Aksa ( And his wife )

Aksa ( And his wife )
One night


__ADS_3

Keyla sudah bersiap-siap mengambil bantal dan selimut, kemudian meletakkannya di lantai samping kasur. Aksa yang melihatnya pun mengernyit heran.


"Mau ngapain lo?" tanya Aksa.


"Tidur," jawab Keyla seraya menatap Aksa dengan wajah polosnya.


Aksa menghela nafasnya pelan, "Kenapa tidur di situ?" Aksa menepuk-nepuk bagian kasur di sebelahnya, "Sini naik, tidur di kasur!"


"Lo gimana?" tanya Keyla.


"Maksudnya lo tidur di mana?" ralatnya.


"Ya di kasur juga lah, kan itu gunanya kasur. Kenapa? Takut gue ngapa-ngapain lo?" Aksa tersenyum miring, "Tenang aja, gue gak bakal ngapa-ngapain lo. Gak bakal dan gak akan pernah."


Keyla menatap Aksa diam, hatinya terenyuh mendengar perkataan Aksa. Kata-kata Aksa kali ini, sangat meyakinkan dan sudah pasti menyakitkan. Keyla menyadarkan dirinya, berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja. Matanya sangat mengantuk, sehingga tidak ada lagi tenaga untuk berdebat dengan Aksa.


Keyla yang semula sudah duduk di lantai pun bangkit dan naik ke atas kasur. Keyla tidak menyangka Aksa mau berbagi kasur dengan dirinya. Karena alasan Keyla memilih tidur di lantai adalah, karena ia pikir Aksa tidak mau berbagi kasur dengannya.


Aksa meletakkan guling di tengah-tengah mereka sebagai pembatas. "Nih batasnya ya, awas aja lo ngelewatin batas ini," ucap Aksa.


"Iya," saut Keyla malas, karena matanya benar-benar mengantuk sekarang. Ia merapikan posisi bantalnya dan bersiap-siap untuk membaca doa tidur.


"Jilbab lo gak di lepas?" baru juga Keyla membaca basmallah tapi Aksa sudah mengajaknya berbicara lagi.


Jujur saja selama mereka menikah Aksa tidak pernah sekali pun melihat Keyla tidak menggunakan jilbab di depan Aksa. Ya itu semua karena Keyla hanya melepaskan jilbabnya saat di kamarnya saja.


Keyla menundukkan kepalanya menatap jilbab yang ia pakai. "Oh iya," seru Keyla tangannya mulai bergerak melepaskan jilbabnya perlahan.


Sedangkan Aksa membaringkan tubuhnya dengan santai, sambil mengirimkan pesan pada sang pacar. Ia sama sekali tidak penasaran bagaimana penampilan Keyla jika tidak menggunakan jilbab. Yang ia pikirkan sekarang adalah Aurora. Aksa sangat sedih karena tidak bisa malam mingguan dengan sang pacar. Dan lagi dia harus terjebak, di kamar bersama Keyla. Benar-benar menyesakkan.

__ADS_1


Tak lama bau harum shampo menyeruak ke dalam hidung Aksa, ketika Keyla mengibaskan rambutnya. Atensinya yang semula tertuju pada layar ponsel kini beralih pada Keyla. Aksa sempat di buat terpesona beberapa saat kepada Keyla. Rambut bergelombang panjang berwarna hitam milik gadis itu, benar-benar membuatnya tampak cantik. Namun Aksa berusaha untuk tidak mengakui itu.


Keyla yang sedang menyisir rambutnya dengan jari jemarinya, mengernyit heran ketika ia mendapati Aksa menatapnya tanpa berkedip.


"Woi, kenapa lo?" Keyla mengibas-ngibaskan tangannya di depan Aksa, "stroke kah?" tanya Keyla asal.


Aksa mengedipkan matanya seraya menggelengkan kepalanya pelan. "Gak, gapapa," ucap Aksa kemudian kembali menatap layar ponselnya.


Keyla hanya mengedikkan bahunya acuh tak acuh. Lebih baik ia tidur sekarang.


...💍...


Keyla terbangun karena merasakan nafasnya sedikit sesak. Masih dalam keadaan mata tertutup, ia yang semula berbaring menghadap Aksa, ingin membalikkan tubuhnya agar terlentang. Namun pergerakannya terhenti ketika ia merasakan ada sebuah tangan melingkar di perutnya.


Dengan cepat Keyla membuka matanya, kesadarannya kembali sepenuhnya. Ia menundukkan kepalanya dan mendapati Aksa yang tidur sambil memeluk dirinya. Wajah cowok itu di dada Keyla. Ternyata ini penyebab Keyla sesak nafas.


Tubuh Keyla mendadak kaku. Tubuhnya benar-benar tidak bisa bergerak karena Aksa memeluknya. Apa-apaan ini, padahal Aksa sendiri yang bilang jangan melewati batas yang telah ia buat. Tapi ternyata Aksa sendiri yang telah melewati batas itu. Ia pikir Keyla ini guling apa.


Tidak bisa, Keyla tidak bisa berlama-lama seperti ini. Keyla harus lepas dari pelukan Aksa. Tapi bagaimana caranya, kalau Keyla langsung mendorong tubuh Aksa. Nanti Aksa bisa terbangun.


Keyla menarik nafasnya panjang kemudian menghembuskannya perlahan, berusaha untuk tenang. Keyla mengangkat kepalanya, ingin melihat jam di dinding.


"Udah jam empat lewat. Sebentar lagi adzan subuh," gumam Keyla pelan.


Bagaimana ini? Apa Keyla tunggu sampai adzan subuh saja ya. Aksa kan pasti bangun untuk sholat subuh. Nah saat Aksa bangun, Keyla akan pura-pura tidur. Karena jika mereka sama-sama terbangun dalam keadaan seperti ini, Keyla tidak bisa membayangkan bagaimana, betapa malunya Aksa.


Selama menunggu adzan subuh tiba, Keyla sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa. Tubuhnya tidak leluasa untuk bergerak, detak jantungnya juga sedang tidak normal sekarang.


Keyla menundukkan kepalanya, menatap wajah Aksa yang tertidur pulas. Wajah tanpa suaminya yang sedang tertidur itu, membuat Keyla terpesona untuk beberapa saat.

__ADS_1


"Bulu matanya panjang dari pada bulu mata gue," gumam Keyla. Tangannya terulur menyentuh bulu matanya panjang milik Aksa.


Tanpa sadar senyum Keyla mengembang, memperhatikan wajah sang suami. Wajah tenang Aksa saat tidur ini akan berubah menyebalkan saat lelaki itu bangun. Aksa hanya akan menunjukkan senyum manisnya pada Aurora, jika pada Keyla ia hanya menunjukkan ekspresi wajah tak suka dan benci.


Tak lama adzan subuh berkumandang.


"Udah adzan," Keyla menatap Aksa, memastikan apakah lelaki itu akan bangun setelah mendengar suara adzan.


Dan benar saja tubuh Aksa bergerak, perlahan ia membuka matanya. Keyla yang melihat hal itu langsung berpura-pura tidur. Sedangkan Aksa terbelalak kaget ketika mengetahui bahwa dirinya tidur sambil memeluk Keyla.


"Astaghfirullah," kaget Aksa seraya menjauhkan tubuhnya dari Keyla.


"Kok gue bisa meluk dia sih?" gumam Aksa masih kaget.


"Dia gak bangun kan?" Aksa memperhatikan Keyla dengan seksama, memastikan bahwa gadis itu tidak bangun. Jika Keyla tahu Aksa tidur sambil memeluknya, bisa malu Aksa.


Tiba-tiba saja suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Aksa.


"Assalamualaikum Aksa. Nak kamu sudah bangun belum. Ayo siap-siap kita sholat subuh berjamaah di masjid," ucap Farzan dari balik pintu.


"Iya pa tunggu sebentar. Aksa siap-siap dulu," Aksa beranjak dari tempat tidurnya dan langsung bergegas menuju kamar mandi.


"Ya sudah papa tunggu di bawah ya," setelah itu tidak ada lagi suara Farzan dari luar sana.


Tak perlu waktu lama, Aksa sudah siap dengan baju Koko dan sarung serta peci yang ia pakai. Membuat ketampanannya bertambah dua kali lipat. Saat hendak keluar kamar, Aksa melirik Keyla yang masih belum bangun. Ia mendekati gadis itu dan menepuk bahunya pelan.


"Woi bangun sholat subuh!" setelah mengatakan hal itu tanpa memperdulikan sudah bangun atau tidak, Aksa langsung berlalu pergi.


Setelah memastikan keadaan aman, perlahan Keyla membuka matanya. Ia mengibaskan selimutnya dengan kesal.

__ADS_1


"Memang begitu ya cara bangunin istri buat sholat? Gak ada kata-kata lain apa?" Keyla berjalan ke kamar mandi sambil menggerutu kesal.


"Woi bangun sholat subuh! Apaan begitu? Stres!"


__ADS_2