
Melihat hal itu membuat wajah Mia menjadi merah karena malu. Ini pertama kali nya Mia melihat seorang laki-laki tanpa mengenakan sehelai pakaian.
"Dasar gila" ucap Mia sambil memukul kepalanya sendiri dan duduk di meja belajarnya lagi.
"Apa kamu orang mesum? Kenapa kamu malah memperhatikannya?" ucap Mia menyalahkan dirinya sendiri.
"Aku bisa gila lama-lama" sambung Mia sambil membenturkan kepalanya di meja belajar.
"Apa kamu menikmatinya?" tiba-tiba suara Reno terdengar.
Mia yang mendengar suara itu langsung menjadi tegang dan mematung seperti batu, dia juga tidak berani melihat kearah Reno.
"Kenapa kamu tidak melihatku?" goda Reno.
"Tidak apa-apa" ucap Mia.
"Tenang lah aku sudah memakai pakaianku" jawab Reno.
Mia pun percaya kepada Reno dan memalingkan wajahnya ke arah Reno tetapi ternyata Reno berbohong. Reno hanya memakai handuk dan masih memperlihatkan tubunya. Mia langsung berpaling dari Reno.
"Kenapa kamu berbohong? Kamu belum memakai apa pun" ucap Mia yang merasa dibohingi.
"Kenapa kamu malu? Dimana Mia yang menatap tubuhku tanpa berkedip" goda Reno.
"Itu salah paham" ucap Mia mengelak.
Melihat tingkah Mia, Reno hanya bisa tersenyum karena menurut dia tingkah Mia sangat menggemaskan.
Sementara itu Niki tiba-tiba saja datang kerumah Reno tanpa di undang. Dia berlagak seperti pemilik rumah dang bersikap kasar kepada para pembantu dirumah itu. Saat itu lah Dino turun dari kamarnya dan melihat Niki berada di rumahnya. Dino langsung mengusir Niki tapi Niki tidak mau pergi karena dia ingin bertemu dengan Reno. Dino merasa kesal dan akhirnya Dino memberitahu Niki kalau Reno akan menikah. Kabar tersebut membuat Niki marah.
__ADS_1
"Siapa yang akan menikah dengan Reno?" tanya Niki sambil menggengam tangan Dino dengan erat.
Dino menyuruh Niki untuk melepaskan tangannya karena Niki menyakitinya. Tiba-tiba Yere datang memegangi tangan Niki yang menyakitkan Dino.
"Apa yang kamu lakukan disini? Lepaskan Dino" tanya Yere kepada Niki.
Niki langsung melepaskan tangan Dino.
"Sudah berapa kali aku bilang jangan kesini lagi" tegas Yere.
Niki protes kepada Yere yang selalu menyalahkannya dan selalu membela keluarga Reno padahal Niki adalah adiknya. Yere mengatakan berulang-ulang kali kalau Niki bukan adik kandungnya dan dia juga tidak pernah mengangap Niki sebagai adiknya. Perkataan Tere membuat Niki marah dan Niki pun keluar dari rumah Reno secara sukarela tanpa menimbulkan kekacauan yang besar.
"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Yere kepada Dino setelah Niki pergi.
Yere mengangkat tangan Dino dan melihat apakah Dino terluka atau tidak. Dino menarik tangannya dari Yere dan berkata kalau dia baik-baik saja jadi Yere tidak usah khawatir. Dino yang seperti salah tingkah langsung naik keatas dan kembali ke kamarnya sedangkan Yere yang melihat tingkah aneh Dino merasa heran.
Keesokan harinya Mia dibangunkan agar bisa di rias agar mereka tidak terlambat untuk menikah. Mia yang masih mengantuk bangun dengan malas-malasan. Mia bahkan sempat tertidur saat mandi di bathtub sehingga membuat Reno terpaksa memandikan nya. Mia yang mengantuk tidak sadar jika Reno sudah melihat tubuh telanjang Mia. Tak lama kemudian Mia sudah selesai mandi dan sedang dirias sambil menunggu kedatangan penghulu dan kedua orang tua Mia.
Sedangkan hari ini adalah hari kepulangan Mario. Mario bersiap untuk pulang kerumahnya. Mario mengendarai motornya dari tempat dia tinggal menuju rumahnya yang memakan waktu sekitar 2 jam. Mario sengaja bangun pagi-pagi agar bisa mengejutkan adiknya yang sedang tidur. Tetapi bukannya mengejutkan adiknya, Mario justru terkejut karena adiknya tidak berada dirumah. Mario yang melihat itu langsung marah dan bertanya kepada kedua orang tuanya dimana keberadaan Mia. Orang tua nya merasa takut dan tidak langsung menjawab pertanyaan Mario. Hal itu membuat Mario semakin marah.
"Kenapa kalian berpakaian seperti itu?" tanya Mario melihat orang tuanya berpakaian rapi.
"Dimana Mia?" tanya Mario dengan marah.
Orang tua Mia tidak bisa menyembunyikan lagi dn mengatakan yang sebenarnya. Mereka mengatakan kalau Mia akan menikah hari ini karena dia harus melunasi hutang mereka. Mendengar hal itu membuat Mario semakin marah dan dengan tidak sabaran Mario ingin segera ke tempat pernikahan Mia.
"Ibu mohon jangan hancurkan pernikahan ini. Kalau Mia menikah dengannya, dia akan menjamin hidup kita jadi kita tidak perlu hidup dalam kemiskinan" jelas ibu Mia.
Mendengar hal itu membuat Mario semakin menggila, dia tidak menyangka kalau orang tuanya adalah orang tua terburuk.
__ADS_1
"Kamu menjual Mia agar bisa hidup dengan nyaman? Apa benar kamu ibunya? Mengorbankan hidup anakmu sendiri untuk kepentinganan mu? Cukup hidup mu saja yang hancur jangan bawa-bawa adik ku dalam kehancuran" ucap Mario deng marah kepada orang tuanya.
Mario meminta alamat dimana Mia akan menikah tetapi orang tuanya tidak memberikan alamat itu karena takut Mario akan menghancurkan pernikahan Mia dan kehidupan nyaman mereka tidak akan pernah terjadi.
"Kalian akan tetap diam baik lah kalau begitu aku tidak akan pergi keman-mana dengan begitu Mia tidak akan bisa menikah karena kalian masih ada disini" jelas Mario.
Pada akhirnya orang tua Mia pergi dan Mario mengikuti mereka dari belakang. Mario bertekad untuk mem hancurkan pernikahan Mia sedangkan orang tua Mia ingin pernikahan ini berhasil. Sesampainya di rumah Reno, Mario langsung masuk kedalam tanpa ragu dan meneriak kan nama Mia. Tingkah Mario membuat orang-orang di sana menjadi bingung beberapa pengawal pun mencoba untuk mencegah Mario tetapi mereka tidak bisa melawa Mario yang pandai berkelahi.
Mario menciptakan keributan di hari pernikahan adiknya. Mario naik keatas dan memeriksa satu persatu kamar sampai akhirnya dia menemukan Mia yang sedang dirias duduk didepan cermin. Tanpa basa basi Mario langsung menyertakan Mia keluar tapi Reno tidak membiarkan Mario membawa Mia keluar.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Reno sambil menghentikan Mario.
"Seharusnya aku yang bertanya, Apa yang kamu lakukan pada adikku?" ucap Mario.
"Menikahi anak dibawah umur? Apa kamu sudah gila?" sambung Mario.
Mendengar hal itu Reno melepaskan tangan Mario dan membiarkan Mario membawa Mia pergi. Mario memberikan helmnya kepada Mia dan menyuruh Mia untuk naik ke motornya. Kedua orang tua Mia pun mencoba untuk menghentikan Mario tapi tidak berhasil. Mereka berdua pun pergi dari rumah Reno dan kembali ke rumah orang tua mereka.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Mia yang merasa kecewa kepada sikap Mario.
"Seharusnya aku yang bertanya. Apa yang kamu lakukan?" tanya Mario.
"Aku harus kembali" ucap Mia sambil berjalan keluar tapi Mario menghentikan nya.
"Aku harus kembali dan melunasi hutang orang tua kita" ucap Mia kembali sambil mencoba untuk keluar kali ini air mata Mia keluar begitu saja.
"Tolong biarkan aku pergi" ucap Mia sambil menangis.
Melihat adiknnya menangis Mario hanya bisa memeluk Mia.
__ADS_1