
"Yakin nih gak mau liat? Aurora aja belum pernah liat loh."
"Aw aw aw sakit sakit woii!" pekik Aksa karena Keyla tiba-tiba saja mencubit perutnya dengan kuat, tentu saja dalam keadaan mata tertutup.
Setelah puas mencubit perut Aksa, baru lah Keyla berhenti. Siapa suruh dia terus terusan menggoda Keyla.
Aksa mengelus bekas cubitan Keyla di perutnya yang mulai membiru. "Lo apaan sih, tiba-tiba nyubit orang sembarangan. Sakit bego!" kesalnya.
"Siapa suruh jahilin gue terus. Cepat pakai baju lo! Atau mau gue cubit lagi?"
"Iya iya ah elah. Gak bisa di ajak bercanda banget sih lo," Aksa memasang bajunya sambil sesekali melirik Keyla malas. Setelah itu ia juga mengganti celananya.
Kalau tahu begini, ia tidak akan menggoda Keyla tadi. Niat bercanda, malah kena batunya Aksa.
"Udah nih," ucap Aksa.
"Beneran udah kan?" tanya Keyla memastikan.
"Bener," jawab Aksa malas.
"Awas aja bohong, gue hajar lo ntar."
"Gak, Ya Allah."
Perlahan Keyla membuka matanya dan ya Aksa sudah mengganti baju dan celananya.
"Noh liat, gak bohong kan gue?" Aksa berjalan menuju kasur dan langsung merebahkan tubuhnya. Sembari menunggu waktu maghrib tiba, ia ingin beristirahat sejenak.
Keyla hanya berdehem kemudian mengeluarkan pakaiannya dari dalam tas yang ia bawa. Kalau Aksa sih tidak ada membawa pakainya, soalnya di sini pakaian Aksa juga masih banyak.
Aksa melirik Keyla yang sudah bersiap membawa pakaiannya menuju kamar mandi.
"Mau ngapain lo?" tanya Aksa.
Keyla memutar bola matanya jengah, Aksa ini kenapa kepo sekali. Biasanya juga dia tidak sekepo ini.
"Ganti baju lah," balas Keyla sedikit sewot, entah kenapa hari ini emosinya sedikit sulit di kendalikan.
"Di kamar mandi?" tanya Aksa lagi.
"Iya."
"Kenapa gak di sini aja?"
Lagi-lagi Keyla menghela nafasnya jengah, "Lo aja ada di sini, gimana gue mau ganti baju."
__ADS_1
"Emang kenapa? Kita kan udah sah, lagian gue juga gak nafsu ngeliat bada...."
Puk
Sebelum Aksa menyelesaikan kata-katanya, Keyla lebih dulu melemparkan tumpukan pakaiannya ke wajah Aksa.
Aksa menyingkirkan pakaian Keyla dari wajahnya dengan kesal. "Lo apa-apaan sih, main lempar-lempar sembarangan!" kesalnya.
Keyla mengambil pakaiannya seraya menatap Aksa dingin. "Lain kali kalau ngomong pikir-pikir dulu!" tajam Keyla kemudian masuk ke kamar mandi.
"Cih dasar cewek sok jual mahal!" kesal Aksa.
Aksa tidak tahu saja bahwa kata-katanya barusan, sangat menusuk dada Keyla. Ia tidak tahu bahwa kata-katanya itu telah menyakiti perasaan seorang istri yang tak di anggap nya.
...💍...
Pukul 20:10
Ayudia, Aksa dan Keyla sedang bersantai di ruang keluarga, sambil mengobrol-ngobrol ringan. Tampak bahagia sekali bukan, keluar kecil ini.
"Semenjak kalian sudah menikah, rumah jadi sepi. Di tambah papa sering keluar kota, mama jadi sendiri di rumah. Ya ada sih bik Sari sama mang Nurdin, tapi kan beda," curhat Ayudia pada anak-anaknya.
"Mama tenang aja, insya Allah kita bakalan sering-sering main ke sini. Biar mama gak sepi," Aksa melirik Keyla sambil tersenyum, "Iya kan Key?"
Keyla mengangguk, "Iya, mama jangan sedih. Insya Allah kita bakalan sering-sering main ke sini. Kalau Aksa gak sempat, Keyla bisa pergi sendiri ke sini."
Aksa dan Keyla mengernyit.
"Rencana apa ma?" tanya Keyla penasaran.
"Kami berencana, kalau masih di kasih kesempatan sama Allah. Kita mau nambah anak lagi," jawab Ayudia dengan senyum lebar.
Di bandingkan Keyla yang turut senang mendengarnya, Aksa malah terbelalak menatap Ayudia tak percaya.
"Mama yang benar aja, mama sama papa kan udah tua. Masa mau nambah anak lagi," seru Aksa.
Ayudia menyentil bibir Aksa gemas.
"Aw sakit ma," ringis Aksa seraya mengelus bibirnya yang nyut-nyutan.
"Mama belum tua-tua amat kok, baru juga 38 tahun," Ayudia mengibas kerudungnya ke belakang, "Nih liat masih Masya Allah cantik mama?"
Keyla terkekeh pelan melihat mertuanya. "Iya dong, mama Masya Allah cantik banget, awet muda lagi," Keyla menggenggam tangan Ayudia, "Keyla sih seneng-seneng aja kalau mama sama papa mau nambah anak, jadikan Keyla bisa ngerasain punya adek hehe."
Aksa melirik Keyla sinis. "Adek gue, bukan adek lo!" bisik nya yang hanya di balas tatapan sinis oleh Keyla.
__ADS_1
"Tuh liat Keyla aja seneng, masa kamu gak," seru Ayudia pada Aksa.
"Iya, maksud Aksa tuh. Mama sama papa kan udah tua, nanti malah ke susahan harus ngerawat anak lagi. Kan di masa tua, waktunya bersantai-santai," jelas Aksa lembut.
"Mama sih gak kesusahan, malahan seneng. Lagian itu kan baru rencana dan kalau di berikan kesempatan sama Allah. Ya kalau gak, kami bisa apa," balas Ayudia kemudian menyesap teh manis yang sudah di buat kan oleh bik Sari.
Aksa tersenyum tipis seraya mengangguk-anggukkan kepalanya, tangannya juga terulur mengambil segelas teh manis.
Ting tong
Suara bell rumah mengalihkan perhatian mereka.
"Siapa tuh?" tanya Aksa.
"Biar Keyla cek," Keyla hendak berdiri namun di tahan oleh Ayudia.
"Gapapa gak usah, itu udah ada bik Sari yang bukain," ucap Ayudia seraya melirik bik Sari yang sudah bergegas keluar.
Beberapa saat kemudian mereka di kejutkan dengan kedatangan Farzan, yang katanya baru akan pulang dua hari lagi. Tapi sekarang dia sudah ada di depan mereka.
"Assalamualaikum," ucap Farzan dengan senyum sumringah.
"Walaikumsalam," balas mereka.
"Papa kok udah pulang? Katanya dua hari lagi baru pulang?" tanya Ayudia bingung sekaligus senang karena sang suami pulang lebih awal.
"Oh jadi gak senang nih, papa pulang awal?" ucap Arzan memasang tampang sedih.
Ayudia mendekati sang suami, mencium punggung tangannya dan membantu membawa tasnya.
"Bukan gitu maksudnya pa. Papa bilang kan dua hari lagi baru pulang, tapi tiba-tiba pulang hari ini. Gak ngabarin mama dulu," jelas Ayudia.
"Ya papa kan sengaja pulang cepat, takut mama kesepian di rumah. Sekalian mau kasih surprise juga untuk mama. Sebentar papa ada sesuatu."
"Sesuatu apa pa?" bingung Ayudia, keningnya mengernyit heran ketika Farzan hendak mengeluarkan sesuatu dari dalam jas yang ia pakai.
"Tada papa ada bunga buat mama," Farzan mengeluarkan setangkai bunga mawar yang membuat Ayudia tersenyum senang.
"Wah makasih banyak pa," Ayudia mengambil bunga mawar itu dan memeluk Farzan hangat.
Farzan membalas pelukan sang istri dengan senang, "Sama-sama sayang."
Tanpa mereka sadari, keromantisan mereka ini di saksikan oleh Aksa dan Keyla sedari tadi. Inilah definisi dunia serasa milik berdua, yang lain mah ngontrak.
"Ekhem," Aksa berdehem ingin memberitahukan keberadaannya. Karena sepertinya saat ini dirinya bagaikan mahluk astral.
__ADS_1
Sedangkan Keyla hanya menatap mereka, seraya tersenyum tipis. Yang romantis-romantis siapa yang senyum-senyum siapa (. ❛ ᴗ ❛.)