
Mia tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Orang tua nya baru saja menjual dia untuk melunasi hutang mereka. Mia tidak menyangka orang tua nya akan tega melakukan hal itu. Bahkan Mia tidak pernah mengharapkan orang tuanya untuk memberikan apa yang Mia inginkan. Mia merasa dikhianati dan marah tetapi dia tidak bisa mengungkapkan kemarahannya karena orang tua Mia tidak pernah berbuat kasar yang Mia bisa lakukan hanyalah menangis di kamarnya.
"Menyebalkan" ucap Mia sambil menangis dikamarnya.
"Aku benar-benar membenci mereka" sambung Mia.
Mia merasa akan lebih baik jika orang tua nya adalah orang jahat karena jika mereka jahat Mia bisa dengan mudah meninggalkan mereka. Tetapi mereka adalah orang baik, mereka tidak pernah memukul atau berkata kasar kepada Mia, mereka hanya miskin dan suka uang.
"Tok... tok... tok... " suara pintu diketuk.
"Mia, besok calon suami mu akan kesini dan mengantar mu ke sekolah. Tolong bantu Ibu dan ayah sekali ini saja kalau tidak mereka akan mengambil rumah kita" ucap Ibu Mia dari luar kamar lalu pergi.
Mendengar hal itu Mia hanya bisa menahan semua emosinya. Tetapi memikirkan orang tua nya akan tidur dijalanan membuat Mia tidak tega. Sehingga Mia berpikir secara rasional dan mungkin saja Reno bisa membantunya mewujudkan mimpinya.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Reno sudah berada dirumah Mia. Orang tua Mia memperlakukan Reno dengan sangat sopan. Karena tidak ingin membuat Reno menunggu lama, Ibu Mia menyuruh Mia untuk segera keluar dan berangkat kesekolah. Tak lama Mia sudah siap dan keluar dari kamarnya.
"Ayo berangkat" ucap Reno setelah melihat Mia keluar.
Dari sekilas Mia sudah tau bagaimana sifat Reno, dia bahkan tidak berpamitan kepada orang tua Mia dan hanya pergi begitu saja.
Mia berniat untuk duduk dibelakang tapi Reno melarangnya karena Reno bukanlah sopir. Mia terpaksa duduk didepan dengan orang yang baru saja dia kenal beberapa menit yang lalu. Mereka tidak berbicara selama di mobil, suasana canggung menyelimuti mereka.
"Aku ingin membuat kontrak pernikahan" ucap Mia.
"Baik" jawab Reno mengiyakan permintaan Mia.
"Berikan persyaratan yang kamu inginkan nanti sore" sambung Reno.
"Dimana aku harus memberikannya?" Mia bertanya.
"Aku akan menjemputmu nanti" jawab Reno.
Tak lama setelah pembicaraan kontrak pernikahan mereka Mia sudah sampai disekolah. Semua orang menatap mobil Lamborghini mewah berwarna merah itu. Mia merasa malu dan canggung karena semua orang memperhatikan mobil itu. Saat hendak membuka pintu mobil tiba-tiba Reno memegang tangan Mia sehingga menghentikan Mia membuka pintu mobilnya. Saat Mia berpaling untuk melihat Reno, tiba-tiba Reno mencium kening Mia. Hal itu membuat Mia kaget dan hanya berdiam diri di tempat.
__ADS_1
"Sekarang kamu bisa turun" ucap Reno.
Ucapan Reno membuat Mia kembali sadar dan bergegas keluar dari mobil. Mia masih tertegun dengan apa yang baru saja terjadi. Mia berjalan menuju kelasnya seperti zombie bahkan ketika Gani memanggilnya dia tidak berhenti dan hanya terus berjalan.
"Mia" ucap Gani sambil menepuk punggung Mia.
Mia terkejut dengan keberadaan Gani.
"Kamu ngagetin aja. Sejak kapan kamu ada disini? " tanya Mia kepada Gani.
"Sekitar 30 menitan. Aku udah manggil kamu berulang-ulang tapi kamu nggak jawab" jelas Gani.
"Maaf... Maaf... " balas Mia.
"Kamu kenapa? Ada masalah?" tanya Gani.
"Nggak" jawab Mia lalu mengajak Gani untuk ke kelas.
Selama pelajaran Mia tidak bisa fakus, dia memikirkan persyaratan yang ingin dia inginkan. Dia menulis kemudian mencoret lagi, melakukannya berulang-ulang sampai akhirnya dia tau apa yang dia inginkan. Setelah selesai menuliskan persyaratan itu, wajahnya terlihat sangat puas.
"Bisakah kamu pakai mobil yang biasa aja. Mobil ini terlalu mencolok" ucap Mia mengeluh.
"Ini mobil paling biasa yang aku punya" balas Reno.
Seketika Mia tidak bisa berkata apa-apa karena terlalu speechless dengan kesombongan Reno.
"Wah benar-benar angkuh. Ingin rasanya ku pukul dia" ucap Mia dalam hati.
Mia hanya bisa mengumpat dalam hati dan tidak bisa mengucapkan umpatan nya.
"Mau kemana kita? Ini bukan jalan menuju rumahku" ucap Mia ketika Reno mengambil jalan yang berbeda.
"Kita akan pulang kerumahku" jawab Reno.
__ADS_1
"Rumahmu? aku nggak mau, antarkan aku ke rumah ku" perintah Mia.
Mendengar perintah Mia membuat Reno menambah kecepatan mobilnya karena dia merasa kesal. Mia menjadi takut karena mobilnya melaju dengan cepat.
"Maafkan aku. Bisa pelan kan mobilnya" ucap Mia.
Tiba-tiba Reno menghentikan mobilnya di pinggir jalan sampai suara rem nya terdengar. Mia merasa lega karena mobil itu sudah kami berhenti. Ketika hendak memarahi Reno , tiba-tiba saja Reno mendekatkan wajahnya ke Mia. Hal itu membuat Mia merasa takut dan hanya bisa berdiam diri sambil menahan nafasnya.
"Jangan memohon kepada ku karena hal itu membuatku ingin memakan mu" ucap Reno memperingatkan Mia.
Setelah mengucapkan itu dia menarik wajahnya dan kembali mengemudikan mobilnya. Sedangkan Mia masih tertegun, jantungnya berdegup dengan kencang dan wajahnya memerah. Tak lama kemudian mereka sampai di rumah Reno. Ketika keluar dari mobil, Mia terpana dengan betapa mewahnya rumah Reno. Bahkan garasi mobilnya sebesar rumah yang dia tinggali atau bahkan lebih besar.
Mia mengikuti Reno masuk kedalam rumahnya, saat masuk Mia melihat-lihag interior mewah yang ada dirumah itu.
"Wah, kamu benar-benar kaya" ucap Mia.
Saat Mia sedang melihat-lihat rumah itu tiba-tiba suara seorang laki-laki terdengar memanggil Reno. Saat dia melihat kearah tangga, Mia melihat seorang laki-laki seumuran dengan Mia. Dino dipeluk oleh Reno dengan lembut. Kali ini Mia melihat sisi berbeda dari Reno. Sisi ini yang membuat Mia terpesona. Reno terlihat seperti orang yang berbeda. Mario melihat kearah Mia dan bertanya kepada Reno siapa Mia. Setelah mendengar penjelasan Reno, Dino mendekati Mia dan tiba-tiba juga memeluk Mia.
"Senang bertemu denganmu. Nama ku Dino" ucap Dino sambil masih memeluk Mia.
Mia hanya bisa mematung ketika dipeluk oleh Dino. Reno mendekati mereka dan memisahkan mereka, dia kemudian menyuruh Dino untuk kembali ke kamarnya. Dino pun mengikuti perintah Reno dan meninggalkan mereka berdua.
"Aku akan tunjukkan kamarmu" ucap Reno.
"Kamar? Kenapa aku butuh kamar?" tanya Mia tidak mengerti.
"Karena mulai sekarang kamu akan tinggal disini" balas Reno.
"Apa?" ucap Mia tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Orang tua mu sudah memberikan ijin dan mulai sekarang kamu tinggal disini bersamaku" jelas Reno.
"Tapi aku bukan istrimu. Kita tidak bisa hidup bersama" ucap Mia memberikan alasan.
__ADS_1
Reno hanya menghiraukan ucapan Mia dan berjalan pergi, Mia yang belum selesai bicara mengikuti Reno secara sukarela dan terus menerus mengatakan berbagai alasan agar dia tidak tinggal dirumah itu.