AKU

AKU
tujuh


__ADS_3

2️⃣0️⃣🆙️


"siapkan air hangat mandiku, asih" bisik tuan wijaya yang masih ada di sampingku


"ya, tuan" jawabku singkat, merasa terhina tapi takut untuk menangis, bisa-bisa jika ku menangis tuan wijaya akan menyakitiku lagi.


"ya sudah masak gulai kambing, jangan lupa bersihkan sprei yang terkena noda darahmu"


"ya, tuan"


aku akan mengambil baju tetapi tuan wijaya mencegah


"sudah, tidak usah pakai baju dulu, siapkan air mandi untukku dan langsung memasak, aku lapar"


"ya, tuan" aku berjalan ke arah kamar mandi dengan langkah yang tidak bisa aku jelaskan karena ada rasa seperti mengganjal nyerih dan pedih di bawah sana


 


setelah memasak ku siapkan makanan gulai kambing sesuai resep catatan yang sudah bik siti tuliskan untukku.


"terimakasih bik siti sudah tertulis rapi resep resep masakan keluarga adi wijaya" ku ucapkan lirih sendiri. disisi lain ada rasa nyeri di hati ini karena kejadian sore yang telah aku lakukan, aku hanya meratapinya


kenapa aku tidak lari?


kenapa aku tetap disini?


kenapa terasa berat?


 

__ADS_1


ku lihat tuan wijaya sudah makan malam, dan ku bersihkan meja makan


pukul 19.40, aku mengecek memastikan pintu gerbang sudah terkunci, pintu-pintu dan jendela-jendela aku kunci, aku masuk ke kamar dan ku kunci pintu kamar yang aku tempati. takut kalau tuan wijaya akan melakukan hal yang tak ingin aku lakukan.


sayup-sayup terdengar suara kaki berjalan yang semakin terdengar dan berhenti di depan pintu, suara tuan wijaya


"asih, buka pintunya"


aku ketakutan, aku tidak berani menjawab


"jika kamu tidak buka pintunya, saya pastikan kamu tahu apa maksutku, aku akan lebih kasar dari yang telah aku lakukan"


"ya, tuan" spontan aku langsung membuka pintu


"layani, aku"


"ya, tuan" aku tidak bisa menolak karena takut


"ya, tuan" aku bergegas ke dapur untuk mengambil air putih di gelas.


 


ku sodorkan gelas pada tuan wijaya.


kulihat tuan wijaya meneteskan beberapa tetes ke gelas tersebut


"minum, habiskan"


"tapi, tuan"

__ADS_1


"minum, asih" bentaknya


aku langsung meraih, gelas tersebut dan meminumnya, ku habiskan seluruhnya.


tuan wijaya memandangiku sambil tersenyum mesum padaku.


"10 menit, aku tunggu kamu di kamarku, kamu tahu itu tadi apa?"


aku hanya menggelengkan kepala


"itu obat perangsang, ha ha ha ha"


tuan wijaya tertawa sambil keluar meninggalkan kamarku. aku hanya mematung. lama kelamaan hawa terasa panas, tak tahu kenapa hasratku ingin melakukannya, aku tak tahu sudah berapa menit, aku berjalan menuju kamar tuan wijaya


"tok tok tok, tuan"


tiada jawaban ku buka gagang pintu tanpa ada perintah dan ku tutup kembali ku lihat tuan wijaya tersenyu penuh kemenangan


"kenapa, asih?"


"saya" aku terdiam karena rasanya aku ingin, ada sesuatu yang tak bisa aku lakukan


"lepaskan, seluruh bajumu." perintah tuan wijaya


tanpa rasa malu, aku langsung melepas kaos, rok dan seluruh dalaman yang aku kenakan. aku mendekat ke tuan wijaya. ku lihat tuan wijaya juga menelan pil yang tak ku ketahui, pil tersebut.


"sini, buka celanaku dan emxt senjataku"


aku langsung mengikuti perintah tuan wijaya

__ADS_1


akhirnya, aku melakukan hubungan terlarang dengan tuan wijaya dan aku menikmatinya tanpa rasa menyesal. dan sampailah kami dalam puncak hubungan terlarang itu dan ku ulang-ulang sampai tiga kali permainan semalam dan ku lihat tuan wijaya meminum pil, mungkin itu pil kuat atau penambah stamina


kamipun berdua tidur layaknya suami istri di kamar tuan wijaya


__ADS_2