Aku berbeda

Aku berbeda
Sudah Biasa


__ADS_3

"Aku tahu kamu aslinya baik kok tidak jahat, kamu pasti merasa sedih, sehingga kamu terkadang terpaksa melampiaskan kesedihanmu dengan menculik anak anak dan menganggu orang dijalan, iya kan?. " Kata Lily kembali pada hantu wanita tua itu kembali.


"Terimakasih Lily, kamu adalah mahluk paling pengertian yang pernah kutemui selama ini, selain kamu mereka hanya berusaha memusnahkanku, sedangkan aku tidak semudah itu musnah, karena dendamku masih ada didunia ini. Selama dendam ini masih ada aku tidak bisa musnah. Tetapi kalau dendam ini sudah hilang maka aku akan menghilang sepenuhnya. " Ujar hantu wanita itu kembali pada Lily.


"Bagaimana aku bisa membantumu menghilangkan dendammu selama ini?. " Tanya Lily kembali pada hantu wanita tua itu lagi.


"Dendam ini akan hilang dengan sendirinya kalau aku sendiri sudah mengikhlaskan semua yang telah terjadi padaku dulu. Tapi ini ternyata tidak mudah, dulu aku pernah mencobanya tapi tetap tidak bisa. Terkadang aku lelah menjadi jahat dan aku ingin mengakhirinya begitu saja. Kasian anakku jika menyaksikan ini semua di atas sana. Aku tidak ingin menjadi contoh ibu yang jahat bagi anakku. Walau aku tidak tahu kapan aku bisa berjumpa dengan anakku kelak. " Kata hantu wanita tua itu dengan nada sedih kepada Lily.


"Sudah jangan sedih, yang penting kamu sudah berusaha. Kalau kamu butuh teman cerita silahkan mencariku, aku siap mendengarkan segala ceritamu, oke?. " Kata Lily kembali pada hantu itu.

__ADS_1


"Oke,. Terimakasih Lily. Aku pergi dulu lain kali kita akan bertemu kembali. " Ujar hantu wanita tua itu sembari menghilang dari pandangan Lily.


Begitulah perkenalan singkat Lily dengan hantu wanita tua itu. Yap, sebenarnya Lily tidak heran dengan hantu yang sering cerita masa lalunya kepadanya. Karena Lily sudah sering terbiasa mendengarkan cerita sedih masa lalu mereka sejak Lily masih kecil, walau awalnya Lily merasa aneh dengan semua itu, tetapi lama kelamaan Lily menjadi terbiasa dengan kehadiran dan cerita cerita masa lalu mereka.


Hari hari berlalu begitu cepat, seperti biasa Lily bersekolah. Tetapi pagi itu Lily merasa selalu ada yang memperhatikan dan mengikutinya sejak dari rumah sampai di dalam kelas disekolahan. Bahkan Lily merasa ada hantu yang sengaja mengikutinya sampai dia duduk dibangku kelas, hantu itu juga mengikutinya duduk disebelahnya.


Hingga jam pelajaran pun berlangsung. Dan tiba tiba Pak Guru mengabsen semua murid, dan tiba dengan memanggil nama Lily.


"Iya Pak siap, ada. " Jawab Lily dengan tegas kepada Pak Guru sembari mengacungkan jari telunjuk untuk membuktikan bahwa dia berada dikelas.

__ADS_1


"Lalu teman teman barumu itu namanya siapa?. " Tanya Pak Guru kepada Lily sambil menunjuk


samping Lily.


"Hahh. teman yang mana Pak?. " Kata Lily sambil pura pura binggung seakan tidak tahu kalau yang ditunjuk Pak Guru adalah hantu hantu yang sering mengikutinya.


"Iya itu, teman teman baru disampingmu, yang pucat pucat mukanya. " Kata Pak Guru kembali pada Lily.


"Gak ada Pak, beneran. " Jawab Lily kembali dengan agak gugup, karena curiga Pak Guru nya mempunyai mata batin yang bisa melihat dan merasakan keberadaan hantu seperti Lily.

__ADS_1


"Ahh.. Pak Guru, jangan nakut nakutin dong Pak." Kata Ira pada Pak Guru dengan nada ketakutan.


"Apakah sekolah kita ada hantunya Pak Guru?. " Kata Toni pada Pak Guru dengan nada penasaran.


__ADS_2