
beberapa menit kemudian ibu menyuruh kak Jesi untuk menepikan mobilnya dipinggir jalan.
"Jes,,, berhenti disini." (perintah ibu pada kak Jesi)
"ok.. mi" (sahut kak Jesi)
aku semakin merasa takut dan semakin merasa ragu dengan situasi seperti ini. sekarang aku sangat yakin bahwa ibu hanya beralasan mengajakku kepesta , dan aku yakin bahwa ibu akan melakukan sesuatu hal dan melibatkan aku. wajahku pucat pasi, keringat dingin mulai bercucuran dan ku pegang erat ujung rokku.
dari arah belakang tiba tiba muncul mobil alphard hitam dengan kaca mobil serba hitam yang tidak bisa kita lihat siapa yang berada didalam mobil tersebut. mobil hitam itu berhenti tepat didepan mobil kami. kemudian ibu beranjak keluar untuk menghampiri mobil hitam tersebut. satu orang pria serba berpakaian hitam keluar. dan kulihat ibu sedang berbicara serius dengan pria itu.
setelah beberapa menit ibu kembali kemobil kami dan menyuruhku keluar. namun karena aku yakin bahwa aku akan berada dalam masalah, jadi kuputuskan untuk diam saja di dalam mobil. tapi semua sia sia ketika kak Jesi dengan paksa menarikku keluar dari mobil dan menyeretku mendekati mobil hitam tersebut. aku berdiri tepat didepan mobil ibu atau lebih tepatnya dibelakang mobil hitam tersebut. kemudian dua orang berkepala botak dan bertubuh kekar yang memakai baju serba hitam keluar dari mobil hitam itu dan menghampiri kami.
"ini pesanan bos kalian," (tutur ibu Jeni)
refleks aku menoleh kepada ibu Jeni
"apa maksudnya ini ibu?" (tanyaku tak percaya mendengar penuturan ibu)
"kau sudah ku jual kepada seorang pengusaha kaya raya dengan bayaran yang sangat tinggi supaya bisa membantu menyelesaikan permasalahan di perusahaan ayahmu." (tegas ibu tanpa melihatku)
"aku tidak mau bu, jangan lakukan itu ku mohon. kenapa kalian tega sekali kepadaku. tolong bu akan kulakukan apapun yang ibu suruh asalkan ibu tidak menjualku hik...hik...hik..." (mohonku sambil mengatupkan kedua tanganku)
tanpa memperdulikanku ibu menyuruh dua orang bertubuh kekar itu membawaku pergi. aku mencoba meronta sekuat tenaga, melawan semampuku. tapi tenagaku tak cukup kuat untuk melawan mereka. kulihat ibu berbalik dengan kak Jesi dan menaiki mobil mereka kemudian melajukan mobilnya tanpa memperdulikan aku yang dibawa oleh 2 orang asing. sungguh aku sangat kecewa terhadap keluargaku. keluarga yang selama ini sangat aku cintai bahkan melebihi cinta untuk diriku sendiri
aku dipaksa memasuki mobil hitam tersebut. tapi ku tetap menolak dan melawan hingga akhirnya salah satu dari mereka menutup mulutku dengan tisu. beberapa menit kemudian penglihatanku buram dan semua menjadi gelap.
...----------------...
__ADS_1
POV AUTOR
Setelah dirasa Starla sudah tak sadarkan diri, dua orang bertubuh kekar itu memasukkan Starla ke dalam mobil hitam tersebut. kemudian mobil hitam itu melaju meninggalkan tempat tadi. mobil hitam itu melaju ke arah mension megah dan mewah kemudian memasuki pagar yang menjulang tinggi.
mobil itu berhenti tepat di depan pintu utama mension mewah itu. 3 orang turun dari dalam mobil itu. satu orang yang menggunakan pakaian jas hitam dan celana jeans menyuruh dua orang bertubuh kekar tersebut untuk membawa Starla kedalam mension. mereka meletakkan Starla diatas ranjang yang berukuran kingsize di dalam sebuah kamar yang bernuansa abu abu gelap. kemudian mereka meninggalkan Starla dikamar tersebut seorang diri.
beberapa jam kemudian Starla membuka mata pelan. dia memegangi kepalanya yang merasa pusing. dilihatnya ruangan yang Starla tempati, dan Starla merasa asing. lalu Starla bangun dan memposisikan dirinya duduk.
"aku dimna??" (ucap Starla sambil mengamati kamar tersebut)
"kau dikamarku." (sebuah suara bariton dari sudut kamar yang gelap)
refleks Starla melihat ke arah datangnya suara. tiba tiba sesosok pria tinggi dengan bentuk tubuh atletis memakai jeans dan kaos hitam menghampiri Starla dengan sorot mata yang menyimpan dendam memancarkan aura ketakutan bagi siapapun yang melihatnya. Starla menjadi pucat pasi. Starla mulai memundurkan dirinya dari posisi duduknya tadi dan menampakkan wajah ketakutan.
"ka..kau si...siapa???" ( tanya Starla terbata bata)
"akulah malaikat kematianmu." (jawab pria itu)
Starla menepis tangan pria tersebut lalu mencoba menuruni ranjang dan berlari ke arah pintu. Starla mencoba membuka paksa pintu kamar tersebut namun tidak bisa karena pintu itu dikunci oleh pemilik suara bariton tersebut.
"tolong..... tolong.... bukakan pintu...." (teriak starla sambil menangis dan mengedor pintu dengan keras)
pria itu hanya berdiri sambil bersedekap mengamati Starla yang berusaha mengedor pintu dan membuka paksa.
"kau tak akan bisa membukanya." (jawab pria tersebut)
"lepaskan aku bangsat, apa maumu sebenarnya " (bentak Starla)
__ADS_1
"tidak akan.... aku ingin kau benar benar menderita dan tersiksa sampai kau mati." (senyum sinis pria tersebut sambil berjalan mendekati Starla yang mulai beringsut ketakutan)
"apa salahku... kenapa kau mengurungku iblis..."(terika Starla Frustasi)
"kesalahan terbesarmu adalah kau lahir didunia ini." (jawab pria tersebut)
Starla terdiam, dia mengingat semua tentang kehidupannya sebelumnya. ya benar yang pria itu katakan, kelahirannya sudah menjadi masalah besar bagi keluarga ayahnya. karena Starla lahirlah ayah dan ibu Jeni sering berdebat. karena Starla lahirlah rumah tangga ayah dan ibu Jeni nyaris hancur.
"kau iblis... ayahku akan datang membantuku keluar dari tempat ini." (ucap Starla walaupun ia tau bahwa ayahnya tak akan melakukannya)
"ha ha ha..... sangat lucu. ayahmu sudah tewas dalam kecelakaan pesawat tadi siang. sangat tidak mungkin bukan kalau dia akan menolongmu." (jawab pria itu dengan tertawa yang menggelegar)
"tidak... tidak... itu tidak benar. kau berbohong." (teriak Starla sambil menggeleng)
kemudian pria itu melempar sebuah surat kabar berisikan berita kecelakaan tadi siang. ya, ayahnya berangkat jam 7 pagi karena harus mendatangi meeting penting bersama cliennya dan jadwal penerbangan baru bisa dilakukan jam 12 siang. nomor pesawat yang mengalami kecelakaan sama dengan nomor pesawat yang ayah Starla naiki. karena sehari sebelumnya ketika Starla menaruh baju yang dilipatnya kekamar ayahnya, ia sempat melihat tiket pesawat di atas tempat tidur dan itu adalah nomor yang sama dengan yang ada di surat kabar tersebut.
tiba tiba surat kabar yang Starla pegang terlepas. kaki kaki Starla menjadi lemas dan Starla limbung dan terduduk ke lantai. wajahnya tertunduk dengan mata yang mulai menetes tanpa henti. Starla menangis dalam diam. tiba tiba pria tersebut berjongkok lalu tangan pria itu mencengkram kembali rahang starla dengan kuat. tapi starla hanya diam tak merespon.dan berkata
"sekarang ayahmu sudah menjadi abu dan dia sudah menyusul jal*ng yang telah melahirkanmu" (jawab pria tersebut dengan senyum sinisnya seolah olah mengejek Starla)
entah dari mana keberanian yang starla dapatkan, Starla tersulut emosi kemudian Starla menghempas tangan pria tersebut dan dan dengan berani Starla meludah ke arah wajah pria tersebut. Starla sangat tidak suka jika ibu kandungnya dihina walaupun Starla baru mengetahui kenyataannya tadi pagi.
"Bajingan." (ucap Starla dengan mata nyalangnya)
pria tersebut menjadi murka dan mimik wajahnya menjadi menyeramkan. lalu dia dengan emosi menampar starla sangan keras hingga starla tersungkur dan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar. lalu pria itu melangkah keluar dan membanting pintu lalu mengunci kamar yang starla tempati sendirian.
...----------------...
__ADS_1