
Sesampainya dimension, Saka langsung menarik paksa Starla keluar dari mobilnya. Ia membawa Starla ke pavilion belakang rumahnya. paviliun yang sudah lama tidak ditempati. kemudian Saka membuka pintu pavilioun itu dan menghempaskan Starla kasar ke atas tempat tidur.
karena emosi yang memuncak Saka mendekati Starla. dengan emosi Saka membuka paksa baju Starla. Starla mencoba melawan tapi tenaganya tidak mampu akhirnya Starla hanya bisa paksa dengan mata yang tak berhenti menangis. tanpa pemanasan Saka mecoba memasukkan paksa kejantanannya ke dalam milik starla. tiba tiba milik starla mengeluarkan darah. sejenak saka terdiam karena ia baru tau kalau starla masih virgin. tapi tak lama kemudian saka melakukan aksinya kembali sampai akhirnya ia mendapat pelepasan. dan setelah itu saka berbaring disamping starla.
setelahnya Starla menangis sambil memunguti bajunya yang berserakan. ia merasakan diarea intinya merasakan perih. lalu dengan sekuat tenanga ia memasang kembali bajunya. starla sudah tiba tiba dari belakang Saka mendorong Starla dengan kasar.
"auw...ww....." (ringis Starla yang terjerembab ke lantai)
"jangan harap kau bisa kabur dariku. itulah hukuman karena kau melawanku" (tegas Saka)
"lepaskan aku, aku tidak membunuh ibumu Saka... kenapa kau tega melakukan ini kepadaku." (teriak starla dengan nada putus asanya)
mendengar pembelaan Starla, Saka menjadi sangat marah. Saka tidak suka jika Starla selalu berkata dirinya bukan pembunuh padahal jelas jelas karena kelahiran dialah ibunya tertabrak dan meninggal. kemudian Saka berjalan perlahan menghampiri Starla. dan Starla pun beringsut kebelakang menahan rasa takutnya kepada Saka hingga tubuhnya membentur tembok. kemudian Saka kembali mencengkram dagu Starla dengan kuat.
"apa yang kau katakan...???" (tanya saka mengintimidasi)
Starla hanya diam tak mampu menjawab karena ia sudah merasa ketakutan. hanya airmata yang bisa mengisyaratkan kepedihan dan ketakutan.
"sekali pembunuh tetaplah pembunuh. jadi nikmati saja hukumanmu yang harus kau tanggung. jangan lupa Starla kau disini hanya sebagai budak. jadi berhenti melawan dan mencoba kabur dariku." (ucap saka tegas tapi perlahan)
setelah itu Saka melepas cengkramannya dan melangkah keluar mengunci Starla di paviliun itu seorang diri. Starla kemudian merasa panik karena paviliun yang ia tempati saat ini sangat gelap. Starla memiliki pobia gelap dan trauma tentang gelap. ditambah kejadian tadi yang mengganggu pikirannya. lalu starla berlari kearah pintu dan menggedornya.
__ADS_1
"buka tolong..... buka.... buka saka.... ku mohon.... aku takut..... ayah tolong aku....hik...hik...hik...." (raung Starla sambil menggedor pintu)
FLASH BACK On
ya Starla memiliki trauma berat tentang tempat gelap. dulu waktu Starla berumur 10 tahun, dia pernah dibuli oleh kakak tirinya dan teman teman kakaknya. starla diseret kegudang belakang dimana gudang itu sangat gelap. tak hanya dikunci didalam gudang gelap bahkan jeni meletakkan patung patung menyeramkan didalamnya serta suara suara seperti hantu. Starla berteriak histeris sampai pingsan.
Semenjak itu Starla mengalami trauma berat dan gangguan mental hingga 1 tahun lebih. Starla seling mengalami halusinasi dan berteriak tanpa alasan, oleh sebab itu aditama mulai membawa Starla ke Psikiater hingga Starla dinyatakan sembuh asalkan Starla tidak mengalami tindakan serupa. Aditama memang tidak pernah membela Starla tapi Aditama selalu peduli terhadap Starla walaupun jarang ia tampakkan.
itulah sebabnya Starla selaku menurut dan tidak pernah membantah keluarganya karena Starla takut kejadian serupa terjadi lagi. Starla takut jika keluarga melakukan hal semacam itu lagi yang akan mengganggu kesehatan mental Starla.
FLASH BACK Off
"tidak.... tidak....."
"pergi....pergi....."
"arghhhh......rghhhhh......" ( teriak Starla menutup kuping sambil menggeleng)
Starla berdiri dengan perasaan panik langsung mengamuk dan melempar semua barang yang ada diruangan itu hingga hancur. namun sesaat kemudian yang awalnya Starla histeris tiba tiba starla menjadi pendiam dan tatapannya menjadi kosong seolah olah dia sudah tak memiliki rasa takut kembali. Starla berjalan ke arah pintu melewati pecahan pecahan beling yang berserakan. seluruh kakinya penuh luka luka dan beling yang menancap dan darah berceceran tapi starla hanya diam seolah dia tak merasakan sakit apapun. kemudian Starla duduk di sebuah kursi dekat pintu tanpa ekspresi apapun.
keesokan harinya Saka mendatangi mension yang Starla diami. ia membuka pintu yang semalam ia kunci. betapa terkejutnya Saka ketika melihat semua barang hancur dan berserakan. penglihatan Saka menelisik mencari keberadaan Starla, ternyata gadis itu sudah berada disamping lemari dengan berjongkok dan memeluk dirinya sendiri.
__ADS_1
Saka menghampiri Starla dan terkejut melihat kaki yang penuh luka dengan darah yang mulai mengering dan beberapa beling masih menancap.
"apa yang kau lakukan..? (ucap saka langsung berjongkok )
Saka melepaskan beling beling yang masih menancap di kaki Starla tapi starla tak merespon apapun bahkan dia tak menujukkan ekspresi apapun. lalu ia mengamati gadis itu. ada sedikit rasa iba dan bersalah.
"apa yang terjadi?? sepertinya ada yang terjadi dengan gadis ini. sepertinya ada yang kulewati kisah tentang gadis ini." (ucap saka dalam hati)
"aku tidak salah kak.... aku tidak salah bu...." (kembali starla menangis histeris dan tengannya memengang telinga sambil menggeleng.)
saka terkejut mendengar Starla tiba bersuara. Starla berdiri dan berlari keluar dengan kaki yang terluka akibat beling yang saka cabut barusan. Starla berhenti disamping kolam renang yang dalamnya 5 meter karena Saka sengaja merancang kolam itu agar memiliki kedalaman yang lumayan supaya bisa digunakan untuk melatih ototnya ketika di air. lalu ia berdiri dan menceburkan dirinya yang tak bisa berenang. Saka yang mengejar Starla merasa terkejut melihat Starla menceburkan diri. tapi Saka membiarkannya karena dia pikir Starla pasti akan berenang dan naik ke atas.
Namun perkiraannya salah, Setelah beberaoa menit Starla tak muncul ke permukaan. akhirnya Saka terpaksa menceburkan diri menolong Starla.
...----------------...
"tolong cari tau lagi mengenai gadis ini dan keluarganya.." (perintah Saka kepada Rega)
"baik tuan.."(jawab rega kemudian berlalu pergi)
Saka menatap Starla yang terbaring lemah di tempat tidurnya. kakinya sudah dibalut perban dan tangannya sudah ditancapkan selang infus.Starla sudah dia jam masih tak sadarkan diri. Semakin hari Saka dibuat penasaran oleh gadis ini. yang awalnya saka diliputi rasa dendam lambat laun saka merasa dia sedikit merasa bersalah pada Starla. Saka yakin kalau sudah terjadi sesuatu pada Starla sebelumnya didalam keluarganya.
__ADS_1