Aku berbeda

Aku berbeda
Keajaiban


__ADS_3

Kemudian Lily pun mulai memfoto mobil mobil milik Om Didi satu persatu, hingga tidak terasa menunjukkan pukul 12.00 WIB siang, dan Lily pun mulai memposting foto foto mobil tersebut diberbagai laman akun jual beli di media sosialnya. Tidak lama kemudian ada beberapa pesan masuk..


Tingg..


Suara bunyi pesan masuk melalui akun media sosialnya.


"Halo mbak, mobilnya masih ada?.. " Kata salah satu calon pembeli dalam pesan tersebut.


"Kalau mobilnya masih ada saya meluncur mbak minta sherlock nya. " Ucap calon pembeli lainnya.


"Halo mbak minat mobilnya dong, mau lihat dulu boleh. " Ucap calon pembeli lainnya.


Degg..


jantung Lily berdetak keras, seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan.. padahal baru diposting, langsung ada yang mau membeli..


"Ada apa nduk, jangan melamun.. kalau ada pembeli dijawab dulu biar pembelinya tidak menunggu, siapa tahu rejekimu nduk. " Kata Om Didi pada Lily.


"Ehh, Iiya Om.." Jawab Lily dengan kaget karena masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

__ADS_1


Setelah membalas pesan dari calon pembeli Lily pun ingin meminta ijin sebentar kepada Om Didi untuk keluar membeli makan.


"Maaf Om, boleh saya ijin keluar sebentar.. " Ucap Lily pada Om Didi.


"Lah, kan sebentar lagi pembelinya datang, tunggu disini saja, kalau lapar bisa makan disini dulu nduk.. kamu kepengen makan bakso kan, nanti biar dibuatkan sama simbok. Bakso bikinan simbok enak lo. " Ujar Om Didi pada Lily.


"Lah kok aneh, Om Didi bisa tahu aku lapar dan pengen bakso, padahal aku kan belum bilang, jangan jangan Om Didi itu bisa tahu segala hal.. hah.. " Ucap Lily dalam hatinya.


"Gimana nduk?,. " Tanya Om Didi pada Lily, karena melihat Lily melamun.


"Iiiya Om, tapi saya malu, merepotkan Om terus.. " Jawab Lily dengan pipi memerah karena merasa malu.


"Maksudnya Om. " Kata Lily penasaran dengan jawaban Om Didi.


" Nanti akan saya ceritakan, sekarang saya panggil simbok dulu biar dibikinin baksonya, kamu kalau pengen makan apa apa bilang ya nduk, gak usah malu. " Jawab Om Didi kembali pada Lily.


"Baik Om, terimakasih banyak ya, Om sangat baik, aku malah merasa merepotkan banyak. " Ujar Lily pada Om Didi.


"Om malah senang, kamu bisa membantu Om, mbok.. sini sebentar. " Jawab Om Didi seraya memanggil simbok untuk segera datang.

__ADS_1


"Iya den, ada yang bisa saya bantu den. " Jawab simbok dengan halus.


"Ini mbok, nduk Lily kepengen bakso, simbok bisa bikinin bakso untuk sekarang ndak?,. " Tanya Om Didi pada wanita tua itu.


"Bisa den, tunggu sebentar ya. " Jawab wanita tua itu seraya bergegas pergi ke dapur untuk segera membuat bakso.


**


Dan tak berapa lama kemudian, wanita tua itu kembali datang dengan membawa empat mangkok bakso lengkap dengan saos, kecap, dan sambalnya.


"Wahhh, bau nya enak sekali, simbok pintar sekali memasak. " Ucap Lily dengan spontan.


"Ah.. mbak Lily ini bisa aja. " Jawab wanita tua itu sembari malu.


"Simbok ini memang pintar masak, dan segala-galanya bagiku nduk, karena dari kecil saya sudah sama simbok. " Kata Om Didi pada Lily.


"Wahh berarti simbok disini sudah sangat lama ya, sudah hafal makanan kesukaan Om Didi. " Jawab Lily.


"Yahh, bukan cuma hafal.. semuanya tahu, ayok dimakan dulu, biar tidak keburu dingin nanti tidak enak.. simbok juga ikut makan, agus juga diajak kesini mbok.. " Ucap Om Didi.

__ADS_1


__ADS_2