menjauhkan tubuhnya dari Aksa. Akhirnya ia bisa bernafas lega. Beberapa menit kemudian tiba-tiba ada satu motor lagi yang menepi di tempat mereka berteduh. Kedua alis Keyla saling bertautan menatap sang pemilik motor tersebut. Nampak tidak asing.


Beberapa detik kemudian mata Keyla terbelalak kaget. "Bima?" lirihnya.


Bima membuka helmnya kemudian menyurai rambutnya yang tampak berantakan. Ia belum menyadari keberadaan Keyla di situ.


Keyla harus bagaimana sekarang, Bima tidak boleh melihatnya bersama Aksa. Bisa-bisa rahasia Keyla terbongkar. Keyla harus bersembunyi.


Keyla yang kaget kebingungan harus melakukan apa, melirik kesana-kemari mencari tempat persembunyian, namun ia tidak menemukannya. Dengan pasrah akhirnya Keyla menarik jaket Aksa dan bersembunyi di dalamnya.


"Ngapain lo? Tadi lo bilang udah gak dingin, modus lo ya," seru Aksa kaget.


"Sst diem. Ada temen gue, nanti dia ngeliat gue," bisik Keyla. Keyla menyembunyikan wajahnya di dada Aksa ketika Bima melewatinya dan berdiri tepat di sampingnya.


Aksa cukup kaget ketika kepala Keyla bersandar di dadanya. Duh kenapa Aksa jadi deg-degan begini. Pasti karena Aksa terkejut tadi, iya pasti hanya karena terkejut.


"Yang mana temen lo?" Aksa melirik kesana-kemari mencari keberadaan orang yang Keyla sebut teman itu.


"Di samping gue," balas Keyla berbisik."


Aksa melirik Bima yang sedang diam seraya menatap lurus ke depan.

__ADS_1


"Yang pakai Hoodie warna hitam?"


"Iya. Udah jangan lo perhatiin terus, nanti dia curiga."


"Hm," Aksa mendongakkan kepalanya, menatap langit yang masih terus meneteskan air matanya. Entah sampai kapan mereka harus menunggu, dan dalam posisi seperti ini.


Keyla mengedip-ngedipkan matanya, bisa-bisanya di keadaan seperti ini matanya malah mengantuk. Kehangatan yang ia rasakan, di saat hujan begini membuat matanya mengantuk.


Aksa menundukkan kepalanya menatap Keyla yang hampir tertidur. Aksa berdecih pelan seraya memiringkan senyumnya.


"Enak ya nyender di dada gue, sampai mau tidur? Sekalian modus kan lo?" cibir Aksa yang membuat Keyla menatapnya tajam.


"Apa lo bilang? Modus? Mimpi aja lo!" tajam Keyla.


"Bukannya lo ya yang seneng?" Keyla menempelkan telinganya ke dada Aksa, "Buktinya lo deg-degan dekat gue."


"..."


...💍...


pukul 17:15


Setelah sempat terjebak hujan, akhirnya Aksa dan Keyla sampai di rumah orang tua Aksa. Ayudia menyambut anak dan menantunya dengan senang.


"Assalamualaikum."


"Alhamdulillah gak ma, tadi kita neduh dulu," balas Aksa sembari mencium punggung tangan Ayudia.


"Mama kangen banget sama kalian," seru Ayudia senang.


Keyla mengembangkan senyumnya, "Keyla juga kangen ma."


Aksa berdecih pelan mendengar ucapan Keyla.


"Cih pencitraan," cibir Aksa pelan dan berhasil sampai ke telinga Keyla. Untung saja Ayudia tidak mendengarnya, kalau tidak bisa habis Aksa.


Keyla melirik Aksa sinis, bibirnya bergerak tanpa suara seolah-olah berkata 'ngaca woi'.


"Ya udah yuk masuk!" ajak Ayudia.


Saat sudah masuk ke dalam rumah, Aksa mengedarkan pandangannya ke penjuru rumah, mencari seseorang.


"Papa mana ma?" tanya Aksa.


"Papa kamu udah dua hari ini dinas keluar kota. Makanya mama suruh kalian nginep di sini, biar sekalian mama ada teman," balas Ayudia.


Aksa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya sambil ber oh ria.

__ADS_1


"Ya udah kalian simpan dulu barangnya di kamar. Kalau mau mandi, mandi dulu. Setelah itu siap-siap kita sholat Maghrib berjamaah," ucap Ayudia.


"Iya ma. Keyla ganti baju aja deh kayaknya, soalnya sebelum pergi tadi Keyla udah mandi," balas Keyla.


Ayudia tersenyum menatap Keyla, "Iya gapapa. Gak mandi juga menantu mama tetap Masya Allah cantik kok."


Seketika wajah Keyla bersemu merah, ia tersipu malu mendapatkan pujian dari sang mertua. Aksa saja tidak pernah bilang Keyla cantik.


"Hehe mama bisa aja," Keyla melirik Aksa sekilas kemudian kembali menatap Ayudia, "Hm kalau gitu Keyla ke kamar dulu ya ma."


"Ya udah gih ke kamar."


"Aksa ke kamar dulu ma," pamit Aksa.


"Iya."


Ayudia tersenyum senang menatap punggung Aksa dan Keyla yang mulai menjauh. Sampai sekarang ia masih tidak menyangka putranya sudah menikah. Di tambah ia bisa mendapatkan menantu sebaik Keyla. Dari awal Ayudia kenal Keyla, saat ia mengajarkannya mengaji dulu.


Ayudia memang sudah suka melihat Keyla, karena Keyla anak yang baik dan sopan. Beruntung sekali putranya, mendapatkan istri seperti Keyla.


...💍...


"Astaghfirullah," reflek Keyla menutup matanya dengan telapak tangannya, ketika melihat Aksa yang sedang membuka bajunya.


"Aksa bisa gak sih kalau mau buka baju bilang-bilang dulu!" kesal Keyla masih dalam posisi menutup matanya, sedangkan oknum yang di marah kan itu tidak perduli dan tetap membuka bajunya dengan santai.


"Apaan sih gak jelas lo, udah sah juga. Sok-sokan gak mau liat, padahal doyan lo," seru Aksa santai seraya membuka lemari pakaian.


"Doyan mata lo!" Keyla membalikkan tubuhnya membelakangi Aksa, "Udah buruan pakai baju, lama amat."


"Udah nih," ucap Aksa.


"Udah?"


"Iya udah."


Keyla membuka matanya dan membalikan tubuhnya menghadap Aksa. Namun yang di lihatnya bukan Aksa yang sudah memakai baju, namun Aksa yang bertelanjang dada menunjukkan badan atletisnya.


"Astaghfirullah," lagi-lagi Keyla menutup matanya, "Bohongin gue lo, katanya udah tadi!"


Aksa tertawa puas setelah menjahili Keyla. Ternyata menjahili Keyla seru juga. Aksa berjalan mendekati Keyla, rasanya ia ingin menjahili gadis itu lagi.


"Ngapain tutup mata segala. Yakin lo gak mau ngeliat badan gue yang sixpack ini," goda Aksa.


"Diem Sa, buruan pakai baju sana."


Aksa memegang tangan Keyla, berniat menjauhkan tangan gadis itu dari matanya.

__ADS_1


"Yakin nih gak mau liat? Aurora aja belum pernah liat."


__ADS_2