
Hari berganti hari, seakan semua yang terjadi telah ditentukan. Lily selalu merasa bahwa apa yang terjadi memang sudah digariskan. makanya setiap kali sebelum ada peristiwa tertentu pasti Lily merasa seperti sudah diberikan tanda tanda terlebih dahulu. seakan akan seperti ada yang ingin memberitahukan Lily mengenai peristiwa penting apa yang akan terjadi di hari esok.
Yah, seperti kejadian kecelakaan yang terjadi di dekat rumah Lily. kejadian meninggalnya teman dan orang di sekitar tempat Lily. Mungkin bagi sebagian orang hal tersebut seperti tidak mungkin, tetapi bagi Lily hal tersebut membuat dirinya merasa tidak nyaman.
Bahkan tubuh Lily akan dingin sangat terasa dingin ketika berdekatan dengan mahluk mahluk tak kasat mata. Yups, tangan Lily terasa seperti sedang menggenggam es karena terlalu dingin, dan setiap kali berdekatan dengan mahluk mahluk tersebut, jika usianya semakin tua lima ratus tahun atau bahkan lebih dan auranya positif maka tubuh Lily tidak akan sampai gemetaran. tetapi sebaliknya, jika usia mahluk tersebut tua dan auranya negatif maka tubuh Lily akan gemetaran dan kedinginan serta membeku seperti es. Hal inilah yang membuat Lily merasa tidak nyaman.
Siang itu seperti biasa Lily bermain di sekitar rumahnya. yups, karena ini hari minggu jadi Lily libur sekolah. Tanpa sengaja ketika Lily memejamkan matanya Lily melihat dibawah tembok rumahnya ada sebuah kolam kecil. Disana mata airnya sangat jernih. Di sekeliling kolam dipenuhi tumbuhan hijau dan juga ada sebuah gua yang sudah dipenuhi lumut. Tiba tiba ada suara yang memanggil Lily.
"Lily.. Lily.. main kesini.. " kata suara itu pada Lily.
"Siapa ya?, " tanya Lily pada suara tersebut.
"Aku yang menghuni kolam disini.. " ucap suara itu kembali.
__ADS_1
"Apakah kamu ikan?, " tanya Lily kembali pada suara itu.
"Apakah kamu ingin melihatku?, " tanya suara itu kembali pada Lily.
"Kamu tidak takut padaku Ly?, " tanya suara itu lagi.
"Tidak, mengapa aku harus takut padamu, kita kan sama sama mahluk yang diciptakan Tuhan. " jawab Lily kembali.
"Baiklah kalau kamu tidak takut padaku, aku akan menampakkan diriku. " jawab suara itu.
"Apa kamu sejenis ikan?, " tanya Lily kepada mahluk tersebut.
"Aku bukan ikan, tapi aku tinggal di kolam ini sudah lama, mungkin sebelum kamu lahir. " kata mahluk itu kembali.
__ADS_1
"Berapa usiamu?, " tanya Lily kembali.
"Aku masih muda seratus lima puluh tahun. " jawab mahluk itu kembali.
"Yah, tidak heran sih.. wajah kamu masih keliatan muda seperti anak anak, tapi kamu lumayan tampan, hehe. " kata Lily.
"Masak sih, jangan jangan kamu jatuh cinta sama kau Ly?, " tanya mahluk itu kembali pada Lily.
"Nggaklah, aku tu cuma memuji kamu, karena wajah kamu memang tampan. gak ada maksud lebih. " jawab Lily kembali.
"Oohh.. kukira.. khekh, khekh, khekh, " kata mahluk tersebut sembari tertawa memamerkan taringnya pada Lily.
" Oh ya, siapa namamu kalau boleh tahu, " tanya Lily pada mahluk tersebut.
__ADS_1
"Perkenalkan, namaku Atreya. Biasa dipanggil Trey sama teman teman. " kata mahluk itu kembali pada Lily.
"Baik Trey, perkenalkan namaku Lily, aku seorang gadis pelajar SMP, yang manis dan imut. " kata Lily kembali kepada mahluk tersebut sembari tersenyum kecil memamerkan gigi depannya yang kurang rapi.