
2️⃣0️⃣🆙️
"kenapa, ngepelnya berhenti?" sentak bu novi
"capek, nyonya" jawabku
"capek-capek, apa sudah tidak mau bekerja"
"mau, nyonya"
"mentang-mentang hamil, jadi malas-malasan"
"maaf, nyonya. memang saya lagi terasa capek sekali, di tambah perut semakin membesar, susah untuk jongkok ngepel"
"alasan saja, sering ngepel jongkok itu tambah mempermudah nanti ketika persalinan"
"benarkah, nyonya?"
"ya lah, kan uda berpengalaman melahirkan. eh ngomong-ngomong semalem periksa ke dokter bagaimana hasilnya?"
"kata dokter janin saya sehat, nyonya"
"trus"
"saya hamil kembar, nyonya"
__ADS_1
"kembar.. aku tidak pernah punya anak kembar lagian, pihak keluarga juga tidak ada yang memiliki anak kembar"
"tuan wijaya yang telah menghamiliku nyonya, yang membuat saya hamil kembar adalah suami nyonya, tuan wijaya" dalam hati
"saya juga tidak tahu bisa kembar, nyonya"
"ya, bisa saja keturunan dari pihak pacar kamu, kalau di keluargamu tidak ada yang kembar"
"ya, nyonya"
"usia kehamilanmu sudah berapa bulan?"
"perkiraan kata dokternya sekitar 13 mingguan"
"13 minggu berarti 3 bulanan."
"ya, nyonya"
"saya sanggup, nyonya. tapi tolong di maklumi tidak bisa cepat seperti biasnya"
"ya, sudah yang penting rumahku bersih, sarapan makan tersaji"
"ya, nyonya"
"kamu itu masih mudah, sudah rusak, mana ada yang mau nanti nikah sama kamu, sebelum nikah udah punya anak, siapa yang mau nikah sama kamu?"
__ADS_1
aku terdiam, padahal yang merusak aku adalah suaminya sendiri, andai saja aku bicara semua sesuai kenyataan mungkin diri bu novi kan hancur
"cari pasangan itu kayak aku dan suamiku, serasikan?"
"ya, serasi nyonya" jawabku
"kami hidup bersama hampir 30 tahun, tapi pernikahan kami tetap tetap aman kan, tidak ada perselingkuhan, karena suamiku tipe orang yang setia."
"benar begitu, bagaimana nyonya tahu?" bu novi belum tahu betapa ketidak tahuannya tentang hubungan aku dan suaminya
"selama ini, kami selalu terbuka, aku sering cek-cek hpnya, tahu jadwal di perusahaannya, apalagi sering saya tinggal bolak balik tidak ada tanda-tanda selingkuh juga"
"beruntung sekali, nyonya, padahal banyak sekali laki-laki menghianati pasangannya"
"tentu donk, meskipun kami dibilang sudah tua, tapi komitmen tetap ada"
"jadi iri dengan, nyonya. bisa komitmen sampai tua"
"kamu tahu, sudah setahun yang lalu tidak mengalami menstruasi atau monopouse, meskipun hubungan ranjang kami menurun, kami tetap baik-baik saja, kerja juga tidak harus di kejar, yang penting sudah ada untung perusahaan, ya tidak ngoyo"
"begitu iya nyonya, bukannya kalau masalah ranjang orang laki-laki itu nomer satu"
"kata siapa? buktinya suami saya tidak menuntut, kalau mau oke, ga mau oke"
"bisa di contoh,nyonya. kalau nanti saya cari suami seperti tuan wijaya"
__ADS_1
"ya harusnya cari suami kayak suamiku, tapi lihat dirimu, siapa yang mau dengan wanita yang sudah rusak duluan, hamil tanpa suami, belum nanti ada anak, siapa yang mau menanggung biaya hidup anak anakmu, sudah jangan mimpi yang tinggi-tinggi, lanjutin ngepelnya"
"baik, nyonya"