
Selama dalam perjalanan pulang, Cinta terus mengamati gerak-gerik Marshal dan Lara yang terus menerus bermesraan. Sebenarnya, hatinya terasa begitu sakit melihat sepasang kekasih itu terlihat begitu mesra. Tapi, rasanya begitu sulit memutus pandangannya dari wajah tampan Marshal, meskipun itu artinya dia harus merasakan sakit. Apalagi saat berada di dalam jet pribadi, dan secara tidak sengaja dia melihat Marshal dan Lara sedang berciuman, air matanya pun tak lagi bisa dia bendung. Dan untungnya, tak ada yang melihat tangisnya karena saat itu Arya duduk di sampingnya sedang tertidur.
Setelah menempuh perjalanan selama satu setengah jam, akhirnya mereka pun sampai di Jakarta.
"Opa, bolehkah aku dan Lara pergi berjalan-jalan dulu?" tanya Marshal saat mereka baru saja sampai di bandara.
"Mau kemana?" balas Arya.
"Cuma makan malam, Opa. Aku dan Marshal kan udah lama nggak ketemu, kita lagi pengen quality time aja Opa. Boleh kan?"
"Ya... Ya, tapi jangan pulang terlalu malam."
"Iya Opa," jawab Marshal dan Lara secara bersamaan. Mereka kemudian pergi memisahkan diri, memasuki mobil Marshal. Sedangkan Arya dan Cinta, memasuki mobil jemputan mereka. Cinta yang saat ini berada di mobil Arya, hanya bisa menatap kepergian Lara dan Marshal sambil tersenyum kecut.
"Fisik kami sama, tidak ada yang berbeda. Tapi mengapa Marshal hanya mencintai Lara? Apa aku perlu berpura-pura menjadi Lara agar dia bisa tertarik padaku?" gumam Cinta saat dia berada dalam perjalanan pulang bersama Arya.
Tak berapa lama, mereka sudah sampai di mansion. Hati Cinta rasanya begitu kacau. Saat melihat kenyataan yang ada di depan matanya, dia seharusnya berusaha untuk melupakan, namun nyatanya sangatlah sulit. Pikirannya hanya dipenuhi oleh sebuah nama, yaitu Marshal. Beberapa kali, Cinta bahkan tidak fokus, apalagi saat makan malam bersama Arya.
__ADS_1
"Cinta...."
"Cinta!" panggil Arya beberapa kali saat melihat Cinta yang melamun ketika mereka sedang makan malam.
"Cinta..."
"Oh... Oh iya Opa, kenapa kau melamun?"
"Emh..."
"Apa kau masih memikirkan kedua orang tua angkatmu?"
"Cinta, apa kau belum rela berpisah dengan orang tuamu angkatmu?"
"Bukan begitu, Opa. Aku hanya merasa semua kejadian ini sungguh tak terduga."
"Opa mengerti, Cinta. Awalnya memang tidak mudah menerima semua ini. Tapi inilah kenyataannya. Kau adalah cucu kandung Opa."
__ADS_1
"Iya aku tahu, dan Cinta juga sangat menyayangi Opa, hahahahha..."
"Hahahahaha..., lebih baik sekarang kau istirahat saja. Besok kau akan pergi ke notaris kan?"
"Iya Opa."
Cinta kemudian beranjak dari meja makan, lalu masuk ke dalam kamarnya. Dia kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang, tetapi sudah dua jam lamanya dia berada di atas ranjang itu, matanya tak kunjung terpejam. Dia kemudian duduk di atas ranjang, bertepatan dengan suara deru mobil yang berhenti.
"Sepertinya Lara dan Marshal baru pulang," gumam Cinta. Dia kemudian mengamati gerak-gerik Marshal dan Lara, sejak mereka turun dari mobil sampai mereka masuk ke dalam kamar masing-masing. Setelah melihat mereka masuk ke dalam kamar, Cinta lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian yang diberikan oleh Lara kemarin siang.
Berselang sepuluh menit setelah Marshal masuk ke dalam kamarnya, Cinta pun masuk ke dalam kamar Marshal. Dia kemudian duduk di atas ranjang sembari menunggu Marshal yang saat ini sedang berada di kamar mandi. Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi itu pun terbuka. Tampak Marshal keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.
Melihat Marshal yang keluar dari kamar mandi, Cinta lalu mendekat padanya. Melihat tubuh atletis, wajah tampan, serta rambut basah Marshal, begitu menggelitik nuraninya. Saat ini, Marshal terlihat begitu tampan, dan Cinta begitu terpesona padanya.
"Shal!" panggil Cinta. Marshal yang mengenali pakaian yang dikenakan oleh wanita yang duduk di atas ranjangnya itu adalah pakaian Lara kemudian mendekat padanya.
"Lara?" tanya Marshal sambil mendekat pada wanita itu. Cinta pun menganggukkan kepalanya dan mendekat pada Marshal, lalu memeluk tubuh atletis itu, sambil memainkan jarinya di atas dada bidang Marshal. Tak hanya sampai di situ, dia pun mulai mengecup dada bidang Marshal hingga laki-laki itu memejamkan matanya. Melihat Marshal yang mulai tergoda padanya, Cinta kemudian mengalungkan tangannya pada leher Marshal, lalu mengecup bibirnya.
__ADS_1
"Malam ini, aku ingin bersenang-senang lagi denganmu, Shal..."