
Aku berada ditepi pantai melihat lautan yang sangat tenang. tiba tiba dari arah belakang ada sesosok wanita cantik berambut sebahu menyentuh pundakku. kuberbalik dan kulihat sekilas wajahnya cantik dan memiliki sedikit banyak kemiripan dengan wajahku. lalu ku bertanya pada wanita itu
"kau siapa??" (tanyaku)
wanita itu hanya tersenyum. kemudian wanita itu berjalan mundur semakin jauh dan semakin jauh dan menghilang dan tak terlihat olehku. ketika ku berbalik menghadap lautan tiba tiba ombak yang awalnya tenang berubah menjadi kencang kemudian datang menyapu pantai dan menenggelamkanku. aku berteriak dan mencoba meminta pertolongan pada siapapun.
"tolong..... arghhhhhh......." (aku terbangun dengan nafas tersengal sengal)
ternyata aku hanya bermimpi. tapi mimpi itu terlihat sangatlah nyata dan hatiku selalu bertanya siapa yang aku temui di mimpi itu. wanita yang sering sekali muncul di mimpiku dan bukan hanya sekali ini saja tapi berulang kali dia hadir.
karena tak ingin memikirkan mimpi itu, kulihat jam di atas nakas ternyata sudah menunjukkan pukul setengah tiga. lalu aku memutuskan untuk tidak kembali tidur melainkan kekamar mandi. tapi sebelum masuk ke kamar mandi kudengar di kamar atas ada suara orang seakan berdebat. karena penasaran aku menuju tempat asal suara karena tak biasa biasanya di jam segini orang rumah sudah bangun.
kudekati suara itu ternyata berasal dari kamar ayah dan ibu. karena penasaran apa yang mereka bicarakan dijam segini. Sungguh bukan hal yang biasa. aku berjalan pelan pelan dengan perasaan tak menentu. entah mengapa perasaanku tiba tiba menjadi tidak enak dan tak karuan.
ibu : "ini semua salah papi."
ayah : "bukankan aku selalu meminta maaf atas kesalahku 20 tahun silam kepada mami."
alisku mengerut. dalam hati bertanya "kesalahan apa yang ayah lakukan 20 tahun yang lalu??"
ibu : "kalau bukan karena papi selingkuh dengan jal*ng itu tak mungkin lahir anak haram itu."
aku semakin risau dengan pernyataan ibu Jeni.
"selingkuh? siapa? anak haram? siapa anak haram itu?" (ucapku sendiri)
__ADS_1
ayah : "sudah lah mi jangan selalu menyebut Starla dengan anak haram, dia memiliki nama. ini bukan kesalahannya tapi kesalahan papi."
ibu : "mengapa tidak, dia bukan anakku, dia adalah anak jal*ng itu. aku susah payah membesarkan anak jal*ng itu."
DOORRRRRR...... Seperti disambar petir. kakiku seketika lemas. air mata menetes tanpa terasa. sebuah rahasia 20 tahun yang baru aku ketahui.
"inikah jawabanmu tuhan atas segala pertanyaanku selama ini?" (batinku)
ayah : "cukup mi cukup." (bentak ayah)
ibu : "ini semua gara gara anak haram itu. karena kelahirannya perusahaan kita terancam bangkrut dan kita terancam miskin sekarang."
FLASH BACK ON
20 Tahun yang lalu
Sesampainya dirumah Jihan, Aditama langsung menggendong Jihan yang sudah kesakitan ke dalam mobil dan melajukan mobilnya ke rumah sakit. ditengah perjalanan, karena kendala hujan deras dan angin kencang, Aditama tidak melihat jelas jalanan yang ia lewati. Tiba tiba dari arah berlawanan ada mobil melaju kencang karena saking paniknya dan lepas kendali Aditama membanting setir ke arah trotoar dan tiba tiba menabrak seorang wanita yang sedang berjalan menuju sebuah mobil dengan sebelah tangan memegang payung dan sebelah lagi menuntun anak laki laki kecil.
BRAAKKKKKK...... kecelakaanpun terjadi
wanita yang memegang payung tadi terpental sejauh 7 meter sedangkan anak laki laki tadi beruntungnya hanya terpental ke rerumputan pinggir jalan. sedangkan mobil yang dikendarai Aditama langsung berhenti setelah menabrak wanita dan anak kecil tadi.
dilihatnya istri ke dua disampingnya sudah pingsan dan dilihatnya wanita yang ia tabrak sudah berlumuran darah. karena panik dan bingung Aditama melajukan mobilnya kembali tanpa menghiraukan korban tersebut. dan tanpa disadari anak kecil tadi melihat dengan mata penuh dendam saat Aditama meninggalkan dirinya dan ibunya yang telah dia tabrak.
Sesampainya dirumah sakit Aditama langsung membawa Jihan ke UGD. Disana Jihan diperiksa secara intensif dan mau tak mau harus dilakukan tindakan operasi mengingat Jihan sudah dalam posisi tak sadarkan diri untuk menolong janin dikandungannya dan untuk keselamatan Jihan sendiri.
__ADS_1
Selama tindakan operasi Aditama berjalan mondar mandir didepan ruang operasi menunggu 2 orang yang sangat ia kasihi dan sayangi sedang berjuang. dan setelah 2 jam kemudian lampu oprasi mati menandakan bahwa operasi telah selesai dilakukan.
kemudian keluarlah seorang dokter dengan wajah lesu
Aditama : "dok bagaimana istri dan anak saya?"
Dokter : "putri bapak selamat tapi mohon maaf nyawa istri bapak tidak bisa kami selamatkan."
Seketika Aditama lemas, lalu dia menyenderkan badannya ke tembok.
besoknya setelah selasai melaksanakan prosesi pemakaman jihan, karena jihan tak memiliki sanak saudara atau hidup sebatang kara selama ini maka Aditama memutuskan untuk membawa putri hasil pernikahannya bersama jihan yang ia beri nama Gian Starla putri ke kediaman utamanya yang ia tempati bersama istri pertama yaitu Jeni dan anaknya yaitu jesi yang masih berumur 2 tahun.
awalnya Jeni marah besar terhadap Aditama tapi akhirnya Jeni mau memaafkan Aditama dan membesarkan anak dari istri kedua suaminya lantaran jeni tidak ingin hartanya jatuh ketangan anak Aditama dan Jihan. Kemudian Jeni memberi persyaratan kepada Aditama bahwa anak itu tidak boleh diperlakukan istimewa. dan status anak itu setara dengan pembantu tidak lebih.
FLASH BACK OFF
Kemudian dengan kaki lemas dan berderai airmata karena kenyataan yang baru terungkap, aku mencoba bangkit dan berjalan menuruni tangga. aku berjalan memasuki kamar. kututup pintu tapi tidak kukunci karena pintu kamarku tidak bisa dikunci.
aku duduk di tepi kasur tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutku tapi air mata ini terus saja berderai tanpa kau minta. ku tatap lekat lekat cermin yang sudah retak didepanku. kulihat wajahku sendiri. lalu aku tertawa sejadi jadinya dengan air mata ynag tak berhenti berderai. dan ku berkata
"sungguh bodohnya aku yang tak bisa melihat perbedaanku dengan ibu dan saudaraku selama ini, aku siapa? bukanlah siapa siapa. aku hanya anak dari selingkuhan ayahku, akulah sang anak haram yang sebenernya tidak pernah diinginkan kelahirannya. aku hanya anak perusak rumah tangga orang lain. aku hanya anak pembawa sial." (gerutuku sambil tertawa)
semenit kemudian aku menangis sejadi jadinya. aku belum siap mendengar semua ini. aku tidak ingin jawaban yang seperti ini. bahkan aku rela jika aku harus menjadi babu seumur hidup asalkan aku adalah anak ayah dan ibu jeni. tapi kenyataanya berbeda. aku hancur sehancur hancurnya. inikah jawaban yang sebenarnya ketika ayah selalu memintaku menuruti ibu dan ibu jeni selalu berkata jika aku harus meminta balas karena aku telah dibesarkannya. inikah alasan mengapa aku mendapat perlakuan tak adil seperti ini
dari kecil aku selalu berusaha tidak melawan dan menurut supaya ibu jeni bisa menganggapku ada. dia selalu berkata bahwa aku anak yang nakal dan anak yang tidak penurut. aku tidak pernah diajak ketika keluarga pergi liburan. aku juga tak pernah boleh ikut acara keluarga. alasannya karena aku suka melawan. oleh sebab itu bagaimanapun perlakuan ibu jeni terhadapku tak pernah aku melawan sedikitpun atau membela diri sedikitpun karena aku hanya ingin dianggapnya seorang anak sama seperti yang lain.
__ADS_1
kini harapanku hanyalah sia sia. sampai kapanpun aku tak pernah dianggap ada oleh mereka. aku hanyalah benalu yang singgah dikehidupan mereka.
...----------------...