Aku Tidak Mencintainya

Aku Tidak Mencintainya
Keputusan Mia


__ADS_3

Mia menangis dipelukan Mario sekencang-kencangnya. Dia meluapkan semua perasaan takut, sedih dan marah dengan air mata yang tidak berhenti-henti. Mario pun seperti nya mengerti tentang perasaan adiknya walau Mia tidak berkata apa pun. Mario hanya berusaha menenangkan Mia. Mario mengerti bagaimana rasanya di khianati oleh orang yang dia percaya.


Sedangkan dirumah Reno orang tua Mia memohon Reno untuk memaafkan Mia dan mereka berharap agar Reno masih ingin menikahi Mia. Setelah mendengar perkataan orang tua Mia, Reno tidak menyangka jika orang tua Mia hanya peduli terhadap pernikahan nya dan bukan kepada Mia. Reno merasa kasian kepada Mia yang memiliki orang tua yang sangat egois tapi Reno juga sedikit lega karena Mia memiliki kakak yang begitu menyanyangi Mia. Setelah mendengar kan perkataan orang tua Mia, Reno hanya pergi begitu saja tanpa mengatakan apa pun.


Di dalam kamarnya Reno hanya duduk tanpa berkata apa pun. Tiba-tiba Yere datang dan menyarankan agar Reno menjemput Mia secara paksa tapi Reno tidak menyetujuinya dan menyuruh Yere untuk tidak melakukan apa pun. Reno percaya kalau Mia akan kembali ke rumah ini lagi. Reno tidak ingin Mia datang kesini dengan terpaksa.


Dirumah Mia, terlihat Mia sudah tenang dan tidak menangis lagi. Mario mencoba menyakinkan Mia kalau tidak tidak perlu menikah dengan Reno karena Mario akan melunasi hutang orang tua mereka.


"Biar aku saja. Lebih mudah aku yang melunasi hutang ayah dan ibu" jelas Mia menolak tawaran Mario.


"Aku nggak bakal biarin kamu merusak masa depan mu" ucap Mario.


"Menikah atau tidak menikah, masa depan ku sudah hancur. Apa kakak nggak liat orang tua kita yang hanya mempedulikan harta? Kalau aku terus hidup seperti ini aku tidak bisa melanjutkan mimpi ku tapi kalau aku memikah dengan Reno, dia berjanji akan membiayaj semua kebutuhan ku" jelas Mia dengan marah.


Mario tidak bisa berkata apa-apa mendengar penjelasan Mia. Dia hanya bisa terdiam tanpa sepatah kata pun karena apa yang dikatakan Mia tidak lah salah. Dirumah ini Mia tidak memiliki masa depan tapi jika dia tinggal bersama Reni yang sangat kaya setidaknya dia tidak akan hidup susah.


"Untuk saat ini kamu masuk ke kamar, kita bicarakan hal ini besok" ucap Mario.


Mia menuruti perintah Mario dan masuk kedalam kamarnya kemudian menghapus riasan nya. Setelah menghapus riasanya Mia membuka ponselnya tetapi tidak ada telepon atau pesan dari Reno. Mia merasa bimbang harus menelpon Reno atau tidak. Setelah lama berpikir Mia pun mengirimkan pesan kepada Reno agar Reno tidak khawatir dan meminta maaf kepada Reno atas apa yang terjadi hari ini.


Bagi Mia Reno bukanlah laki-laki yang jahat walau tanpa cinta Mia merasa nyaman berada di dekat Reno.


"Mia, ayo kita pergi" panggil Mario dari luar.


"Kemana?" tanya Mia setelah membukakan pintu untuk Mario.

__ADS_1


Hari ini Mario akan mengajak Mia ke taman bermain. Mia sangat menyukai taman bermain, ketika kecil orang tua mereka pernah mengajak merek ke taman bermain. Kenangan sekali seumur hidup itu tidak pernah dia lupakan dan Mia selalu mengatakan kepada Mario untuk membawa nya ke taman bermain lagi. Ini lah kesempatan Mario untuk membawa Mia ke taman bermain dan membiarkan Mia untuk bersenang-senang.


Mario membeli tiket untuk mereka berdua, Mia berlari-lari kecil setelah masuk kedalam taman bermain itu. Karena ini weekend taman bermain itu penuh dengan orang.


"Mia, jangan berlari. Pegang tanganku" ucap Mario sambil mengejar Mia dan menggengam tangan Mia.


"Aku bukan anak kecil. Aku tidak akan hilang" protes Mia sambil tersenyum.


"Tetap saja" balas Mario dan tidak melepaskan tangan Mia


Sejenak Mia bisa melupakan kesedihannya dan bersenang-senang. Mia menarik Mario untuk menaiki roller coaster, permainan yang Mario takuti. Mario yang awalnya tidak mau akhirnya luluh dengan Mia. Selama menaiki Roller coaster Mario hanya bisa menutup matanya karena ketakutan sedangkan Mia terlihat menikmati permainan itu. Setelah selesai Mario merasa mual dan pusing.


"kak, kamu nggak pa-pa?" tanya Mia sambil tertawa melihat tingkah Mario yang sangat lucu.


"Malu sama otot, masa gitu aja udah mual-mual" ucap Mia lagi sambil menepuk-nepuk punggung Mario.


Setelah puas Mia dan Mario duduk di sebuah taman dan menikmati es krim yang dibelikan Mario.


"Gimana? Kamu senang nggak?" tanya Mario kepada Mia.


"Aku seneng banget" balas Mia.


"Setelah kakak pikir, kakak akan ngikuti keputusanmu" ucap Mario setelah memikirkan perkataan Mia tadi pagi.


Mia terkejut karena Mario berkata seperti itu.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Mia.


"Tentu saja" jawab Mario


"Apa dia memperlakukanmu dengan baik?" lanjut Mario.


"Iya, dia memperlakukan ku dengan baik. Dia juga berjanji untuk membiayai pendidikan ku" jelas Mia.


Mendengar penjelasan Mia, Mario tidak bisa menahan tangis, air matanya keluar begitu saja.


"Kak, kamu nangis? kamu nggak pa-pa?" tanya Mia yang terkejut melihat Mario menangis.


Mario meminta maaf kepada Mia sambil menangis, dia meminta maaf karena tidak bisa menjadi kakak yang baik sehingga membuat Mia harus menikah dengan orang yang tidak dia sukai. Mario benar-benar merasa menyesal karena Mia harus lahir sebagai adiknya.


Mia memeluk kakaknya dan menenangkan Mario.


" Aku bahagia lahir sebagai adik mu. Lahir sebagai adik mu adalah hal yang terbaik dalam hidup ku jadi jangan merasa bersalah dan kakak harus melanjutkan hidupmu sendiri. Lakukan semua yang kamu inginkan" jelas Mia sambil memeluk dan mengusap-usap punggung Mario.


Mario melepaskan pelukan Mia dan mencium Mia di keningnya sebagai ucapan Terima kasih Mario kepada Mia.


Momen mengharukan antara dua kakak beradik itu pun harus berakhir karena ketika mereka pulang ibu dan ayah mereka merasa sangat marah kepada mereka.


Ibunya memarahi Mia yang pergi begitu saja dari pernikahannya sendiri. Mario yang tidak Terima adiknya di marahi membela Mia.


"Aku yang menariknya dari sana jadi bukan salah dia. Dan kalian tidak usah khawatir karna Mia akan tetap menikah demi melunasi hutang kalian. Satu lagi setelah Mia menikah aku mohon keluar dari hidupnya. Jangan pernah menghubungi Mia atau menemuinya lagi. Setidaknya kalian jangan menjadi beban untuk nya lagi. Jika kalian masih menganggu nya kalian akan berhadapan denganku" jelas Mario memgancam orang tuanya sendiri.

__ADS_1


Orang tua mereka hanya bisa menunduk dan tidak berbicara apa pun kepada Mario.


__ADS_2