
"aku benar-benar mencintai kekasihku ini" ucap Zen yg sedang memandang foto kekasih nya
"baiklah aku akan bersiap untuk bertemu dengan nya" ucap nya lagi
lalu dia pun bersiap-siap untuk menemui pujaan hati nya itu.
setelah 10 menit bersiap, dia pun menuju ruang tamu, dimana ayah & ibu nya sedang berbincang-bincang
"ayah, ibu" ucap zen sambil mendekati mereka berdua
"ada apa zen?" kata sang ibu kepadanya
"duduk sini" kata sang ibu lagi
Zen pun duduk bersama mereka
"aku ingin pergi keluar dulu bu, untuk menemui Yingyin" kata Zen
"apakah kau pergi keluar itu untuk waktu yg lama?" ucap sang ayah kepada Zen
"tidak ayah, tidak akan lama" ucap Zen sembari tersenyum kepada sang ayah
"pergilah" ucap sang ayah kepada Zen
"terimakasih" kata Zen yg merasa sangat senang
"aku pamit keluar dl, aku juga tidak perlu membawa pengawal" kata Zen kepada ayah & ibu nya, lalu pergi keluar dari tempat tinggal nya
"ah.. ku harap dia bisa jaga diri" ucap sang Ibu sambil melihat kearah Ayahnya Zen
"tak apa, anak kita sudah berumur 18 tahun, dia sudah besar" ucap Sang Ayah
(Keadaan Tuan Muda Zen)
setelah dia sampai ditempat yg dimana menjadi perjanjian mereka berdua, Zen pun hanya berjalan-jalan disekitar taman sambil menunggu kekasihnya datang
saat sudah dipertengahan berjalan-jalan ditaman, dia melihat kekasihnya sedang terlihat menunggu seseorang
sontak Zen langsung berjalan dengan sedikit cepat karena tak sabar ingin memeluk kekasih nya
namun, secara tiba-tiba datang seorang laki-laki yg mendekati kekasih nya tersebut & bahkan memeluk Yingyin
meliha hal tersebut, Zen menghentikan langkah kakinya. dan bahkan dia melihat mereka bermesraan dihadapan nya
dengan merasa sakit hati, Zen memberanikan diri mendekati mereka berdua
"ekhem!" Zen berdehem pd mereka
sontak mereka berhenti bermesraan, Yingyin pun tidak terkejut dgn sosok yg dia lihat
"oh, tuan Zen" ucap Yingyin tersenyum
__ADS_1
"apa.. yg kau lakukan ini Yin?" kata Zen sambil sedikit menundukkan kepala
"aku ingin bertemu dgn mu ini, hanya ingin mengatakan bahwa.. aku ingin memutuskan hubungan dengan mu" ucap Yingyin tanpa mengerti rasa sakit hati yg dirasakan oleh Zen
"b-bukan kah kita saling m-mencintai?" ucap Zen walau berusaha terlihat tegar dihadapan mereka
"maaf, tp aku sudah tidak mencintai mu lagi, yasudah itu saja, aku pergi dl" ucap Yingyin yg pergi bersama kekasih barunya meninggalkan Zen disana
*BUUKK*
"cih!" ucap Zen sambil menampar pohon karena merasa sakit hati
"bersusah payah aku menyamar agar tidak ad yg mengenaliku saat menyamar kecuali dia, tak kusangka begini" kata Zen dalam hati nya
(karena jika Tuan Muda tidak menyamar, maka dia akan dikejar banyak wanita)
"kenapa, begitu mudahnya dia berpindah kelain hati? sebenarnya aku selama ini dianggap apa?" ucap Zen dalam hatinya
lalu dia pun pulang kembali ketempat tinggal nya, dari sana lah sifat Zen berubah menjadi laki-laki yg dingin kepada semua wanita
2 Tahun Kemudian
Zen pun menjadi terkenal karena telah mewarisi perusahaan dari Ayahnya (Tuan Ryu). bahkan banyak wanita yg berusaha mendekatinya tapi mereka semua kesulitan karena sang Ceo (Tuan muda Zen) itu sangat dingin pada wanita.
"ayah memanggilku?" ucap zen kepada ayah nya sembari masuki ruangan
"iya, ada yg ingin ayah bicarakan pada mu" ucap sang ayah kepada Zen
"apakah kau sudah memiliki kekasih?" kata sang Ayah
tiba-tiba Zen berdiri, karena pertanyaan dari sang Ayah membuat nya sedikit kesal
"aku tidak ingin wanita, maaf" ucap Zen dingin & dia pun langsung pergi dari ruangan meninggalkan ayahnya
"semoga ada seorang gadis yg bisa meruntuhkan hatimu Zen" ucap sang Ayah dgn nada pelan & pergi dari ruangan tersebut
[Keadaan Zen]
dia pun masuk keruangan nya sambil membawa berkas / dokumen ditangannya untuk memilih siapa yg akan lolos menjadi kariawan dikantornya
lalu dia pun duduk ditempat nya sambil membaca & memilah berkas / dokumen tersebut
"gerry" ucap Zen memanggil asistennya
"ad apa tuan muda? hingga tuan memanggil saya" ucap Gerry
"berapa kariawan yg kita butuhkan lagi?" ucap Zen
"berkas yg masuk ad 100, tp kita hanya mencari 5 orang saja, Tuan" ucap Gerry
"begitu, soal ini ku serahkan pd mu saja, kau pilih saja mereka" ucap Zen memberikan berkas nya kepada Gerry
__ADS_1
"baik tuan" ucap Gerry sambil menerima berkas dari Tuan Zen
setelah kepergian Gerry lalu ada seorang wanita yg masuk kedalam ruangan Tuan Muda Ryu Zen (seorang kariawan)
melihat wanita itu masuk sontak tatapan Tuan Muda begitu dingin
"lain kali, ketuk pintu dulu sebelum masuk mengerti?!" ucap Tuan Zen dengan ketus
"ma-maaf Tuan muda" ucap wanita tersebut dengan sopan
"jadi ada apa?" ucap Tuan Zen sambil membaca dokumen / berkas yg ada
"saya hanya ingin menyerahkan dokumen / berkas yg sudah saya kerjakan kepada Tuan" ucap wanita itu sambil menyerahkan kepada Tuan Zen sambil berharap Tuan Muda menerimanya
"taruh saja dimeja" ucap Tuan Zen yg masih sibuk
"hum.. iya baiklah tuan" dia pun menaruhnya dimeja
"hufftt susah sekali mau mendekati laki-laki tampan ini" pikir wanita itu
"jika tidak ada hal lain, pergilah" ucap Tuan Zen kepada wanita itu
"um.. begini.. apa anda mau makan siang bersama saya?" ucap wanita itu dengan tersenyum sambil mendekati Tuan Zen
"mulai lagi dah, selalu saja menggoda para pria" pikir Tuan Zen
"ku katakan sekali lagi! jika tidak ada hal lain pergi dari sini!" ucap Tuan Zen dengan sangat dingin pada wanita itu
sontak tatapan tuan zen membuat wanita itu takut lalu sedikit menundukan kepalanya karena tidak berani menatap Tuan Zen
"ba-baik, maafkan saya.. saya permisi dulu" ucap wanita itu yg lalu pergi keluar dari ruangan nya Tuan Zen
"apa yg kurang dari wanita seperti aku coba? aku kan cantik, hufftt" pikir wanita itu dengan merasa kecewa karena ditolak
.
.
.
#disisi lain
"ayah.. ibu.. doakan aku ya, agar aku diterima sebagai kariawan di kantor perusahaan Erise" ucap sang Gadis sambil melihat foto kedua orangtua nya yg sudah meninggal dunia saat dia berumur 10 tahun
"aku akan bersih-bersih rumah dulu lah" ucap nya pelan
lalu dia pun mengerjakan pekerjaan bersih-bersih pada rumahnya tersebut sambil menantikan panggilan dari kantor yg dimana dia sangat ingin bekerja disana
"jika nanti aku tidak terima.. sebaiknya aku menyerah sajalah, mending aku nyari pekerjaan lain saja" pikir gadis polos tersebut yg lalu melanjutkan pekerjaan rumahnya
[BERSAMBUNG]
__ADS_1