
"Eh, ini bahasa....... " Ucap sepintas Helena.
"Eh, Bahasa Apa kak?" Tanya Angelina penasaran.
"Ini Bahasa Negara Zwisa kuno. Zwisa adalah nama Negara kita pada waktu itu.Tapi sekarang namanya menjadi Zetolovia." Ucap Helena dengan sedikit penjelasan.
"Jadi, Apa kakak tau itu buku tentang apa?" Tanya Angelina.
Helena menggeleng.
"Tapi, kalau kakak terjemahkan sedikit, buku ini mungkin tentang Istana ini pada zaman Zwisa Kuno. Aku hanya tau sedikit kosakata nya saja" Ucap Helena.
"Lalu, Apakah kita akan masuk ke dalam atau tidak?" Tanya Angelina pada Helena.
"Ku rasa lebih baik kita teliti buku ini dulu. Mungkin ada kaitannya dengan ruangan di balik rak buku ini." Ucap Helena.
"Yah....... Apa boleh buat" ucap Angelina sedih.
"Jangan sedih. Kakak takut nanti kalau kita bertemu dengan hal yang berbahaya jika memasuki ruangan ini" ucap Helena sembari mengelus kepala Angelina.
"Oke deh" jawab Angelina.
Mereka pun pergi membawa buku itu. Saat mereka menutup pintu perpustakaan, Rak buku itu kembali seperti semula walaupun bukunya sudah di ambil.
Sesampainya di kamar Angelina dan Helena.....
"Hmmm..... kira kira isi bukunya apa ya?" batin Angelina dalam benaknya.
Angelina melirik ke Helena yang sudah tertidur di ranjangnya.
"Hmm..... "
__ADS_1
"Ah, ya sudah lah" batin Angelina.
Ke esok kan harinya.......
"Angelina.... bangun. Kita akan meneliti buku yang tadi malam" Ucap Helena.
*Angelina membuka makanya
"Angelina, kau kenapa? Kau seperti kaget begitu. Apa mimpi buruk semalam?" tanya Helena pada adiknya.
"Hah... Hah.....mungkin saja kak He...Helena" jawab Angelina yang wajahnya mulai memucat.
Jelas keadaan Angelina tersebut membuat Helena khawatir.
"Kak, cepat selidiki buku yang tadi malam. Secepatnya!" ucap Angelina dengan nada yang membuat Helena tambah khawatir.
"Eh, kamu kenapa?" ucap Helena yang mulai panik.
"Kamu demam, Angelina. Sebentar ya, kakak panggilkan pelayan untuk menjagamu!" ucap Helena sembari mengelus kepala adiknya.
Helena pun pergi memanggil pelayan. Tak lama datang lah Helena dengan membawa pelayan dan dokter Istana.
"Tuan, tolong sembuhkan adik saya" mohon Helena pada Dokter Istana tersebut.
Dokter itu tak menghiraukan Helena. Ia hanya melalui Helena yang memohon kepadanya untuk menyelamatkan Angelina.
Dokter Istana itu pun memeriksa keadaan Angelina. Ternyata, Angelina tidak hanya mengalami demam, tetapi suatu penyakit yang jarang di temui oleh anggota kerajaan. Nama penyakit itu belum di pastikan. Tetapi, ada penawar nya. Namun, penawar itu hanya ada dalam jumlah yang terbatas.
Dokter Istana itu memberikan penawar kepada Helena. Entah mengapa di berikan nya kepada Putri yang berusia 8 tahun itu dan tidak kepada pelayan saja.
Dokter Istana itu berkata kepada Helena bahwa Helena lah yang hanya bisa memberikan penawar kepada adiknya itu. Entah apa alasan utamanya, tetapi Dokter Istana itu juga berkata penawar itu hanya akan bereaksi jika sesama saudari kembar yang memiliki hubungan batin yang tidak di sadari oleh yang lainnya.
__ADS_1
Lalu, Dokter Istana itu pergi meninggalkan kamar Helena dan Angelina bersama dengan pelayan.
Helena pun menjaga Angelina sembari mencari tahu tentang buku yang di ambil dari perpustakaan tadi malam.
Setelah Helena membaca sekilas buku itu, Dia menulis beberapa pengetahuan yang di dapatnya di dalam buku Jurnal miliknya.
Tertulis di buku Jurnal tersebut....
"The Zetolovia Empress Story"
Itu judul Jurnal untuk buku yang di ambil dari perpustakaan malam itu.
Isinya....
"Negara Zetolovia merupakan kawasan yang amatlah luas. Tanah mereka subur dan makmur. Namun, dibalik negara yang subur dan makmur itu, negara itu memiliki sebuah rahasia besar. "Tirauna ka Desch Zetolovia Guen Yolli"."
Itulah ujung dari Jurnal dengan judul "The Zetolovia Empress Story" tersebut.
Helena menyembunyikan buku Jurnal miliknya di dalam laci yang di kunci. Setelah itu....
"Oh, sudah waktunya untuk memberi penawar kepada Angelina" Ucap Helena sepintas.
Dia pun mengambil penawar yang di beri Dokter Istana itu. Setelah itu, tidak ada respon dari Angelina. Namun, hanya saja Angelina yang tadinya bergetar sekarang menjadi tenang setelah di beri penawar.
"Mungkin, Angelina selalu bermimpi buruk jika tidak ku beri penawar ini" batin Helena.
......................
Selama satu hari itu, tidak ada yang mengetahui keadaan Angelina. Walaupun ada yang bertanya pada Helena, tetapi Helena hanya memberi jawaban yang bukanlah kenyataan nya.
Hari sudah sore, Helena hanya memandangi taman bunga yang sering ia kunjungi dengan Angelina. Tatapan Helena yang berisi harapan semoga adiknya tidak kenapa - kenapa itu hanya di lihat oleh cahaya mentari senja yang menyinari dia dan taman bunganya.
__ADS_1
"Tolong, sembuhkanlah Angelina" itulah permohonannya.