
setelah Yuuki selesai menyanyikan sebuah lagu, semua orang pun bertepuk tangan untuknya
"terimakasih.. dan.. Selamat ulang tahun Tuan Muda" ucap Yuuki yg mengakhiri penampilan nya
"terimakasih Yuuki" ucap Tuan Muda Ryu Zen dengan pelan
.
.
.
acara ulang tahun sang Tuan Ryu Zen pun sudah berlalu selama kurang lebih 2 jam.
lalu tibalah acara yg ditunggu, yaitu pertunangan yg akan diumumkan oleh Tuan Ryu Fei sendiri diacara tersebut.
.
.
.
"terimakasih yg sudah berhadir dalam acara ulang tahun anak ku Ryu Zen, sekarang kita akan melanjutkan keacara pertunangannya Ryu Zen" ucap Tuan Ryu.
semua orang yg hadir pun berbisik-bisik seakan bertanya-tanya siapa yg akan menjadi tunangannya Tuan Muda Ryu Zen tersebut.
"ternyata kedua orangtua ini, sudah mempersiapkan segalanya ya, ya sudahlah aku hanya bisa mengikuti keinginan mereka, aku penasaran siapa gadis yg akan menjadi tunangan ku" ucap Tuan Ryu Zen dalam hatinya.
"kita semua tahu jika Ryu Zen, anak ku ini akan bertunangan dihari ulang tahunnya dengan seorang gadis" ucap Tuan Ryu Fei.
"tapi yg perlu kalian ketahui, gadis ini tidak tau jika dia dijodohkan dengan anak ku" ucap Nyonya Yami menambahkan.
semua orang pun merasa penasaran siapa yg akan ditunjuk menjadi tunangannya Tuan Ryu Zen.
walau ada beberapa gadis yg berharap dalam hati mereka agar bisa menjadi tunangan Tuan Ryu Zen juga.
"betapa beruntungnya gadis tersebut" pikir Yuuki yg tidak tahu bahwa gadis itu adalah dirinya sendiri
"baiklah.. kita akan memanggilnya, dia bernama.. Rin Yuuki.. kemarilah" ucap Tuan Ryu Fei
Tuan Muda Ryu Zen pun tersenyum kecil saat mendengar nama yg disebut
"gadis yg agak sedikit bodoh itu?" pikir Tuan Muda Ryu Zen
"ha?! eh?!! tunggu dulu?! aku yg dipanggil?" pikir Yuuki yg terkejut
"ayo kak" ucap Nona Muda yg lalu mengajak Yuuki maju kedepan
Yuuki pun hanya berjalan maju kedepan bersama dengan Nona Muda Kaori.
lalu orang-orang pun berbisik-bisik akan kehadiran Yuuki yg sangat beruntung.
"maafkan kami yg tiba-tiba menjodohkan diri mu dgn anak kami" ucap Tuan Ryu Fei
"ku harap km bisa menerima Ryu Zen, anak kami ini sebagai calon suamimu" ucap Nyonya Yami menambahkan
"um.. aku.." ucap Yuuki yg sedikit terbata
"aku.. bersedia.." ucap Yuuki sambil tersenyum malu
"baiklah, karena km bersedia.. kalian berdua saling memasangkan cincinnya" ucap Tuan Ryu Fei
Nyonya Yami pun memberikan kotak yg berisi 2 buah cincin didalam nya.
Tuan Muda Ryu Zen pun mengambil salah satunya yg lalu memasangkan cincinnya kejari Yuuki.
kemudian Yuuki pun melakukan hal yg sama kepada Tuan Muda Ryu Zen, yaitu memasangkan cincin kejarinya.
__ADS_1
"bermimpi apa aku tadi malam? hingga bisa bertunangan dengan seseorang yg aku suka?" pikir Yuuki dalam hati
setelah mereka selesai memasang cincin pertunangan, semua yg hadir memberikan tepuk tangan yg meriah kepada mereka.
.
.
.
setelah acara tersebut selesai, Yuuki bersama dengan keluarga Ryu pun sedang duduk diruang tamu
"maaf kami tiba-tiba membuat mu bertunangan dgn anak kami" ucap Tuan Ryu Fei tersenyum kepada Yuuki
"um.. iya tak apa kok" ucap Yuuki sopan sambil tersenyum
"dah.. tidak perlu formal seperti itu, mulai sekarang km adalah anggota keluarga kami ya" ucap Nyonya Yami
"jadi tak perlu merasa sungkan atau terlalu formal kepada kami" ucap Nyonya Yami kembali
"um.. baiklah.. Tuan.. Nyonya" ucap Yuuki
"eh?.. panggil Ayah dan Ibu seharusnya" ucap Nyonya Yami tersenyum kecil
"um.. ba-baik.. i-ibu.." ucap Yuuki yg terbata-bata sedikit
"berarti kak Yuuki akan menjadi kakak Iparku?" ucap Nona Muda yg merasa senang
"tentu.. mulai sekarang dia adalah kakak mu" ucap Tuan Ryu Fei
"hore!! aku senang sekali" ucap Nona Muda yg lali memeluk Yuuki
Yuuki pun tersenyum lembut melihat tingkah sang Nona Muda yg lalu membalas pelukannya.
"berarti kakak akan tinggal satu kamar dengan ku kan?" ucap Nona Muda
"apa?! berarti.. jika ada kak Zen.. kak Yuuki hanya akan tinggal satu kamar bersama kak Zen begitu?" tanya Nona Muda
"yah begitulah" ucap Nyonya Yami tersenyum
Yuuki pun merasa malu mendengar apa yg dikatakan oleh Nyonya Yami.
"kenapa harus tinggal satu kamar? kan belum nikah" pikir Yuuki
"tapikan.. kak Zen dan kak Yuuki belum menikah, kenapa harus tinggal dikamar yg sama coba?" ucap Nona Muda kesal
"kenapa memangnya Kaori? apakah km tidak terima aku tidur bersama Yuuki?" ucap Tuan Muda Zen yg mengejek Nona Muda
"biarkan saja mereka bersama, siapa tau kakakmu Zen akan menerima Yuuki dihatinya" bisik Nyonya Yami kepada Nona Muda
"ah benar juga ya, aku harus mendekatkan kak Yuuki dengan kak Zen" pikir Nona Muda
"baiklah, kak Yuuki boleh tidur sama kak Zen kok" ucap Nona Muda agak ketus karena sebenarnya tidak terima
"Zen, besok km tidak perlu mengurus perusahaan dulu, km ajak Yuuki jalan-jalan saja" ucap Tuan Ryu Fei
"hm.. baik ayah" ucap Tuan Muda Zen
"singkat sekali jawabnya, yah wajar saja sih, diakan banyak dibilang sebagai manusia yg dingin terkadang" pikir Yuuki
.
.
.
mereka pun hampir satu jam berbincang-bincang bersama diruang tamu.
__ADS_1
setelah selesai berbincang dengan keluarga baru, Yuuki bersama Tuan Muda pun pergi kekamar.
.
.
.
#dalam kamar
.
.
"aku akan mandi terlebih dahulu" ucap Tuan Zen yg lalu pergi kekamar mandi
Yuuki pun hanya duduk diam sambil melihat sekitar.
"ada dua buah lemari? bukannya waktu itu cuna satu ya?" pikir Yuuki
lalu Yuuki pun membuka lemari yg satunya, terlihat disana gaun wanita semuanya.
saat dilihat dengan benar, dibagian pintu lemarinya ada tertulis nama Yuuki.
"lah.. lemari bajuku rupanya, tapi.. bukannya ini terlalu mewah?" gumam Yuuki
"ah sudah lah, aku harus menyiapkan baju nya Tuan Muda dulu" gumam Yuuki sambil menutup lemarinya
kemudian Yuuki pun membuka Lemari milik Tuan Muda Ryu Zen, Yuuki pun tak sengaja melihat sebuah foto, yg mana foto tersebut adalah foto-fot seorang gadis, bahkan ada foto gadis itu bersama Tuan Muda.
"hum.." gumam Yuuki
"siapa wanita ini? apakah dia kekasih Tuan Muda dulu?" tanya Yuuki dalam pikirannya
"sudah lah, lebih baik aku tidak mengotak ngatik barang orang" gumam Yuuki yg lalu menaruh foto-foto itu ketempatnya
setelah selesai menyiapkan baju Tuan Muda, Yuuki pun menutup pintu lemarinya, Yuuki pun menaruh bajunya Tuan Muda diatas kasur.
lalu Yuuki pun pergi kesofa untuk berbaring sebentar karena lelah, namun dia malah tertidur.
.
.
#30 jam kemudian
Tuan Muda Ryu Zen pun selesai mandi, saat keluar dari kamar mandi, pandangannya melihat kesekitar.
"dimana gadis itu? kenapa bisa tidak ada?" pikir Tuan Zen yg lalu memakai bajunya
setelah dia memakai bajunya, dia pun melihat kearah sofa, yg dimana Yuuki sedang tertidur disana.
"disana rupanya" gumam Tuan Zen
kemudian dia pun menghampiri Yuuki yg sedang tertidur lalu menggendongnya untuk dibawa keatas kasur (ranjang).
Tuan Zen pun menidurkan Yuuki dikasur, lalu dia pun ikut berbaring disampingnya.
"selamat malam, gadis kecil" gumam Tuan Zen yg lalu tertidur
.
.
.
.
__ADS_1
[BERSAMBUNG]