
"Benar? Jika mereka mencoba membangkitkan kecemasan orang-orang dan memenangkan Kekaisaran Zelcan ke pihak mereka, mereka seharusnya menyalahkan Phillip. Mereka seharusnya menyangkal fakta kalau Phillip dipilih oleh Dewi. ”
Aku melihat dengan hati-hati pada tulisan di lempengan batu.
“Hanya mereka, Roums, yang telah dipilih oleh Surga, dan Phillip adalah penipu. Orang-orang ditipu olehnya. Bukankah seharusnya mereka menulisnya seperti itu? Namun lempengan batu itu tidak memungkiri kalau Phillip telah dipilih oleh Dewi. Sebaliknya, mereka memberinya pujian.”
"Apa kamu berpikir kalau Kaisar Phillip sendiri yang membuat lempengan batu ini?"
Eunhan itu pintar. Dengan percakapan ini saja, dia mengerti pikiranku.
“Ya, mungkin Raja Phillip, bukan Rakshul atau Roum yang membangun lempengan batu ini.”
Semuanya aneh.
“Ini berisi peringatan bagi masyarakat. Tapi ini ada di dalam Istana Kekaisaran, yang juga merupakan bagian terdalam dari Istana Tenlarn. Sungguh aneh meletakkan lempengan batu di tempat di mana bahkan para bangsawan tidak bisa datang dengan mudah. ”
"Bukankah itu hanya untuk memamerkan kekuatannya?"
“Meski begitu, tidak masuk akal jika Phillip tidak menyingkirkan lempengan-lempengan ini.Aku mendengar kalau gerakan kebangkitan Zelcan kuat pada saat itu,namun dia akhirnya memusnahkan semua pemberontak dan mengeksekusi Rakshul.”
Phillip terpaksa memindahkan Ibukota karena kerusakan tanah Khan dan Istana Tenlarn begitu dahsyat dan tanahnya tercemar ilmu hitam.
“Phillip adalah pemenangnya, namun kenapa dia meninggalkan lempengan batu yang dibangun oleh Rakshul di sini?”
Semakin aku memikirkannya, semakin yakin aku kalau Phillip telah membangun lempengan batu itu.Aku menyentuh lempengan batu yang tidak memiliki bekas terbakar.
Pada saat itu, batu mana di kalungku bersinar dan seluruh tubuhku terasa seperti tersengat listrik. Lalu, datanglah kegelapan.
Aku masih bisa melihat lempengan batu besar di depanku,namun pada saat itu, lempengan batu itu telah berubah.
Lempengan batu itu sekarang bersih. Tidak ada jejak waktu sama sekali seolah-olah baru saja dibuat baru-baru ini.
[Phillip,lempengan batu apa ini?! Kamu gila? Kamu sudah gila!! Bagaimana kamu bisa melakukan ini!]
Aku mendengar seorang wanita berteriak di depan lempengan batu.
Saat dia melampiaskan amarahnya, mata merah pria yang berdiri di seberangnya menyala dengan ganas.
[Jangan bicara omong kosong.Aku adalah Kaisar Kekaisaran ini. Jika kamu tidak menghormatiku lagi,aku tidak akan memaafkanmu.]
Jadi pria itu adalah Phillip?
Kaisar pertama dari Kekaisaran Asterik dan orang yang mengkhianati Dewi dan menciptakan Pewaris Kutukan?
Aku menatap pria yang memiliki rambut perak dan mata merah. Segera setelah aku mencoba untuk melihat lebih dekat pada sosoknya, penglihataku kabur, dan aku mendengar Eunhan memanggilku dengan panik, “Yang Mulia! Yang mulia!"
Saat aku mendengarnya berteriak, ilusi itu menghilang. Saat aku berkedip perlahan,lempengan batu bobrok dan Eunhan yang panik muncul di hadapanku.
“Eunhan.”
"Yang Mulia, apa kamu baik-baik saja?"
"Ya,aku hanya sedikit pusing."
Sekali lagi, hal-hal dari seribu tahun yang lalu muncul di depan mataku.Kenapa hal ini terus terjadi?
“Sepertinya itu pengaruh ilmu hitam. Ayo pulang sekarang.”
"Tidak, aku akan mencari petunjuk sedikit lagi."
Mungkin ini adalah hadiah dari Dewi Cahaya. Mungkin dia memberiku petunjuk untuk mengangkat kutukan itu karena aku sedang berjuang untuk menyembuhkan Blake.
Ini adalah petunjuk untuk mengangkat kutukan Blake, dan Dewi Cahaya menuntunku ke sana.aku yakin.
"Tidak. Yang Mulia telah memerintahkanku untuk segera pulang ke Istana jika situasi menjadi berbahaya. ”
__ADS_1
Eunhan berbicara dengan sopan dan tegas.
"Aku baik-baik saja."
"Kamu terlihat pucat."
“Tunggu, sebentar.”
Ada petunjuk di sini. Aku mungkin menemukan cara untuk mengangkat kutukan itu. Aku tidak bisa pergi seperti ini ketika petunjuknya ada di depanku. Eunhan, bagaimanapun, khawatir dan tidak bergeming.
“Keselamatanmu adalah yang peling penting.ayo kita pulang ke Istana dan kemudian kembali….”
Eunhan telah membujukku dengan nada lembut, ketika tiba-tiba, dia menatap langit.
“Eunhan…?”
"Itu iblis."
“Apa itu monster?Aku mendengar kalau Istana Tenlarn bahkan tidak bisa menjadi sarang monster karena terlalu tercemar…”
Tanpa diduga,aku mengikuti tatapan Eunhan dan melihat ke langit,namun aku tidak melihat apapun.
"Permisi, Yang Mulia."
"Apa? Aduh!”
Eunhan tiba-tiba menggendongku bak seorang putri, jadi aku berteriak kaget. Saat aku melingkarkan tanganku di lehernya secara refleks agar tidak jatuh, monster putih muncul dari langit.
Monster yang menyerupai tauge raksasa...
“Itu Macul!”
Kenapa iblis yang hanya tinggal di Lembah Kekacauan muncul di sini?
Saat Eunhan berlari denganku dalam pelukannya, Macul mengikuti dengan cepat seolah-olah itu ditujukan untuk kami sejak awal.
Lusinan Macul terbang dengan cepat, tubuh panjang mereka bergetar. Eunhan bergerak dengan kecepatan yang luar biasa.
Tapi jumlah Macul jauh melebihi kami, dan tidak lama kemudian Eunhan terpojok.
"Tolong turunkan aku, Eunhan."
Jika dia sendirian, dia akan bisa mengalahkan Macul dengan mudah. Aku tidak ingin menahannya.
“Pegang erat-erat.”
“Akulah yang bersikeras datang ke sini. Lari saja, Eunhan…”
“Aku akan memasuki Istana. Akan ada banyak debu.”
Aliran besar mana mengalir ke koridor sempit, dan bangunan yang sudah dalam situasi genting mulai bergetar. Bagian depan diblokir oleh dinding, dan bagian belakang dihalangi dengan Macul. Tidak ada jalan tersisa untuk melarikan diri. Akhirnya, Eunhan menurunkanku ke lantai.
“Aku akan membuat jalan. Yang Mulia, larilah ke tempat kami pertama kali datang.”
Dia mencabut pedangnya dengan ekspresi muram. Tidak peduli berapa banyak sihir yang dia gunakan, akan sulit baginya untuk berurusan dengan begitu banyak monster. Tiba-tiba, Macul terbang ke arah kami dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Eunhan mengulurkan pedangnya ke arah Macul saat dia menarikku ke dalam pelukannya, tapi Macul melewati kami dan menabrak dinding.
Dentang!
Macul yang lain hanya terbang menuju dinding, dan tidak menyerang kami.
Eunhan mengamati gerakan Macul saat dia menggenggam pedangnya dengan kuat di tangannya.
Dentang! Dentang!
__ADS_1
Saat Macul memukul diri mereka sendiri satu demi satu, retakan mulai muncul di dinding yang keras.
Dan satu dinding runtuh sepenuhnya.
“…..!”
Dan ruang di luar itu terungkap. Macul memasukinya. Eunhan dan aku berdiri di sana lekat-lekat. Kemudian, Macul yang hendak memasuki ruang itu, berbalik dan menatap kami.
"Kurasa mereka ingin kita mengikutinya."
"Kamu tidak bisa masuk.Iblis telah menghentikan serangan mereka, jadi kamu harus memanfaatkan celah ini dan kembali ke Istana."
"Tidak, aku harus masuk."
"Yang Mulia, ini berbahaya."
“Itu tidak berbahaya. Kalau dipikir-pikir, mereka tidak pernah menyerang kita.”
“Mereka muncul untuk membawa kita ke sini sejak awal.”
"Itu bahkan lebih dari alasan untuk melarikan diri."
“Iblis-iblis ini hanya dikatakan ada di Lembah Kekacauan, jadi pasti ada alasan mengapa mereka ada di sini.”
Seolah setuju denganku, Macul memancarkan cahaya putih. Pada saat yang sama, batu cahaya mana di kalungku mulai bersinar.
Aku terpikat oleh cahaya dan berjalan ke arahnya seolah-olah aku kesurupan. Eunhan tidak bisa menahannya lagi.
Masih ada jejak api di koridor ini. Setelah api berkobar, tembok seolah menghalangi jalan masuk.
Koridor tidak memiliki jendela, tetapi tidak gelap karena cahaya Macul.
Tidak lama kemudian, tembok lain menghalangi jalan kami. Kemudian, Macul sekali lagi membentur dinding.
Bukankah itu menyakitkan?
Mungkin karena aku yakin mereka tidak akan menyerang kami,aku mulai mengkhawatirkan mereka.
Tak lama, dinding itu pecah dan tangga tersembunyi di baliknya terlihat.
Saat aku hendak menuruni tangga, Eunhan membujukku lagi.
"Ini berbahaya."
“Aku tidak bisa menyerah di sini.”
“Mungkin itu jebakan. Ayo pergi."
"Jangan khawatir."
Cahaya yang memenuhi lorong berkedip pada saat yang sama. Macul setuju dengan kata-kataku. Pada awalnya, mereka tampak seperti tauge yang membesar dan menakutkan, tetapi sekarang aku menyadari mereka agak lucu.
"Lihat, Macul bilang tidak apa-apa."
“Mereka adalah makhluk jahat. Aku tidak pada percaya mereka. Ayo kembali."
Tapi Eunhan keras kepala. Aku mengerti apa yang dia khawatirkan, tapi aku tidak bisa kembali. Aku menatap lurus ke matanya.
“Eunhan, aku sangat ingin menghilangkan kutukan Blake.Aku bisa mengambil risiko apa pun jika itu berarti aku bisa mengangkat kutukan itu. Meskipun itu benar-benar berbahaya,aku tidak bisa menyerah pada kenyataan kalau kemungkinan itu ada. ”
"Tapi, Yang Mulia ..."
“Aku minta maaf karena memaksamu. Tapi tolong ikuti kemauanku kali ini saja. Tolong."
Aku meminta bantuan Eunhan sambil membungkuk dalam-dalam. Eunhan bingung dan dia merasa panik.
__ADS_1