Aku Menjadi Si Antagonis Novel Favoritku

Aku Menjadi Si Antagonis Novel Favoritku
Episode 10


__ADS_3

"Kak Helena.... Ayo kita sembunyi dari Kak Selena!!" Ucap Angelina yang terengah-engah kelelahan.


"Tapi...... Di mana?!" Tanya Helena yang tak kalah kelelahan.


"Ah... Di situ!!" Jawab Angelina sambil menunjuk tempat yang ia maksud.


Mereka berdua pun bersembunyi di balik semak - semak dekat dengan air pancur taman.


"Semoga saja kita tidak ketahuan" Ucap Helena yang ber telepati pada Angelina tanpa bersuara.


"Iya!" Jawab Angelina.


"Huh.... Kak Selena kalau marah sudah tak ada yang bisa melawan nya" Ucap Angelina yang masih ber telepati dengan saudari kembarnya.


"Iya...." Ucap Helena.


"ANGELINA!!"


"HELENA!!"


"AWAS SAJA KALAU KALIAN KU TEMUKAN. AKAN KU CABIK - CABIK KALIAN!!!" Ucap Selena yang masih marah.


"Aduh..... Kak Helena bagaimana ini?!" Tanya Angelina panik.


Lalu, Angelina dan Helena mundur perlahan - lahan ke belakang. Tiba - tiba.......


*AAAAKHHHH!!!*


"ANGELINA?!"


"HELENA?!"


"KALIAN ADA DI MANA?!" Teriak Selena yang panik setelah mendengar suara teriakan dua saudari kembar itu.


Helena dan Angelina terperosok ke dalam sebuah jurang yang dangkal.


"Huweee.... Kak Helena bagaimana ini? Aku.... Aku takut" Ucap Angelina.

__ADS_1


"Jangan takut. Aku akan melindungi mu" Ucap Helena.


"Kak..... Di sini gelap dan pengap" Ucap Angelina dengan suara lemah.


"T-TUNGGU ANGE-..... "


*BRUK!*


"ANGELINA?! SADARLAH!!" Ucap Helena yang terkejut karena saudari nya tiba-tiba pingsan begitu saja.


Angelina pingsan dan tak sadarkan diri. Helena pun menggendong nya di punggung nya dan membawanya pergi untuk menemukan jalan pulang.


Berberapa saat kemudian.....


"Hosh.... hosh.... hosh"


"Apakah kita hanya berputar putar saja di sini?" Gumam Helena yang kelelahan mencari jalan pulang.


Lalu, Helena melihat ada sebuah Gua yang cukup besar dan dalam.


"Ah... aku beristirahat saja di dalam gua itu" Batinnya.


Tak lama Helena terdudul di suatu batu dan menurunkan Angelina yang tengah ia gendong tadi.


"Huft.... Gelap sekali gua ini. Aku sangat takut" batin Helena sembari memejamkan matanya dan memeluk erat Angelina.


Sadar, jikalau ia tengah kelaparan, Helena pun mencari makanan ataupun air di dalam gua itu ataupun di luarnya.


Pertama, Helena berjalan di dalam gua itu terlebih dahulu. Ia hanya menelusuri lorong gua itu dalam kegelapan sambil menempelkan tangannya di dinding gua.


Tak lama, Ia melihat sebuah cahaya dari sisi lain gua itu. Ia mendekati cahaya itu dan mengikuti arah cahaya itu berasal. Dan......


...[••••••••••]...


Sisi lain Selena.......


"Helena!!"

__ADS_1


"Angelina!!"


"Kalian ada di mana?!!" Teriak Selena dan Alex mencari Helena dan Angelina.


Mereka masih mencari mereka hingga waktu sudah siang hari. Panas terik. Mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di bangku taman.


"Hiks.... hiks... " Selena menangis.


"Helena.... Angelina..... Kalian ada di mana?" Ucap Selena dengan suara lemah.


"Selena..... " Batin Alex.


"Sudahlah Selena, kita istirahat saja dulu. Nanti kita akan mencari mereka lagi" Ucap Alexander mencoba membuat Selena terhibur dan tidak menangis lagi.


Namun, Selena semakin menangis. Bahkan lebih kencang dari sebelumnya. Seperti anak kecil.


Lantas, hal itu membuat Pangeran Alexander terkejut. Tentu saja alasan nya karena Selena yang menangis seperti anak berusia 5 tahun.


"Imut, juga lucu" batin Alexander.


"Tapi....." Pintas Alexander dalam batinnya.


"Pfft.... " Alexander cekikikan.


"Kenapa tertawa hah?!" Ucap Selena.


"Haha.... Hanya saja, melihat kau yang menangis seperti anak kecil itu membuatku tertawa" Ucap Alex yang masih cekikikan.


Selena pun menggembungkan pipinya.


"Huh!!?"


Selena pun memalingkan wajahnya yang sedang menggembungkan pipinya.


Yah... Di tengah teriknya matahari hari itu. Ada kebahagiaan yang terjadi di antara dua sepasang kekasih yang membuat kita ikutan terbawa suasana romantis mereka.


Tapi..... Bagaimana dengan nasib kedua adik Selena yang menghilang?

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2