Aku Starla yang tak kau anggap

Aku Starla yang tak kau anggap
SAKA LINGGA PERMANA (Starla 5)


__ADS_3

POV SAKA


diperusaan yang berdiri megah, akulah Saka Lingga permana seorang presdir sekaligus pemilik perusahaan L.Permana Group Corporation. aku adalah putra tunggal dari pendiri perusahan besar tersebut yaitu adi permana dan puspa rengganis. sudah 7 tahun aku menggantikan posisi ayahku di perusahaan ini karena 7 tahun lalu ayahku telah meninggal dunia akibat serangan jantung. begitupun ibuku yang sudah lama meninggal 20 tahun silam karena kejadian tabrak lari oleh orang tak bertanggung jawab.


semenjak umurku 20 tahun aku sudah terbiasa menjalani hidup sendiri. hanya ada Rega asisten sekaligus orang kepercayaanku yang menemani kemanapun aku pergi. Rega lebih tua 3 tahun dariku. sebelum menjadi asistenku, Rega adalah salah satu orang kepercayaan ayahku waktu beliau masih hidup.


"bagaimana??? apakah kau sudah menamukannya??? (tanyaku duduk sambil melipat kaki menikmati rokok termahal ditanganku)


"sudah tuan, saya sudah berhasil menemukan kediaman tuan Aditama." (tutur Rega)


"hancurkan perusahaannya, buat dia terlilit hutang dan hasut semua inverstor yang menanamkan modal di perusaannya agar semua invertor menarik kembali saham dari perusahaan Aditama."(perintahku santai namun menyiratkan sebuah dendam).


"baik tuan." (jawab Rega)


kemudian aku menyuruh Rega kembali keruangannya. ya aku tahu semua tentang Aditama. bahkan Aku tau bahwa Aditama memiliki putri bernama Starla yang membuat ibuku meninggal.


Aku adalah sosok yang banyak ditakuti orang dikalangan bisnis.dibalik wajah tanpanku, banyak orang bilang aku adalah orang yang kejam. tatapanku selalu dingin. aku tak segan segan membunuh siapapun orang yang menghalangi jalanku. apalagi hanya untuk menjatuhkan satu perusahaan dibawah perusahaanku.


ya, Aditama Jaya Corporation. dengan gampang aku mensabotase bisnis mereka. aku menjebak perusahaan itu supaya perusahaan itu mengalami masalah besar. dan sebagian investor menarik saham dari perusahaan itu. bukan tanpa alasan tapi dendam 20 tahun yang belum selesai. dendam yang akan sebentar lagi akan terbalaskan.


Aditamalah penyebab aku ditinggalkan orang tercintaku yaitu ibu. dia juga yang telah mengubah aku dari ceria menjadi dingin dan sekejam ini. 20 tahun sepertinya sudah cukup membuatnya tenang. ini lah waktunya aku menghancurkan dia dan putrinya.


FLASH BACK On


"ibu.... ibu.... aku mau beli eskrim ibu....." (rengekku pada ibu)


"Saka sekarang sudah gelap dan diluar masih hujan sayang," (jawab ibu sambil menunjukkan hari sudah gelap)


"Saka inginnya sekarang ibu hik hik hik.... pokoknya sekarang....." (rengekku kembali)


"ah baiklah.... ayoo..." (jawab ibu)


pada saat itu ayah sedang pergi dinas keluar kota, maka mau tak mau ibulah yang mengantarkanku sendiri dan mau menuruti permintaanku sebab aku yang tak berhenti merengek. sebenarnya ayah selalu menyiapkan supir pribadi untuk kami, tapi karena waktu itu supir kami meminta ijin tidak masuk kerja dikarenakan harus menjaga istrinya yang sedang melahirkan dirumah sakit maka terpaksa ibu yang menyetir sendiri.

__ADS_1


lalu ibu mengambil kunci mobil dan menuntunku menuju garasi mobil. disana ibu membukakan pintu dan mendudukkanku dikursi depan samping kemudi. lalu ibu berputar ke arah pintu samping kemudi dan mendudukkan dirinya lalu melajukan mobilnya. kemudian kami menuju minimarket yang tidak jauh dari rumah kami.


diperjalanan aku melihat keluar jendela. kulihatlah penjual sate pinggir jalan yang lumayan ramai walaupun hujan deras. aku meminta kepada ibu intuk membeli dagangan sate itu dan memakannya di warung itu. ku rasa ibupun sepertinya lapar karena kami belum sempat makan malam sebelum pergi. lalu ibu menatapku dan tersenyum lembut kemudian mengangguk tanda setuju. sesaat kemudian ibu memarkirkan mobilnya didekat oedagang sate tersebut. ibu keluar dengan membawa payung dan membukakan pintuku . lalu ibu menuntunku ke arah penjual sate tersebut sambil memakai payung.


"ayuk sayan....." (ajak lembut ibu sambil mengulurkan tangan)


"oke ibu...." (dengan riang aku meraih tangan ibu dan berjalan memasuki tenda pedagang sate)


ibu memesan 2 porsi sate kambing untuk kami santap. beberapa menit kemudian pesanan kami sudah disajikan dan kami mulai memakan sambil bercanda. aku sangat menyayangi ibu. beliau orang yang sangat hangat dan lembut. beliau adalah orang yang tulus kepada semua orang. ibu sellau bersikap baik kepada semua orang.


setelah kami selesai makan. ibu membayar makanan yang sudah kami makan. lalu aku melihat disebrang jalan ada minimarket. ku tariklah baju ibu agar ibu melihat aoa yang aku tunjukkan. ku tunjuk minimemarket itu untuk memberi tahu ibu


"ibu lihat.. disana ada eskrim kann??? kita beli disana aja." (pintaku dengan mata berbinar)


"oh iya sayang benar... saka pinter banget.... kita beli disana aja ya tapi jalna kaki aja. saka mau kan???" (tutur ibu)


"kenapa tidak naik mobil aja bu...?"( tanyaku)


"kan cuma deket sayang.... biar gak oerlu lagi kita cari tempat parkir... Saka mau kan"(tanya ibu kembali)


lalu kami berjalan ke arah sebrang jalan dan membeli eskrim yang aku mau di mini market tersebut. jaraknya lumayan sekitar 300 meter dari tempatku tadi berdiri. setelah beberapa saat, kami keluar dari minimarket tersebut dan ku lihat penjual sate tadi sudah menutup dagangannya. aku dan ibu berjalan di trotoar ditengah derasnya hujan dengan payung besar yang kita pakai berdua.


tiba tiba dari arah berlawanan ada mobil sedan membanting sentir dan menuju ke arah kita.


BRUAKK....KKK....


Ibu terpental jauh sedangkan aku hanya terpental ke rerumputan. untuk beberapa saat aku pingsan. kemudian aku terbangun. aku melihat seorang pria keluar dari mobil yang menabrak kami. kulihat dia memegang kepala seolah olah dia sedang panik. tapi beberapa menit kemudian pria itu masuk kembali kedalam mobilnya melaju dengan cepat dan meninggalkan mami yang terkapar tak berdaya. kemudian aku kembali pingsan setelahnya.


aku terbangun dengan tangan yag sudah diberi selang infus. kulihat sekeliling kamar ternyata aku sudah berada dirumah sakit. entah siapa yang menolongku akupun juga tak mengerti. diluar ruangan aku mendengar ayah berbicara dengan salah satu asistennya. setelahnya ayah memasuki ruanganku dengan wajah sembab dan kusut.


"ayah dimana ibu??? (tanyaku yang saat itu berumur 7 tahun)


ayah menghampiriku dan mengelus kepalaku. kulihat mata ayah menampakkan sorot kesedihan.

__ADS_1


"ibu telah tiada saka.."(pernyataan yang mampu menghancurkan hatiku)


FLASH BACK of


aku menyuruh rega merencanakan sesuatu. aku tau jika istri Aditama sangat tidak menyukai Starla. kemudian rega memberi kesepakatan akan membantu perusahaan Aditama dengan syarat menyerahkan Starla padaku.


pada malam itu aku menyuruh orang suruhanku untuk menjalankan misi. entah cara apa yang dilakukan Jeni istri Aditama sehingga dia mampu menyerahkan Starla kepada anak buahku. sampai pada saatnya sekarang Starla menjadi tawananku.


mengenai Aditama, semua diluar kendaliku. sepertinya takdir memihak kepadaku. pesawat yang ia naiki bahkan mengalami kecelakaan. dia tewas sebelum aku melakukan sesuatu padanya.


POV Author


Setelah saka menampar dan mengurung Starla, saka meninggalkannya dan dia memasuki ruang kerja di mensionnya.


dia menghampiri meja kerjanya dan duduk di dikursi kebesaranya. dibukalah laci pertama, lalu ia mengambil selembar foto gadis cantik berkulit putih dengan mata teduhnya, itu adalah foto Starla. ditatapnya selembar foto tersebut dengan raut mata kebencian. diambillah lagi sebuah pisau kecil dari dalam laci kemudian ditancapkanlah pisau tersebut tepat didada Starla.


"aku akan menghancurkanmu Starla ha ha ha ha..." (ucap Saka dengan tertawa puas)


Lalu saka menaruh kembali foto tersebut dan menutup laci.


dikamar Saka, Starla terdiam dengan posisi tidur meringkuk diatas lantai tanpa alas apapu. matanya tak berhenti untuk menetes. ia tak beranjak dari tempat dimana dia ditampar oleh Saka.


...----------------...


matahari sudah tinggi. Saka memasuki kamarnya berniat ingin melihat gadis yang ia sekap semenjak tadi malam. dilihatnya Starla masih setia meringkuk diatas lantai. Saka berjalan menghampirinya.


"hei bangun kau.." (ucap saka membangunkan Starla menggunakan kakinya)


"kau jangan berpura pura pungsan pembunuh."(ucap saka lagi)


tetap saja Starla tidak merespon. kemudian Saka berjongkok dan menyentuh pundaknya. betapa kagetnya ketika Saka menyentuh kulit Starla begitu dingin bahkan bibirnya berubah pucat. digoyangkannya badan Starla tapi tetap saja ia tak bergerak dan tak ada respon.


"hei bangunlah, belum waktunya kau mati."(tegas Saka)

__ADS_1


kemudian Saka mengangkat badan Starla ke atas tempat tidur dan mulai menelfon dokter Pribadinya yaitu Max.


...----------------...


__ADS_2