Aku Menjadi Istri Putra Mahkota

Aku Menjadi Istri Putra Mahkota
Pria Tampan dan Wanita jelek(1)


__ADS_3

Itu sakit.


Itu sangat menyakitkan sehingga aku hampir tidak bisa bernapas dan merasa sakit di sekujur tubuh.


Perasaan pusing dan mual menguasaiku. Aku merasa terlalu lemah bahkan untuk mengangkat jariku.


Apakah akubsudah mati? Apakah aku benar-benar mati?


Tiba-tiba,aku mendengar langkah kaki mendekat jadi saya mencoba untuk mengangkat kelopak mataku dengan susah payah.


Setelah aku membuka mata, yang bisa aku lihat hanyalah cahaya terang.


Cahaya ini sedikit berbeda dari mana.


pikirku saat merasakan sinar matahari.


Aku tidak mati. Aku selamat…


Aku melangkah keluar dari Pintu Kegelapan.


Sudah lama sejak aku melihat sesuatu. Cahaya terang menguraikan siluet seorang pria.


Aku tidak bisa benar-benar melihat wajahnya tapi aku merasa aku mengenalnya.


'Blake...'


Segera setelah aku menyadari kalau pria yang berdiri di depanku adalah Blake,aku kehilangan kesadaran.


***


Cahaya hangat mengalir ke tubuhku dan rasa sakit di tubuhku berangsur-angsur berkurang.Aku merasa seolah-olah aku sedang berbaring dengan damai di padang rumput yang indah, berjemur di bawah sinar matahari yang hangat.


Sudah berapa lama?


Ketika aku pertama kali masuk melalui Pintu Kegelapan,aku berkeliaran tanpa tujuan, dan akhirnya lupa waktu.


Tubuhku yang lelah dan terluka terus sembuh.


Saat aku perlahan membuka mataku, aku melihat seorang pria dengan mata merah berdiri di depanku.


“….”


Siapa?


Itu adalah pria yang kulihat ketika aku keluar dari Pintu Kegelapan.Aku pikir dia adalah Blake.


Tapi dia bukan.


Dia memiliki rambut perak, mata merah besar, dan wajah yang tampan.


Ciri-cirinya sangat mirip dengan Blake, tapi dia bukan Blake.


Tidak seperti Blake, dia adalah seorang pria, bukan anak laki-laki yang lucu.


Jadi dia tidak bisa menjadi Blake imut yang aku kenal.


"Kamu sudah sadar."


Suara pria itu mirip dengan suara Rakshul.


Tunggu...apakah dia benar-benar Blake?


Penampilannya tentu saja mirip dengan Blake.


Tapi pria ini sudah dewasa dan auranya benar-benar berbeda dari Blake.


Dan tidak seperti Blake, matanya dipenuhi dengan kekosongan.


Dia mengeluarkan aura misterius namun karismatik.


Sama seperti Blake di novel aslinya.


Tidak mungkin….


Sementara aku tenggelam dalam pikiranku, pintu terbuka tiba-tiba dan seorang pria memasuki ruangan.


Itu adalah Edon.


"Yang mulia."


Edon berbicara kepada pria berambut perak itu sambil membungkuk hormat.


'Yang mulia…?'


Jadi pria ini benar-benar Blake?


Aku melihat wajahnya.


Tidak ada jejak kutukan di tangan atau wajahnya.


Kutukannya telah sepenuhnya diangkat.


Aku berharap itu akan terjadi, tetapi aku masih sangat lega melihat Blake tumbuh dengan sehat.


"Dia sudah sadar?"

__ADS_1


Edon menatapku. Senang melihatnya setelah waktu yang lama, tetapi Edon segera mengalihkan pandangannya dan berbicara dengan Blake.


“Ayo pergi sekarang. Kami telah kehilangan terlalu banyak waktu.”


Mengapa?


Mengapa mereka bertindak seperti ini?


'Edon!'


Aku mencoba memanggil namanya tapi tidak ada suara yang keluar.


Ketika aku mengangkat tangan untuk memeriksa lukaku,aku malah merasakan bekas luka.


Aku menunduk untuk memeriksa rambutku segera.


Itu tidak pirang.


Rambutku sekarang putih, seperti Serphania.


Atau lebih tepatnya, bukan warna rambutku yang berubah.


Apa yang terjadi padaku?


Kenapa aku ada di tubuh Ser?


Apa yang terjadi?


“Aku tidak akan pulang.”


“Ini sudah September. Bukankah sudah tiga bulan sejak kamu datang ke Lembah Kekacauan?"


“Bukankah Yang Mulia datang ke sini untuk memastikan Pintu Kegelapan telah hilang?kamu harus pulang ke istana sesegera mungkin.”


Apakah segel Ser telah dihilangkan? Apakah Pintu Kegelapan juga hilang?


Jadi, apakah itu berarti Ser juga pergi?


Blake dan yang lainnya selamat. Ser telah menepati janjinya untuk tidak menyakiti orang lain.


“Ini akan menjadi peringatan 1000 tahun kekaisaran segera. Yang Mulia harus tampil di pesta dansa.”


Itu sudah tahun ke-1000 sejak kekaisaran didirikan.


Itu berarti Blake sekarang berusia 18 tahun dan aku berusia 20 tahun.


Tujuh tahun telah berlalu sejak aku memasuki Pintu Kegelapan.


“Kamu bisa meninggalkanku di sini.”


Dengan hati-hati aku mencoba membuka mulutku dan berbicara lagi.


“Oh…sudah waktunya bagimu untuk melupakannya. Yang Mulia pasti menginginkan—”


Sebuah pedang tajam muncul di leher Edon sebelum dia bisa menyelesaikan kata-katanya.


Blake mengarahkan pedangnya ke leher Edon dan berkata,


"Edon, bahkan jika kamu dekat denganku, aku tidak akan memaafkanmu karena mengatakan itu."


Aku terkejut. Blake telah banyak berubah.


Tapi tidak ada waktu untuk terkejut sekarang.


Aku buru-buru meraih tangan Blake dan dia berbalik menatapku dengan mata merahnya.


Menatap matanya, aku menggelengkan kepalaku dengan perasaan mendesak.


Aku tahu dia marah, tapi dia tidak seharusnya melakukan ini.


Aku menggelengkan kepalaku lagi, dan segera, Blake melepaskan pedangnya.


Pada saat itu, Edon berteriak.


“Beraninya kamu menyentuh tubuh Putra Mahkota! Yang Mulia,aku minta maaf atas namanya. Biarkan aku memarahinya.”


Edon menundukkan kepalanya dengan tergesa-gesa.


Dia tidak marah karena kekasaranku, tapi dia takut aku akan menyinggung Blake.


Blake biasanya mengabaikannya ketika para pelayan tidak menghormatinya.


Apakah itu berubah?


Aku sedang menatap Blake dan merenung ketika dia tiba-tiba dia meraih lenganku dan menarikku ke arahnya.


"Yang mulia!"


“Tinggalkan kami sendiri.”


“Dia tidak tahu apa-apa.”


"Aku tahu. Aku hanya ingin berbicara dengannya.”


Edon menatapku dengan cemas dan akhirnya menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku akan pergi."


Setelah Edon pergi, keheningan menyelimuti ruangan itu sekali lagi.


Sebelum aku bisa melepaskan tanganku dari genggaman Blake, dia mengajukan pertanyaan kepadaku.


"Kamu siapa?"


Dia menatap lurus ke mataku.


Aku menoleh. Matanya tidak sejelas dan polos seperti ketika dia masih muda.


“Kamu mengenali aku dan Edon.”


“…”


Aku ingin mengatakan kalau aku adalah Ancia,namun suaraku menolak untuk keluar.


“Kamu tidak bisa bicara?”


Aku mengangguk.


Aku tidak tahu bagaimana ini terjadi, tapi aku berada di tubuh Ser dan aku tidak dapat berbicara.


“Kalau begitu, tulis namamu.”


Blake membuka telapak tangannya.


Tangan kecilnya yang imut dan lembut hilang, malahan itu adalah tangan seorang pria.


Berbeda dengan penampilannya yang cantik dan misterius, tangannya sangat kasar.


Blake mengarahkan tanganku ke telapak tangannya dan memintaku untuk menelusuri kata-kata itu dengan jari-jariku.


Aku mengulurkan jari telunjukku dan meletakkannya di atas telapak tangannya seperti yang dia suruh.


Tapi,aku tidak bisa mengingat tulisan apa pun.


Bukan hanya tulisan-tulisan Kekaisaran yang aku lupakan.Aku bahkan tidak bisa mengingat bahasa kuno atau hangul.


"Kamu bahkan tidak bisa menulis?"


Blake kecewa.


Tidak, ini tidak mungkin terjadi.


Tetapi tidak peduli seberapa keras aku mencoba untuk berbicara dan mengingat tulisan-tulisan itu, tidak ada yang terlintas dalam pikiranku.


Aku tidak bisa berbicara, dan aku tidak tahu bagaimana cara menulis.


Aku panik, merasa bingung harus berbuat apa. Tapi Blake memegang tanganku dan menepuk pundakku.


“Tidak apa-apa. Mungkin karena kamu baru saja sadar, jadi kamu tidak bisa mengingatnya.”


Suara hangatnya sama dengan yang dia gunakan untuk berbicara kepadaku di masa kecil kami, jadi mataku sedikit berair.


Aku mengertakkan gigi dan menahan air mata yang hampir jatuh.


***


Blake menghiburku dan meninggalkan tenda. Dulu aku yang menghiburnya, tapi sepertinya banyak waktu telah berlalu sejak…


Aku berjalan kesana kemari dalam kegelapan yang gelap gulita, tapi aku tidak pernah berpikir bahwa 7 tahun telah berlalu begitu saja.


Tidak ada cara untuk melacak waktu di sana. Aku bahkan tidak akan terkejut jika itu semua ternyata hanya mimpi.


Aku memeriksa bayanganku di air.Aku memiliki rambut putih, mata biru, dan bekas luka bakar di kiri wajahku.


Ini benar-benar tubuh Ser.


Aku melihat rok yang turun sampai ke mata kakiku. Ini seharusnya pakaian Ser, tapi sepertinya sedikit berbeda. Pakaian Ser telah dibakar, memperlihatkan lengan dan kakinya.


Namun, tidak ada jejak cacat seperti itu pada apa yang aku kenakan sekarang. Lengannya panjang, dan gaunnya bagus. Mungkin dia telah memperbaikinya.


Mengapa jiwaku memasuki tubuh Ser? Aku juga tidak bisa berbicara atau menulis.


Aku memejamkan mata dan memfokuskan pikiranku, tetapi aku tidak bisa merasakan kekuatan cahaya apa pun.


Selain kekuatan cahaya yang terbangun karena membuka segel Ser, kekuatan cahaya yang dimiliki Ancia juga hilang.


Bagaimana ini terjadi? Dimana Ser sekarang? Air mata cahaya, cincin kawin, dan gelang yang diberikan Baekhan kepadaku juga hilang, jadi tidak ada apa-apa di tanganku.


Aku ingat gelang itu putus karena serangan Ser, tapi apa yang terjadi dengan yang lain?


Apakah Ser memilikinya?Aku frustrasi karena tidak ada jawaban yang jelas.


Pada saat itulah cahaya kecil melintas di depanku, dan seorang gadis seukuran jari muncul. Sayap transparan di punggungnya berkilau di bawah cahaya.


'Peri?'


Dia menggelengkan kepalanya. Apakah dia membaca pikiranku?


Gadis itu mengepakkan sayapnya dan berputar di sekelilingku dengan anggun. Gerakannya dan cahaya putih yang mengalir dari tubuhnya terasa sangat familiar.


Mungkin…?

__ADS_1


'Seorang Macul?'


__ADS_2