
Chris menatap dian yang berjalan semakin mendekat kepadanya. dian makin tidak nyaman dengan tubuhnya, tak lama lift terbuka chris dan dian masuk ke lift itu yang hanya mereka dua didalam lift tersebut.
Dian masih bergerak gerak dan itu membuat chris curiga
"hei, kamu kenapa?"tanya chris yang melihat dian bergerak gerak risih
"panas...tolong aku...panas sekali"ucap dian sambil berusaha membuka kaos yang dipakainya
"hei jangan membuka disini nanti saja dikamarmu"ucap chris yang gugup menahan tangan dian namun membuat chris menjadi menahan hasratnya.
"tolonglah...aku...panas ini.." ucap dian kemudian langsung saja mencium bibir chris yang menurut dian itu sangat manis, dian ******* bibir chris membuat chris terkejut namun akhirnya pertahanan chris runtuh juga, chris membalas ******* dian dengan nafsu.
ehmmmmp...ehmmmmp.
makin lama ciuman chris turun keleher dian sambil mencumbu dian chria menekan tombol 50 lantai paling atas yang merupaka penthouse miliknya. mereka masih menikmati gelora yang syahdu
sesampai nya di penthouse chris langsung menggendong dian seperti koala tanpa melepaskan ciumannya menuju kamarnya
chris membaringkan dian diranjang dan mencuxxxbu kembali dian
"kamu sangat manis baby... mulai sekarang kamu adalah mililku"ucap chris sambil memandang dian
Dian yang tidak sadar hanya tersenyum yang menandakan dia menerima sentuhan chris.
akhirnya chris dan dian menikamati malam panjang sampai 4 kali membuat dian tepar jan 3 dini hari. chris memandang wajah lelah dian yang terlelap dia tidak menyangka bisa jatuh cinta pandangan pertama pada wanita yang baru saja ditemui nya tadi pagi dan sekarang dia telah menyatu dengan wanita tersebut, senyuman yang jarang chris perlihatkan selain keluarganya kini terpampang jelas sambil memandang wajah dian
"terima kasih baby...mungkin kamu tidak menyangka aku bisa jatuh cinta pada pesonamu, aku pun begitu tapi aku yakin kamu sekarang adalah milikku"ucap chris kemudian mencium kening dian dan ikut terlelap karna lelahnya
pagi hari nya dian mulai membuka matanya perlahan merasa badannya remuk dan kepalanya pusing itulah yang dirasakan dian melihat sekeliling tampak asing bukan seperti kamar hotelnya
"dimana ini, ini bukan kamar ku? gumam dian yang bingung dan masih memandangi sekeliling dan akhirnya dian melihat siluit pria yang sedang tertidur tanpa sehelai benangpun disampingnya dian langsung kaget dan menutup mulutnya yang ingin berteriak
"apa yang terjadi? siapa dia? mengapa dia tidak memakai baju?banyak pertanyaan dian yang masih kaget lalu makin kaget ketika dia menyadari dia juga tidak memakai pakaian.
"astaga apa yang aku lakukan semalam dengan pria ini?gumam dian sambil mengingat apa yang terjadi kemudian muncul bayangan dia sedang bercumbu dengan pria itu dan dian langsung mengingat semuanya termasuk dia yang mencium pria itu duluan didalam lift dan menggodanya
"aku yang menggodanya..huffft apa yang terjadi semalam y kenapa bisa aku tidak sadar? gumam dian lagi lalu melihat jam di dinding menunjukan pukul 7 pagi
"sudah jam 7aku harus bergegas pesawat akan terbang jam 9" gumam dian lalu bangkit kekamar mandi
beberapa saat keluar dari kamar mandi dian melihat chris masih terlelap.
"syukurlah dia masih terlelap, aku bisa pergi diam diam dan melupakan yang semalam, dia tidak bersalah jangan benci padanya dian"ucap dian yang mensugesti dirinya tidak membenci chris meski seharusnya chris bisa menahan dirinya untuk tidak melakukan gal semalam.
dian pun akhirnya meninggalkan penthouse dan bergegas kekamar hotelnya beruntung pas dian masuk ke kamar hotelnya pria buncit yang menunggu dian semalam sudah tidak ada.
Dian mengambil koper nya dan checkout dari hotel segera menuju bandara.
1 jam kepergiab dian,chris mengerjapkan matanya meraba samping tidurnya namun merasakan tidak ada siapa siapa chris pun bangun.
"kemana dia?apa dikamar mandi? ucap chris berusaha berfikir dian tidak meninggalkannya
chris bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi memeriksa dian ada dikamar mandi atau tidak. namun kosong tidak ada dian di kamar mandi, chris mulai resah dan langsung memakai pakaiannya dan keluar penthouse menuju ruangannya di hotel itu memeriksa cctv setelah mengetahui kamar yang ditempati dian chris menuju resepsionis menanyakan data dian.
__ADS_1
"berikan data wanita yang menginap dikamar 2109, sekarang! tegas chris yang sedang kesal karna dian meninggalkannya tanpa dia tahu siapa nama dian
"wanita yang menginap di kamar 2109 bernama diandra agustina, tuan. ini fotokopi ktpnya"ucap resepsionis itu takut dan menyerahkan fotokopi ktp dian ya karna peraturan hotel itu data orang yang menginap haris difotokopi sebagai arsip
chris kembali ke penthousenya,melihat fotokopi ktp dian dan melihat status dian yang ternyata belum dia ganti dari menikah menjadi janda hidup, seketika chris merasa lemas karna wanita yang dicintainya adalah istri orang
"mungkin karna ini dia meninggalkanku, karna dia istri orang,kenapa???kenapa?"emosi chris tak tertahan dia membanting semua yang ada dihadapan seketika penthouse menjadi berantakan.
"kenapa dian, kenapa kamu harus istri orang? untuk pertama kalinya chris menangis hanya karna seorang dian.
chris pun tidak bisa mencari dian karna dia merasa dian memang tidak ingin bertemu lagi dengannya dan yang semalam adalah kesalahan.
1 bulan kemudian dian dan chris sama sama melanjutkan aktifitasnya. dian mulai menjadi guru lagi meski punya perkebunan dian ingin menjadi guru karna itulah cita citanya
pagi hari dian bangun merasa tidak enak badan, lemas dan tiba tiba mual, dian berlari kekamar mandi memuntahkan cairan bening
"ah aku masuk angin kayanya, tapi hari ini anak anak ulangan" gumam dian yang bingung ingin libur tapi dian harus tanggung jawab sebagai guru.
akhirnya dian memutuskan tetap mengajar disekolah karna sudah tidak merasa mual lagi hanya sedikit lemas dan pusing
saat selesai mengawasi murid ulangan dian berjalan menuju ruang guru nya namun karna merasa badannya sudah benar tidak enak dian memutuskan pulang kerumah
baru tiba didepan pintu mata dian berkunang dan akhirnya gelap.dian pun pingsan, meira yang melihat mamanya pingsan langsung berlari sambil menangis
"mama bangun mama cenapa?hiks..hiks, nenek....nenek"ucap meira yang menangis dan memanggil bi asih
bi asih mendengar meira menangis langsung meninggalkan dapur dan berlari kedepan dan melihat meira menangis dan disampingnya ada dian yang pingsan
"bapak....derr...cepat kemari neng dian pingsan dirumah"ucap bi asih
"kenapa neng dian bisa pingsan bu?tanya kang amir
"iy kenapa mbak dian bu?tanya derry juga
"sudah ayo bantu ibu angkat neng dian kekamarnya ibu akan panggil dokter di puskesmas" ucap bi asih dan berlari kerumah bersama kang amir dan derry
dikamar dian sudah dibaringkan tak lama dokter datang bersama bi asih
"biar saya periksa dulu ya, mohon yang laki laki keluar dulu!ucap bu dokter
beberapa saat memeriksa dian
"bagaimana bu dokter, neng dian tidak apa apa kan?tanya bi asih
"ibu dian tidak kenapa kenapa bu, hanya saja di trimester pertama saat kehamilan itu wajar bu dian pingsan"ucap bu dokter menjelaskan
"apa?? saya hamil? ucap dian kaget yang saat itu baru saja sadar.
"iya bu, saat ini ibu sedang hamil, perkiraan usia nya 4 minggu"jelas bu dokter lagi.
lalu setelah bu dokter memberikan obat dan vitamin bu dokterpun pergi.
tinggal dian, bi asih dan meira yang masih setia duduk disamping mamanya
__ADS_1
"neng...neng beneran hamil? bagaimana bisa?tanya bi asih bingung karna dia tahu majikannya itu sudah jadi janda 2 bulan lalu jadi sekarang kalau hamil anak siapa pikir bi asih
" maaf bi, sebenarnya 1 bulan yang lalu dian melakukan kesalahan dan sekarang dian hamil bi? ucap dian sambil menangis karna kenyataan dia hamil karna ons waktu itu bahkan nama pria itu saja dia tidak tahu sekarang dia hamil anak pria itu.
"apa neng hamil anak mantan suami neng?"tanya bi asih lagi
"bukan bi..ini bukan anak mas gerry"ucap dian dan kemudian menceritakan semua kejadian 1 bulan yang lalu, bi asih sedih mendengar apa yang menimpa majikannya
"sabar ya neng, neng harus terima kehamilan neng bagaimanapun dia darah daging neng, meski dia dibuat karna kesalahan tapi dia suci neng jadi neng jangan membenci kehadirannya"terang bi asih menghibur majikannya yang daritadi merenung sambil menangis
"mama...meila mau punya adik ya? ada adik bayi didalam perut mama ya? tanya meira yang daritadi mendengar pembicaraan dian dan bi asih
Dian menengok ke meira, benar kata bi asih meski anak dalam kandungannya dibuat karna kesalahan tapi anak itu tetap anaknya seperti meira, jadi dia tidak boleh membencinya.
"hufft..iya sayang sebentar lagi meira akan jadi kakak, apa meira senang?"ucap lembut dian sambil tersenyum
"senang mah,..meila nanti punya temen buat main boneka, nanti adik bayinya harus cantik kaya meila y mah" ucap meila yang menginginkan adiknya perempuan sepertinya
"mamah ga tahu sayang sekarang belum kelihatan, tapi klo dede bayi nya laki laki apa meira tidak mau? tanya dian pada meira takut nya meira tidak mau adik laki laki
"engga mama, meila mau koq, dedenya apa saja tapi kalo bica dedenya perempuan kalo gak bica ya sudah tetap meila ajak main boneka dedenya.hihihi"jawab meira sambil tertawa senang
"mama sayang sama meira dan dede meira"ucap tulus meira
"meila juga sayang mama dan dede bayi"balas meira
"syukurlah neng, neng bisa terima kehamilan neng,neng tenang saja ya bibi dan keluarga bibi pasti bantu neng menjaga neng dan anak anak neng dian"ucap tulus bi asih
"terima kasih banyak bi"ucap dian
bi asih pun keluar dari kamar dian dan menjelaskan pada kang amir dan derry mereka pun iba dan mau menerima kehamilan majikannya dan berjanji melindungi majikannya itu.
keesokan harinya dia kerumah sakit untuk memeriksa kandungannya
"selamat pagi dok"ucap dian
"selamat pagi, apa keluhannya bu?tanya dokter paruh baya itu
"begini kemarin saya pingsan dan diperiksa dokter katanya saya hamil, saya juga merasa pusing dan mual dok."jelas dian
"oh gitu kalau boleh tahu terakhir datang bulan kapan bu?"tanya dokter
"1 bulan yang lalu dok"jawab dian singkat, dian mengingat saat ke kota B menemui gerry dia baru saja selesai datang bulan
"Baiklah kita periksa ya bu, silahkan ibu berbaring di sana"ucap dokter sambil menunjuk tempat periksa
dian berbaring dan perlahan dokter memeriksa dian dan usg dian.
"lihat bu, itu yang bulatan kecil adalah janin ibu, dan disana ada 2 bu jadi saat ini ibu hamil anak kembar" ucap dokter
"dan usia kehamilan nya adalah 3 minggu ya bu"lanjut dokter menjelaskan
"bayi kembar, ya tuhan terima kasih atas rejekimu" ucap dian bersyukur dia tidak berfikir jahat untuk melenyapkan anak yang dikandungnya kemarin
__ADS_1