
Berita di televisi
Selamat siang
Berita Utama
Masayarakat turun ke jalan karena
Pemerintah diam-diam telah meresmikan undang-undang baru yang dinilai merugikan masyarakat. Pada hari ini seluruh masyarakat di Indonesia turun ke jalan menentang adanya peresmian undang-undang baru tersebut. Masyarakat menilai peresmian undang-undang ini tidak sah karena dilakukan diam-diam pada malam hari. Peresmiannya juga terkesan buru-buru
Banyak orang turun ke jalan untuk menolak peresmian undang-undang baru dan meminta pemerintah untuk merubah keputusan mereka.
"Gagalkan undang-undang yang merugikan" ucap salah seorang pendemo.
Mereka menyuarakan ketidakpuasan mereka dengan damai tanpa ada perkelahian. Semua kalangan baik mahasiswa, murid SMA, ibu rumah tangga, pekerja buruh dan juga orang-orang dari latar belakang berbeda-beda berkumpul di satu titik berharap suara mereka didengar. Mia juga menjadi bagian dari pendemo. Mia datang bersama Gani yang merupakan anak seorang pejabat. Mia yakin Gani tidak akan terpengaruh dengan Undang-undang yang ada tetapi dia tetap memilih untuk ikut serta.
Seorang mahasiswi menyuarakan pendapat nya tentang undang-undang yang diresmikan itu. Dia naik keatas mobil pick up dan mengambil mega phone sambil menyuarakan tuntutan yang para pendemo inginkan. Melihat hal itu membuat Mia terkagum-kagum akan sifat berani mahasiswi itu.
"Wah, dia sangat keren. Aku ingin menjadi seperti dia" Mia said.
Setelah melihat mahasiswi itu, Mia memiliki mimpi yang selama ini tidak pernah dia miliki. Mia ingin menjadi aktivis yang menyuarakan ketidakadilan yang diterima masayarakat. Gani yang mendengar impian Mia langsung memberikan nasihat kalau mimpi seperti itu tidak akan memberikan dia uang untuk makan. Ketika Gani mengatakan itu, Mia langsung tersadar akan mimpinya yang sangat tidak masuk akal di negara ini.
Saat sedang bersedih karena mimpinya baru saja lenyap hanya dalam hitungan detik, tiba-tiba ada seorang fotografer yang meminta foto Mia untuk d post di akun sosial medianya. Mia mengijinkan fotografer itu untuk memotret nya.
__ADS_1
"Kamu terlihat sangat cantik. Terima kasih ya. Aku bakal pastiin kalo orang-orang bakal suka sama fotomu" ucap fotografer itu lalu pergi meninggalkan Mia.
Keesokan harinya, saat di sekolah tiba-tiba saja semua orang melihat Mia yang baru saja datang ke sekolah. Mia pun tampak bingung kenapa mereka melihat Mia. Tampak Gani berlari dari kejauhan kearah Mia. Gani memberitahu Mia kalau saat ini Mia menjadi artis karena foto yang diambil oleh fotografer kemarin menjadi viral dikalangan netizen. Mia tampak tidak percaya dan terkejut dengan apa yang Gani katakan. Dia langsung membuka ponselnya dan benar saja fotonya di sukai lebih dari 100 ribu orang.
"Bukankah itu Dewi Demo" ucap salah seorang murid yang melewati Mia.
Setelah satu dua orang mengenali Mia, kemudian banyak yang mengenali Mia dan mulai meminta foto kepada Mia. Gani yang tadi nya berada disamping Mia tersingkir karena banyaknya murid yang mengerumuni Mia. Mia mencoba untuk keluar dari kerumunan tetapi tidak bisa beruntung tak lama bel masuk berbunyi dan guru mulai datang sehingga kerumunan itu bubar.
"Aku kira aku akan mati" ucap Mia yang akhirnya bisa bernafas lega.
Bersekolah disekolah elit dengan beasiswa bukan merupakan hal yang mudah karena akan ada orang yang membenci dia. Begitu juga Mia, walau sekarang banyak yang menyukai dia tapi tetap saja Maya dan teman-temannya tidak menyukai Mia. Maya merasa kalau Mia hanya membawa kesan buruk untuk sekolahnya dan juga rasa iri yang ada sehingga dia sering membully Mia. Seperti yang baru saja terjadi dia merasa iri karena Mia bisa begitu terkenal sehingga dia semakin membenci Mia. Saat jam makan siang Mia yang sedang makan sendirian di kantin di hampiri oleh Maya dan kawan-kawannya. Mereka duduk bersama dengan Mia bukan untuk menemani Mia melainkan untuk membully Mia.
"Wah, lihat Dewi Demo kita" ucap Maya dengan nada sarkastik.
"Wow, aku takut Dewi kita sedang marah" balas Maya yang masih mengganggu Mia.
"Kamu pasti lapar karena keluargamu tidak bisa membeli makanan. Ini aku tambahan" lanjut Maya sambil menumpahkan makanannya ke piring Mia.
Mia menjadi semakin marah tapi dia tau dia tidak bisa mencari masalah dengan Maya. Jadi dia hanya bisa menahan amarahnya.
"Makasih kamu baik banget" ucap Mia yang tidak mempersalahkan ucapan Maya karena bagaimanapun Mia tau posisinya dan juga dia tidak ingin dikeluarkan dari sekolah.
"Wah, dia bilang makasih sama aku. Dasar nggak tau malu. Ayo kita pergi tidak menarik menganggu nya" ucap Maya lalu pergi meninggalkan Mia karena merasa bosan.
__ADS_1
Mia terbiasa dengan semua hinaan yang Maya katakan sehingga dia tidak merasa sakit hati. Mia juga tau kalau semua itu adalah fakta yang menyedihkan untuknya. Terkadang Mia menangis sendiri karena dia merasa kecewa dengan hidupnya. Dia juga ingin seperti anak-anak lain yang tidak perlu memikirkan uang dan hanya fokus belajar. Tapi kenyataan hidupnya jauh dari apa yang dia inginkan.
Ketika melihat murid-murid lain yang pergi les setelah pulang sekolah, dia merasa iri dan ingin melakukan. Mia juga ingin belajar hal lain selain yang dia pelajari disekolah. Mia juga ingin pergi menonton atau bermain ke mall bersama teman-temannya tetapi dia tidak bisa karene dia tidak punya uang untuk itu.
Sepulang sekolah dia hanya bisa melihat anak-anak seumuran nya bermain, tertawa dan memakan makanan enak di taman dengan tatapan iri. Terkadang Mia bertanya kenapa dia harus terlahir di keluarga yang miskin, dia juga ingin merasakan kehidupan yang mewah seperti orang lain hal itu membuat dia tambah sedih.
Hari itu Mia pulang larut karena dia sedang merasa sedih sehingga dia menghabiskan waktu sendiri sampai malam. Saat dia sampai di rumah, orang tua Mia sudah menunggu Mia diruang tamu. Mereka menyuruh Mia untuk duduk karena ada hal yang ingin mereka bicarakan dengan Mia. Mia menuruti mereka dan duduk di ruang tamu.
"Minggu depan kamu akan menikah" ucap ayah Mia.
Mia hanya bisa terdiam mendengar ucapan ayahnya. Setelah terdiam beberapa saat Mia hanya tertawa.
"Lelucon yang lucu yah. Aku masih SMA, aku nggak mungkin menikah" ucap Mia setelah tertawa.
Mia kemudian kembali tertawa.
"Maafkan ayah, tapi ini bukan bercanda" ucap ayah Mia.
Mia sadar kalau ini bukan lelucon sehingga dia berhenti tertawa dan tertegun.
"Tapi aku seorang siswa, bagaimana aku bisa menikah dan kenapa aku harus menikah? Aku nggak mau menikah" ucap Mia lalu bergegas pergi meninggalkan orang tua nya tetapi tangan Mia dipegang ayahnya.
Ayah Mia berlutut agar Mia Mau untuk menikah, itu satu-satunya cara untuk melunasi utang mereka.
__ADS_1