Aku Harap Dia Juga Mencintaiku

Aku Harap Dia Juga Mencintaiku
Chapter 7, Jatuh Cinta pada Tuan Muda


__ADS_3

"na..na..🎶" senandung Yuuki sambil mempel lantai didepan ruangan Tuan Muda


Tuan Muda pun membuka pintu untuk keluar ruangan namun karena Yuuki sedang sibuk mempel, jadi Yuuki tidak melihat akan Tuan Muda


"duk!" tertabrak pelan


"astaga! hal ceroboh lagi apa sih aku ni!" pikir Yuuki yg merasa sedikit panik lalu melihat kebelakang dan seketika pipinya memerah


"t-tuan.. tuan zen! m-maaf.. m-maaf.." ucap Yuuki sambil menunduk hormat karena merasa bersalah


"ada apa sih dengan diri ku ini? ku seperti orang bodoh saja" pikir Yuuki sebari merasa panik


"hm.. tak apa" ucap Tuan Zen yg kemudian berjalan melewati Yuuki


"huufftt.." Yuuki pun menghela nafas lega sembari melanjutkan pekerjaan nya, dia pun sambil memikirkan lagu yg akan diberikan kepada Tuan Muda


.


.


.


#2 hari telah berlalu


"yah sampai sekarang aku tetap saja ceroboh jika bertemu dengan Tuan Zen, aku tidak mungkin salah tingkah kan?!" pikir Yuuki sambil memegang kepala nya karena merasa pusing dengan sifatnya


"kak!" Ucap Nona Muda yg membuat Yuuki terkejut


"astaga!" ucap Yuuki yg terkejut


"hahahaha, kak Yuuki lucu banget deh" ucap Nona Muda sembari tertawa karena merasa lucu


"nakal ya km sekarang" ucap Yuuki yg lalu mencubit pipi nya Nona Muda pelan


"hehe, tapi kalo aku tebak.. seperti nya kak Yuuki sudah jatuh cinta sama kak Zen hahaha" ucap Nona Muda yg lalu tertawa yg hanya bermaksud untuk mengejek


"iisshh apa sih" ucap Yuuki yg wajah ny memerah karena merasa malu


"haha, maaf kak, tapi.. jika aku benar bagaimana?" ucap Nona Muda kepada Yuuki


"hum.. soal itu.." Yuuki pun terdiam karena merenungkan sesuatu


"ah sudahlah, lupakan saja kak" ucap Nona Muda


"oke.. kalo begitu aku pergi kekamar dulu" ucap Yuuki kepada Nona Muda


"baiklah, nanti aku tunggu kakak dikamar ku ya" ucap Nona Muda


Yuuki pun hanya tersenyum sebagai ganti kata "iya" kepada Nona Muda


.


.


.


.


#Dikamar Yuuki


"aku.. jatuh cinta pada dia? hum.." pikir Yuuki yg lalu tiba-tiba terus teringat wajah sang Tuan Muda


"aduh! aku ni apa-apaan sih?!" ucap Yuuki sambil menepuk jidat nya yg lalu berbaring dikasur sambil memeluk bantal


lalu Yuuki pun kembali teringat Tuan Muda yg membuat detak jantung nya berdegup kencang

__ADS_1


"deg.. deg.."


"astaga.. setiap kali aku memikirkan ny atau bertemu dia, detak jantung ku meningkat? pengen meledak rasanya" pikir Yuuki


"jika aku.. menyukainya.. wajarkan?" gumam Yuuki pelan


"jika perasaan ku tidak diterima biarkan sajalah! semua orangkan memang menyukai Tuan Muda" pikir Yuuki sambil merasa malu


"dah lah aku harus menemani Kaori lagi" gumam Yuuki yg lalu keluar dari kamarnya menuju kamar Nona Muda


.


.


.


"tok..tok..tok" ketukan pintu kamar Nona Muda


"permisi.. ini aku.." ucap Yuuki


"masuk saja!" suara Nona Muda teriakan pelan dari dalam kamar


Yuuki pun masuk kekamar nya Nona Muda


"eh?! astaga! banyak sekali gaun nya" ucap Yuuki yg terkejut melihat semua gaun bagus


"ini.. untuk mu kak, hanya saja aku bingung bagaimana memindahkan semua gaun ini kekamarmu" ucap Nona muda kepada Yuuki


"tunggu.. apa?! apa aku tidak salah dengar?!" ucap Yuuki yg terkejut


"iya.. semua gaun ini aku yg beli, untuk kakak, aku gk tau kakak suka yg mana, makanya aku beli aja dulu" ucap Nona Muda dengan sifat yg santai


"tapi.. ini terlalu banyak" ucap Yuuki


"yah.. pokok nya kakak nanti akan tau kok kenapa aku membeli begitu banyak" ucap Nona Muda


"memangnya ada apa ya? lalu kenapa harus sebanyak ini? haiss mau ku tolak juga dia kan keras kepala" pikir Yuuki yg pasrah


"habis ini kakak temani aku bertemu ayah & ibu" ucap Nona Muda


"eh? um.. baik.. sekarang kah?" ucap Yuuki polos


"iya sekarang!" ucap Nona Muda yg lalu menarik tangan Yuuki untuk pergi dari ruangan


.


.


.


.


#diruang Baca


Nona Muda bersama Yuuki pun masuk keruangan Baca tersebut bersamaan


"kenapa.. aku merasa gugup ya?" pikir Yuuki


"kalian sudah datang" ucap Tuan Ryu


"eh? ditunggu kh rupanya?" pikir Yuuki heran


"duduklah dulu Yuuki, Kaori" ucap Nyonya Yami


Nona Muda juga Yuuki pun duduk berhadapan dengan Tuan & Nyonya

__ADS_1


"aku ingin bertanya padamu Yuuki, apakah km menyukai anak ku Zen?" ucap Nyonya Yami sambil tersenyum lembut


"eh?!" Yuuki pun tiba-tiba terkejut dengan pertanyaan yg diberikan oleh Nyonya


"kenapa, tiba-tiba bertanya seperti itu sih?" pikir Yuuki yg membuat nya merasa bingung bercampur rasa malu


"tak apa.. pelan-pelan saja, jika km benar-benar jatuh hati pada Zen itu wajar saja" ucap Nyonya Yami tersenyum


"lagi pula kami semua menyukai mu" ucap Tuan Ryu menambahkan perkataan Nyonya Yami


"hum.. iya.. sa-saya.." wajah Yuuki pun perlahan memerah karena merasa sangat malu


"santai saja kak!" ucap Nona Kaori kepada Yuuki


"kami sudah banyak dengar tentang mu dari Kaori, maaf jika kami merepotkan mu mengawasi nya" ucap Nyonya Yami


"eh? ti-tidak apa-apa kok nyonya" ucap Yuuki yg tersenyum walau merasa canggung


"aku dengar dari Kaori, jika di hari ulang tahun Zen, km akan menyanyikan sebuah lagu, apakah itu benar?" ucap Nyonya Yami


"um.. i-iya.." ucap Yuuki sambil menganggukan kepalanya pelan


"baguslah, karena dihari ulang tahun nya Zen kami akan memberikan nya sebuah kejutan juga nanti nya" ucap Tuan Ryu


"sebuah kejutan? Tuan Zen pasti akan menyukai nya" ucap Yuuki sambil tersenyum


"aku tebak.. pasti kak Zen akan bertunangan dihari ulang tahun nya" ucap Nona Muda kepada orangtua nya


"hm.. sudah memiliki calon ya.." pikir Yuuki yg merasa sedih namun berusaha tetap tenang


"iya benar, tapi.. gadis yg akan bertunangan dengan Zen itu juga tidak tau, jika mereka dijodohkan" ucap Tuan Ryu yg tersenyum


"begitu ya, semoga mereka berbahagia" ucap Yuuki sambil tersenyum


"dasar kak Yuuki bodoh, percaya aja dia dikerjain" pikir Nona Muda yg berusaha agar tidak tertawa


"jadi kami harap, lagu yg akan km nyanyikan nanti bisa membuat mereka senang" ucap Nyonya Yami


"i-iya, tentu saja.. saya tidak akan mengecewakan Tuan dan Nyonya" ucap Yuuki yg meyakinkan Tuan juga Nyonya


"oh iya, pakai juga gaun yg sudah dibelikan oleh Kaori ya" ucap Nyonya Yami yg tersenyum pada Yuuki


"te-tentu nyonya" ucap Yuuki


"haisss benar-benar harus aku terima saja lah hadiah nya" pikir Yuuki pasrah


"kalo begitu, aku dan kak Yuuki balik keruangan dulu, Ayah.. ibu" ucap Nona Muda Kaori


"baiklah" ucap Nyonya Yami


"ka-kami permisi" ucap Yuuki yg lalu meninggalkan ruangan bersama Nona Muda


"beruntung sekali gadis itu, tidak ku sangka jika aku akan jatuh cinta pada orang yg sudah memiliki calon" pikir Yuuki dengan pandangan sedih


Nona Muda yg melihat hal tersebut, dia pun memegang tangan Yuuki


"kak Yuuki, apa kau baik-baik saja?" ucap Nona Kaori yg merasa khawatir


"um.. i-iya aku tak apa" ucap Yuuki tersenyum


.


.


.

__ADS_1


[BERSAMBUNG]


__ADS_2