AKU

AKU
sepuluh


__ADS_3

2️⃣0️⃣🆙️


sepulang dari cek kandungan, badanku terasa lemas sekali.


"ternyata hamil tidak semudah yang ku bayangkan, nafas enggos2an, perut semakin membesar semakin berat, mau beraktifitas susah, kalau tidak bekerja bagaimana aku hidup, tidak mungkin aku membuat bibiku untuk menanggungku disini, belum dengan keadaanku hamil bisa bisa bibiku menyuruhku untuk mengugurkannya, aku mempertahankan kehamilanku ini, agar tuan wijaya sadar, bahwa aku hamil saja ku pertahankan walau berat dijalani, aku tetap disini biar tuan wijaya tahu kalau aku setia melayani kapanpun bagaimanapun keadaanku tuan wijaya minta tanpa adanya penolakan. akhirnya suatu saat nanti tuan wijaya akan bertanggung jawab atas pengorbananku dan menikahiku karena anak-anak kami nanti juga butuh bapak" dalam hati


ku lihat bekas makan malam tuan wijaya dan istrinya belum di beresakan, belum lagi jadwal hari ini menyetrika baju. ku lihat sudah pukul 21.54 mondar mandir untuk membereskan meja makan saja rasanya nafas naik turun.


"begini rasanya hamil, masih 13 minggu saja seperti ini rasanya, dan kenapa tiba-tiba perut bagian bawah kaku gini, kalau aku tidak membereskan pekerjaanku, bisa-bisa bu novi memberhentikanku bekerja, aku harus kuat" gumamku


ku lihat pukul 23.01 baru selsai menyetrika, aku ingat pak darman tadi menginginkanku, tapi aku lelah sekali. ya sudah mungkin tuan wijaya juga sudah tidur, aku akan ke kamar pak darmanto untuk membalas budi yang telah mau mengantarku dan mengaku menjadi suamiku di depan dokter tadi.


pintu kamar di buka tuan wijaya


"tuan" kataku kaget


"ayo, layani aku" perintah tuan wijaya


kamipun melakukan hubungan terlarang. semakin lama melakukannya, malam ini rasanya aku tak kuat tapi tuan wijaya terus memaksaku


"tuan, cukup. saya tak sanggup, cukup tuan perut saya sakit, terasa sakit tuan"

__ADS_1


"sudah tidak usah banyak alasan"


"sakit, tuan"


"sudah dibilang gugurkan saja"


"tidak, tuan"


"kalau masih mengeluhkan sakit, saya panggilakan dokter biar digugurkan kandunganmu"


"jangan, tuan. jangan. saya akan turuti dan melayani tuan"


"layani, aku"


----


jam di kamarku menunjukkan pukul 04.43. aku ingat pak darmanto. aku ingin membalas budi tapi takut perutku tiba-tiba sakit.baiklah aku kan ke kamar pak darmanto takutnya nanti menungguku. dan aku berjalan menuju kamar pak darmanto. ku ketuk pintu kamar pak darmanto, langsung saja dibuka


"asih, masuk. ayo nanti takut ketahuan tuan atau nyonya"


aku pun langsung masuk ke kamar

__ADS_1


"maaf, pak darmanto. saya kecapekan."


"ayo, bisa dimulai sekarang asih."


"saya, takut sakit kalau berhubungan"


"sudah tidak usah takut, rasakan saja kalau nanti sakit bisa berhenti"


akhirnya kami berdua melakukan hal yang terlarang untuk yang pertama kali. akhirnya kami selsai melakukannya.


"bagaimana, asih.sakit?" tanya pak darmanto


"tidak" ku jawab dengan tersenyum, permainan pak darmanto lebih cenderung halus dari pada tuan wijaya yang kasar dan lama


"kalau, butuh saya, langsung saja tidak usah sungkan, asih."


"bagaimana, kalau istri pak darmanto tahu?" tanyaku ke pak darmanto


"karena istri di kampung tidak tahu asih, kita melakukannya disini, kalaupun suatu saat tahu, saya minta maaf, kalau tidak mau memaafkan, maunya nanti apa?, kalau mau pisah ya tidak apa-apa lagian kami belum punya keturunan, kan bisa nikahi, asih. nanti saya minta izin tuan kalau mau nikah sama asih, kan lebih enak kita sama-sama kerja disini"


kalau pak darmanto pisah sama istrinya, bisa-bisa rencanaku gagal untuk mendapatkan tuan wijaya.

__ADS_1


"sudah, saya mau kembali ke kamar sebentar lagi harus menyiapkan sarapan untuk tuan dan nyonya"


pak darmanto tersenyum mengembang aku langsung keluar takut kalau ketahuan, bisa-bisa aku dinikahkan dengan pak darmanto.


__ADS_2