
"Aku lebih suka mengatakannya seperti ini'Apa ada orang yang bisa membencinya'?"
Blake baik, lugu, dan imut, jadi rasanya cukup menyenangkan tinggal bersamanya.
“Ada banyak orang yang membencinya.”
“Mereka hanya orang-orang yang telah dibutakan oleh rumor palsu.Lagipula, kamu juga menyukainya.”
Mata Kaisar melebar ketika aku tersenyum dan mengatakan itu.
"…Tidak sopan. Anak itu adalah pewaris kutukan itu.”
"Meski begitu, dia itu anakmu."
"Kenapa kamu begitu yakin kalau aku menyukainya?"
Mata Tenstheon berkilat berbahaya. Aku tidak menyangka dia akan bereaksi seperti ini jadi aku tertawa polos.
"Kamu tidak akan mengirim hadiah pada menantu perempuanmu jika kamu membenci putramu."
“Hadiah itu hanya kompensasi untuk berurusan dengan Marquis Hamel.”
"Jadi, kamu memaafkanku karena bersikap kasar kemarin?"
“Jadi kamu mengingatnya?”
"Hehe. Sayangnya, aku tidak bisa mengingatnya sepenuhnya.”
Aku banyak memikirkannya, namun,aku tidak bisa memikirkan cara untuk menangani kasus "absl". Jadi aku tidak punya pilihan selain bersikeras kehilangan sebagian ingatanku.
"Dasar anak tidak sopan ini ..."
Tenstheon tertawa terbahak-bahak saat dia memarahiku…
"Hehehe."
Aku juga tertawa. Tertawa adalah cara terbaik untuk mengatasi situasi yang memalukan.
"Makanlah."
Pelayan Tenstheon menyajikan banyak makanan untukku. Mataku terfokus pada makanan penutup berwarna-warni di atas meja.
“Terima kasih atas makanannya.”
Pertama, aku mulai dengan kue dengan stroberi merah di atasnya. Kue yang lembut dan segar mudah meleleh di mulutku.
"Sangat lezat!"
"Benarkah?"
"Putra Mahkota juga akan menyukainya."
“…Kirim ini ke Istana Putra Mahkota.”
"Terima kasih!"
Aku memberinya celah.Aku ingin menyelesaikan semua masalah antara Blake dan ayahnya dan memulihkan hubungan mereka, tetapi ini hanya langkah pertama. Pertama-tama, penting untuk mendapatkan kepercayaan Kaisar.
"Kudengar kamu sangat fasih dalam budaya Timur."
Dia menyelidiki tentangku sebelumnya. Padahal, akan lebih aneh jika dia belum memperhatikanku.
“Tidak terlalu banyak, tapi aku tertarik.”
"Pasti sulit mencari informasi."
Timur adalah wilayah yang tidak diketahui. Tidak ada pertukaran antara Kekaisaran Asterik dan Timur sehingga hanya ada beberapa buku yang terkait dengannya yang tersedia.
Jika aku mengatakan, 'Aku melihat materi di perpustakaan Count,' yang lain akan membiarkannya berlalu begitu saja. Bagaimanapun, setiap keluarga akan memiliki pusaka unik mereka sendiri.
Namun, Kaisar telah mengumpulkan data dari Timur untuk perawatan Blake, jadi tentu saja, dia akan tahu bahwa sulit bagi seorang gadis berusia 10 tahun untuk memiliki pengetahuan yang begitu beragam tentang hal itu.
“Hanya untuk kamu yang tahu…”
Aku turun dari kursi. Tenstheon bingung dengan tindakanku, tetapi ketika aku membungkuk untuk berbisik di telinganya, dia menundukkan kepalanya lebih dekat.
"Aku sebenarnya poligot."
“Poligot?”
"Ya, aku tahu semua bahasa di dunia."
Bahkan,aku pernah mengunjungi perpustakaan Istana Kekaisaran untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang dunia ini, Dewi, dan Timur. Di situlah aku menemukan kalau aku tidak hanya bisa membaca bahasa Kekaisaran, tetapi juga bahasa semua negara di dunia.
"Benarkah itu?"
__ADS_1
“Ya, ayah.”
Mata Tenstheon melebar. Dia tampaknya lebih terkejut daripada ketika aku mengatakan padanya kalau aku seorang poligot.
Dia sangat mirip dengan Blake ketika matanya melebar seperti itu. Akankah Blake menjadi sekeren dia saat dewasa nanti?
"…Apa yang baru saja kamu katakan?"
"Aku menantumu, jadi kamu ayahku."
Dalam novel aslinya, Tenstheon ingin mendengar Blake memanggilnya 'ayah', tetapi Blake hanya memanggilnya sebagai 'Yang Mulia' dan tidak pernah memanggilnya 'ayah'.
Tenstheon mungkin terlihat kuat dan berhati dingin di depan semua orang, tetapi dia memiliki kasih sayang yang mendalam terhadap keluarga. Dia akan lebih senang dipanggil 'ayah' daripada 'Yang Mulia'.
"Aku mengerti."
Ada senyum tipis di wajah Tenstheon.
“Kamu pasti menghadapi banyak masalah setelah menikah begitu tiba-tiba. Jika kamu butuh sesuatu, datang dan temui aku kapan saja. ”
Dia tidak menghukumku karena melampaui batas kesopanan. Sebaliknya, dia mengizinkanku untuk datang dan pergi dari Istananya sesukaku.
Aku menyeringai lebar.
"Ya. Aku akan sering mengunjungimu.”
Aku adalah satu-satunya yang diundang hari ini, tetapi suatu hari Blake dan Tenstheon juga akan duduk bersama dan melakukan percakapan yang menyenangkan.
Pada saat itu, akankah Diana yang duduk di sebelah Blake?
Tiba-tiba,aku merasa agak sedih.
***
"Panas!"
Blake terkejut ketika dia memasukkan nasi hangus yang masih panas ke mulutnya. Aku segera memberikan air dingin padanya.
"Kamu harus meniupnya dulu."
"Ini sangat enak."
"Aku harap Kamu semua puas dengan makanan hari ini."
Kaisar mengirim semua jenis makanan penutup ke Istana Putra Mahkota. Ada berbagai jenis dessert, mulai dari basic shortcakes dan apple pie hingga dessert yang lebih unik.
Untuk memperingati datangnya kuali, pertama-tama aku menanak nasi, dan hasilnya adalah 'Sungnyung'* yang telah direbus dengan air di dalam kuali.
*TL Note : Sungnyung adalah minuman tradisional Korea yang terbuat dari nasi hangus yang direbus.
“Ini rasanya yang terbaik!”
"Kamu berbohong karena aku yang membuatnya, bukan?"
“Masakan Ancia adalah yang terbaik.”
Blake tersenyum cerah. Aku senang melihatnya makan dengan sangat baik. Selain itu, Sungnyung yang aku buat sangat enak.
Seperti yang diharapkan,aku sangat merindukan makanan Korea. Makanan penutupnya juga enak, tapi aku merasa hangat di dalam setelah minum Sungnyung yang hangat.
Hah?
Tiba-tiba, aku merasakan perasaan aneh. Aku menoleh ke belakang, tapi tidak ada siapa-siapa.
Itu aneh. Aku yakin rasanya seperti ada yang memperhatikan kami.
"Ancia, ada apa?"
“Tidak, tidak ada apa-apa.”
Aku menggelengkan kepalaku. Itu mungkin ilusi.
***
"Apa yang sedang terjadi?"
Tenstheon melirikku. Dia masih bekerja di ruang kerjanya meskipun sudah larut malam.
"Kamu menyuruhku datang kapan saja."
"Hmm."
“Aku tidak tahu akan secepat ini. Apa masalahnya?"
Baru beberapa jam sejak kami minum teh bersama, jadi dia terkejut. Namun, hari ini adalah pertama kalinya aku menggunakan kuali.
__ADS_1
“Peralatan memasak Timur yang disebut 'Kuali' tiba hari ini. Makanya aku buat masakan ini. Silakan coba.”
Aku membagikan air dari panci kepada Kaisar dalam cangkir teh.
Kaisar menatap hidangan yang tidak dikenalnya sejenak, dan kemudian dengan hati-hati membuka mulutnya.
“Rasanya unik.”
“Apa kamu tidak menyukainya?”
"Bukan seperti itu.ini rasanya lumayan .Tapi harus kuakui, kamu sangat ahli dalam hal ini.”
Dia meneguk lagi.
“Lebih enak saat masih panas, tapi agak mendingin dalam perjalanan ke Istana. Jika Yang Mulia datang ke Istana Amoria, aku bisa membuatkanmu sesuatu yang lebih lezat…”
“Istana Amoria” adalah nama resmi Istana Selatan tempat Putra Mahkota tinggal.
Amoria berarti 'cinta' dalam bahasa Kekaisaran. Di antara sekian banyak Istana, apakah Kaisar memilih Istana Amoria sebagai tempat tinggal Putra Mahkota karena namanya?
Tapi setelah mendengar kata-kataku, Kaisar membeku. Bagaimanapun,aku harus berhenti di sini hari ini.
Aku masih punya banyak waktu, jadi kita bisa melakukannya dengan perlahan.
"Aku akan sering datang jika kamu tidak keberatan."
“Tentu, sering-seringlah berkunjung.”
Ada senyum hangat di bibir Tenstheon.
***
Ketika dia dikejar oleh pasukan dengan panah, Eunhan mengira dia akan mati.
Namun, dia beruntung bertemu dengan seorang master yang hebat. Meskipun dia menjadi bayangan yang harus hidup bersembunyi selamanya, dia tidak punya keluhan. Dia memilih jalan ini untuk dirinya sendiri.
Dia tidak seharusnya dikenal oleh dunia luar. Jika dia melakukan sesuatu yang salah, itu akan menyebabkan masalah bagi tuan yang menyelamatkannya.
Eunhan dengan setia memenuhi perintah Kaisar. Tenstheon juga merawat Eunhan, dan tidak memerintahkannya untuk melakukan tugas berbahaya.
Ketika Kaisar pergi ke Lembah Kekacauan, Eunhan sedikit kecewa karena dia ditinggal, tetapi dia tidak punya pilihan selain mengikuti perintah Kaisar karena dia tahu betapa tuannya sangat peduli dengan putranya.
Dia tinggal di Istana Putra Mahkota setiap hari untuk menjaga Blake, tapi itu adalah awal dari rasa sakitnya.
Eunhan telah menderita setiap hari akhir-akhir ini.
“Hidangan hari ini adalah rebusan pasta kedelai!”
“Aku membuat telur gulung jamur!”
“Aku membuat sup lobak sapi hari ini. Ini masih panas, jadi berhati-hatilah.”
Ancia membuat masakan Timur setiap hari. Itu sedikit berbeda dari masakan kampung halamannya, tapi dia masih bisa membayangkan rasanya.
Dia pikir dia sudah melupakan masa lalu. Namun, ketika makanan kampung halamannya muncul di hadapannya, dia sangat merindukan rasanya.
'Itu terlihat enak…'
Setiap kali Ancia memasak, dia harus mati-matian menekan nalurinya untuk memakannya.
Dia hanya bayangan, tetapi dia tidak tahan dengan dorongan itu.
Eunhan telah mencicipi semua jenis makanan lezat saat mengikuti Tenstheon, tapi dia tidak merasa lebih baik memakannya.
Dia sering menyusup ke pesta bangsawan untuk misi, tetapi bahkan tidak pernah melirik makanannya.
Tapi mengapa hidangan sederhana yang dibuat oleh Putri Mahkota terlihat begitu menggiurkan?
Dia tahu kalau dia sedang membuat kuali, tetapi dia tidak tahu bahwa dia akan menerapkan bentuknya dengan sangat sempurna. Eunhan mengelus kuali hitam dengan hati-hati, mengambil keuntungan dari kenyataan bahwa tidak ada seorang pun di sekitarnya.
Tiba-tiba, dia memikirkan ibunya yang sudah meninggal. Dia biasa memasak hidangan itu untuknya.
Orang-orang menertawakannya, mengejek fakta bahwa selir Kaisar harus memasak sendiri, dan mengatakan kalau makanannya tidak enak. Namun, ibunya tidak peduli sama sekali dan menyingsingkan lengan bajunya untuk memasak untuk putranya.
Eunhan dipenuhi dengan kenangan masa lalu.
Setelah kembali ke Istana Putra Mahkota, Ancia mulai memasak nasi di kuali. Mulut Eunhan meneteskan air liur saat melihat nasi putih mengkilat itu.
Tapi ini bukan akhir. Setelah makan, Ancia menuangkan air di atas nasi merah yang hangus dan mulai merebus Sungnyung.
Sampai sekarang, dia bisa bertahan dengan hidangan lezat yang dibuat dengan daging dan makanan laut. Namun, kesabaran Eunhan telah habis.
Dia tumbuh dengan cepat, tetapi pada akhirnya, dia hanya seorang anak laki-laki berusia 14 tahun. Awalnya, dia mengira dia hanya akan berkeliaran di sekitar kuali.
"Hanya satu teguk."
__ADS_1
Tapi rencananya gagal.