
"halo... max cepatlah kesini, lima menit kau harus tiba." (perintah Saka)
"oh ayolah bro, kenapa kau selalu menggagu waktu santaiku.." (jawab max santai ditelfon)
"jika kau masih bertanya akan ku penggal kepalamu." (ucap skaa kembali)
lalu saka mematikan telfonnya. max ini tidak hanya dokter pribadi keluarga Saka namun juga dia adalah sepupu dari Saka. itulah sebabnya Max selalu memakai nada santai ketika berbicara dengan Saka.
kemudian max bangun dari sofa tempat bersantainya tadi sambil menggerutu.
"padahal ini kan hari minggu... oh saka.... mengapa kau selalu menggangguku disaat aku sedang bersantai dihari libur huh.." (gerutu max sambil menaruh ponsel dikantong celananya)
setelahnya max mengambil perlengkapan madisnya dan langsung menaiki mobil sportnya menuju mansion Saka Lingga.
tepat lima menit kemudian mobil max sudah memasuki mension Saka. Kemudian max masuk dan bertemu dengan salah satu bodyguard Saka memintanya memberitahukan Saka kalau max sudah tiba. lalu max mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu Saka.
"katakan pada tuanmu aku sudah datang." (perintah max)
bodyguard itu hanya mengangguk dan berlalu menaiki tangga ke lantai atas untuk memberitahukan Saka.
"tok tok tok ...." (suara pintu kamar Saka)
"masuk." (ucap saka dengan suara tegasnya)
"tuan max sudah tiba tuan." (ucap bodyguard)
"suruh dia kekamarku." (perintah Saka)
"baik tuan" (jawab bodyguard tersebut dan mengangguk)
lalu bodyguard saka keluar dari kamar saka dan menghampiri max yang sedang memainkan ponsel .
"tuan anda disuruh langsung ke kamar tuan saka." (tutur bodyguard Saka)
"ok..." (jawab max langsung menuju kamar Saka)
sesampainya dikamar saka, max langsung masuk kedalam. betapa terkejutnya max ketika melihat ada gadis cantik di tempat tidur saka. karena setau max Saka tidak pernah berkencan dengan gadis manapun. ia menutup diri untuk urusan percintaan. dan max juga tau bahwa saka tak akan membiarkan wanita manapun memasuki kamarnya.
"wah kau sekarang sudah berani bermain dengan perempuan ya...." (ledek max yang sedang menyiapkan alat madisnya)
"diam mulutmu max, periksa saja dia."(perintah Saka)
__ADS_1
"tenang lah bro... aku tak akan menolak kalau kau suru memeriksa gadis secantik ini.." (tutur max dengan senyum menyeringai)
Saka langsung menatap max dengan tatapan membunuh
"eitsssa..... baiklah jangan emosi brow..." (ucap max agar saka tak marah)
lalu max memulai memeriksa Starla. ketika max tak sengaja menyentuh kulit Starla, alis max mengerut. tiba tiba max mengeluarkan termometer dan mengukur suhu. dan ternyata suhu badan starla sangat menurun.
"cepat matikan pendingin ruangan ini Saka." (pinta max)
Saka hanya diam dengan mengerutkan alis.
"kubilang matikan Acnya, karena dia sedang mengalami hipotermia. suhunya menuruh dibawah 35." (tutur max)
kemudian Saka mematikan Ac kamarnya.
"sepertinya dia harus dibawah kerumah sakit untuk penanganan lebih lanjut." (ucap max)
"apakah itu parah...?"(tanya Saka)
"jika tidak dilakukan tindakan mungkin nyawanya bisa tidak tertolong." (tutur max)
laku saka mengangkat tubuh starla yang ringan langsung meninggalkan max yang masih mematung disitu.
setelah 25 menit mobil saka tiba dirumah sakit. tanpa menunggu lama saka kembali menggendong starla membawanya kedalam rumah sakit. lalu starla langsung ditangani oleh tim medis. tim medis memasukkan starla ke ruang icu dikarenakan starla dalam keadaan kritis.
"bagaimana kondisinya??"(tanya saka dengan tenang)
"kami akan melakukan yang terbaik tuan." (kata salah satu dokter yang menangani starla)
"akan kuratakan rumah sakit ini jika kalian tidak bisa menyelamatkannya." (ucap Saka)
dokter tadi langsung ketakutan dan menjawab
"kami akan melakukan semaksimal mungkin tuan."
di ruang icu starla belum sadarkan diri. badannya dipenuhi alat alat medis. detak jantung yang semakin lemah. sudah dua hari starla terkapar tak sadarkan diri. tiba tiba saka memasuki ruangan starla. dilihatnya wajah starla yang teduh menyiratkan kesedihan yang teramat dalam.
DEG...DEG... (Suara jantung Saka)
Saka memegang dadanya. ada rasa lain ketika melihat wajah starla. rasa ingin memiliki. tapi Saka menepis perasaan itu. dia menekatkan dirinya bahwa dendam harus terbalaskan demi sang ibu.
__ADS_1
"bangunlah, bukan waktunya kau mati starla.. kau harus membayar semua kesalahan ayahmu kepada ibuku..." (ucap Saka dengan tatapan tajam)
kemudian saka keluar dan meninggalkan starla yang belum sadarkan diri tersebut.
malamnya saat perawat mengganti infus tiba tiba jari starla bergerak. tak lama kelopak matapun terbuka. kemudian perawat tersebut memanggil dokter dan memeriksa keadaan starla. ya starla sudah melewati mas kritis. akhirnya dokter memerintahkan perawat memindahkan ke ruang inap vvip yang sudah rumah sakit siapkan atas perintah Saka. Saka adalah pemegang saham terbesar dirumah sakit itu.
akhirnya starla sekarang berasa di ruang vvip. dokter oun memeriksa starla memastikan kembali keadaan starla. setelah dilakukan pemeriksaan dokter pun keluar dan tinggallah starla seorang diri. semenjak starla sadar dari komanya selama 3 hari dia hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.
tak lama kemudian pintu terbuka, starla menoleh ke arah pintu. dilihatnya pria yang menyekapnya masuk yaitu saka.
"sepertinya kau sudah sehat, dan sepertinya kau sudah siap menerima siksaan dariku..."(ucap saka dengan senyum seringai)
"bunuh saja aku saka." (jawab starla dengan sorot kebencian)
Starla sudah mengetahui nama pria yang menyekapnya. karena tanpa sengaja dokter yang memeriksanya menyebut namanya. lalu saka menunduk dan meletakkan kedua tangannya di diantara kepala starla.
"HA...HA....HA.... Tidak akan pernah.... tak akan pernah kulepaskan pembunuh sepertimu dan ayahmu."(ucap Saka di telinga Starla)
"jaga mulutmu bajingan... aku bukan pembunuh." (bela Starla sambil berteriak
Saka mencengkram rahang Starla keras dan lalu menghempaskan dengan kasar. dan setelah itu dengan emosi yang memuncak saka keluar dari ruangan itu dengan membanting pintu.
"ahhhhhhhhhhhhh...hhhhh....."(teriak starla putus asa)
"aku harus pergi dari sini, aku harus keluar dari perangkap saka." (batin Starla)
setelah itu starla mencabut selang infus ditangannya.
starla turun dari ranjangnya kemudian dengan tertatih tatih starla berjalan ke arah pintu sambil berpegangan tembok. dengan perlahan starla membuka pintu kemudian mengamati sekitar karena starla takut ada orang lain yang melihatnya yang akan menggagalkan rencana dia untuk kabur. setelah dirasa aman starla berjalan keluar sambil tertatih tatih memegangi sambil tembok. sesekali starla berhenti dan mengistirahatkan tubuhnya yang masih lemah.
akhirnya starla bisa keluar dari rumah sakit. ia mempercepat jalannya menuju jalan raya. dia berjalan melewati trotoar. sesekali ia terjatuh terjerembab. lalu bangkit lagi.
Starla berjalan menempuh sekitar satu kilometer dan dia merasa bahwa tubuhnya tak mampu menopang lagi. seketika starla menjadi pusing dan terduduk dengan badannya bersandar ke pepohonan. starla memejamkan matanya agar pusing yang menderanya segera hilang. keringat dingin bercucuran dan wajahnyapun semakin pucat.
tok.. tok.tok... suara sapatu yang menapaki setapak terdengar oleh starla. suara itu berhenti tepat di depan Starla. dengan mata yang masih terpenjam starla mencoba untuk meminta tolong.
"tolong.... tolong aku...." (ucap starla dengan suara seraknya yang lemah)
namun tak ada yang menjawab
lalu starla mencoba membuka mata, dan betapa terkejutnya dia saat dia tau pemilik suara sepatu barusan adalah Saka. Starla membulatkan mata dan beringsut dari tempat dudukna. tapi tak menunggu lama Saka dengan wajah geram langsung menggendong starla kedalam mobilnya. starla mencoba memberontak dan melawan tapi tenaganya tak cukup kuat. kemudian saka melajukan mobilnya dengan sekencang kencangnya menandakan bahwa ia sangat marah besar. starla tidak berani bersuara. dia hanya mampu memegangi jok yang didudukinya karena takut jika sesuatu terjadi ketika mobil dalam keadaan melaju kencang seperti ini .
__ADS_1
...----------------...