
Keesokan harinya Mario mengantar Mia kerumah Reno untuk meminta maaf kepada Reno karena membuat keributan dirumahnya kemarin. Setibanya di rumah Reno, Reno yang melihat Mia langsung memeluk Mia dengan erat.
"Ehem" Mario berdehem karena mereka berpelukan cukup lama.
Reno langsung melepaskan pelukannya setelah mendengar suara Mario. Reno pun mempersilahkan mereka masuk dan duduk di ruang tamu.
"Maaf kan aku atas kejadian kemarin" ucap Mario kepada Reno tanpa basa basi.
Reno mengerti perasaan Mario dan tidak mempermasalahkan masalah kemarin karena jika Reno berada di posisi Mario dia juga akan melakukan hal yang sama. Reno pun meminta restu kepada Mario tapi Mario hanya diam saja dan melihat wajah Mia. Mia yang tidak bisa memalingkan wajahnya dari Reno. Mario bisa melihat bahwa Mia menyukai Reno.
"Baiklah aku akan merestui kalian tapi aku akan tinggal disini beberapa hari" ucap Mario membuat Mia memalingkan wajahnya dari Reno dan melihat Mario.
"Kakak nggak bisa tinggal disini" ucap Mia berbisik kepada Mario.
Mia tidak ingin merepotkan Reno. Tapi Reno tidak keberatan dengan persyaratan Mario. Reno mengijinkan Mario untuk tinggal di rumahnya.
"Aku rasa semua sudah beres. Kalau begitu aku akan mengantar Mia ke sekolah" ucap Mario.
Reno menghentikan Mario karena dia ingin mengantar Mia.
"Biarkan aku mengantarnya hari ini untuk terakhir kali" jelas Mario.
Penjelasan Mario membuat Reno mengalah, dia mengerti perasaan Mario dan membiarkan Mario mengantar Mia.
Malam hari nya Reno langsung mengadakan pernikahannya yang tertunda. Mia kembali di rias dan ketika Mia sudah selesai di rias Mario masuk kedalam kamar Mia.
"Cantik sekali adik siapa itu" ucap Mario.
"Tentu saja adik kakak" balas Mia sambil bercanda.
Mario berjalan mendekati Mia dan melihat wajah adik tercinta nya lekat-lekat. Dia tidak menyangka adiknya akan mendahului nya.
__ADS_1
"Kakak bahagia kalau kamu bahagia" ucap Mario dengan penuh kasih.
Mia tersenyum mendengar perkataan Mario dan kemudian memeluk Mario.
Mario pun mendampingi Mia turun menuju tempat akad nikah. Tampak senyuman di wajah kedua kakak beradik itu begitu pula Reno yang terpesona dengan kecantikan Mia. Mario memberikan tangan Mia kepada Reno dan mereka segera memulai acara ijab kabul.
"Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu, Mia Gunawan dengan mahar seperangkat alat sholat dan berlian 10 gramdibayar tunai.” ucap penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahal seperangkat alat sholat dan berlian 10 gram" ucap Reno.
"Bagaimana saksi sah?" tanya penghulu.
Semua saksi berkata Sah dan sekarang Mia sudah menjadi istri Reno. Orang tua Mia juga terlihat sangat bahagia. Mereka semua menikmati makanan yang ada dan setelah selesai Mia dan Reno kembali ke kamar mereka.
Mia yang lelah langsung duduk di kasur dan berbaring. Dia juga membuka jarik yang dia pakai sambil tiduran.
"Aku pikir aku akan mati. Aku tidak bisa bernafas dengan santai" ucap Mia sambil berbaring.
"Wah, rasanya sangat menyenangkan" ucap Mia saat Reno menghapus make up d wajahnya.
Setelah selesai membersihkan make up d wajah Mia, Reno membuka kebaya yang dikenakan Mia. Hal itu membuat Mia terkejut dan menghentikan tangan Reno.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Mia yang langsung bangun karena terkejut.
" Aku hanya membantumu" balas Reno.
" Dasar mesum" ucap Mia sambil meninggalkan Reno dengan tatapan yang menyalahkan Reno.
Reno tampak bingung, dia seperti melakukan sesuatu yang salah.
Mia kemudian membersihkan dirinya sendiri dan keluar mengenakan bathrobe. Reno tidak bisa mengalihkan pandangannya ketika melihat Mia mengenakan bathrobe dengan rambutnya yang basah. Mia yang tampak sexy membuat Reno menelan ludah nya karena terpesona. Reno berjalan mendekati Mia dan mencium bibir Mia. Mia terkejut dengan tindakan spontan Reno, Mia mencoba mendorong Reno tapi percuma saja. Mia tidak bisa bernafas karena ciuman Reno sehingga dia memukul tubuh Reno. Seketika Reno pun melepaskan ciumannya. Tampak Mia yang terengah-engah.
__ADS_1
"Kita... tidak... bisa... melakukan... nya... hari... ini" ucap Mia sambil terengah-engah.
"Kenapa?" tanya Reno penasaran.
"Karena besok aku masih sekolah. Aku tidak ingin tampak aneh besok" jawab Mia dengan malu.
Reno hanya bisa tersenyum karena pemikiran Mia yang sangat lucu.
"Baiklah aku akan melepaskanmu hari ini" ucap Reno sambil mengusap rambut Mia dan berjalan kekamar mandi. Mia tampak memerah dengan perlakuan Reno. Setelah berganti pakaian Mia langsung tidur dan menyelimuti dirinya dengan selimut lalu membuat batas antara dirinya dan Reno.
Setelah Reno selesai mandi dan melihat istrinya membatasi tempat tidur mereka, Reno hanya bisa tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
Keesokan harinya Mia bangun dengan terkejut, dia takut telah melakukan sesuatu dengan Reno. Dia mengecek apakah dia masih mengenakan pakaiannya atau tidak. Setelah melihat pakaiannya masih utuh dia merasa lega. Tapi dia tidak bisa lega ketika melihat jam nya yang sudah menunjukkan pukul 6:30. Mia langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi dan segera berangkat kesekolah. Mia turun untuk berangkat karena sudah tidak ada waktu untuk sarapan. Reno pun mengantar Mia ke sekolahnya bersama Yere dan Adi karena Reno harus segera kekantor juga.
Di dalam mobil Reno memperkenalkan kedua sahabatnya kepada Mia secara resmi untuk pertama kalinya. Mereka juga menyambut Mia dengan hangat sehingga Mia merasa nyaman berada di sekitar mereka.
"Jadi apa kalian semua seumuran?" tanya Mia yang penasaran.
"Benar sekali. Aku dan Reno adalah teman sekolah sedang kan Reno dan Yere adalah teman dari kecil. Aku bekerja sebagai pengacara Reno dan Yere sebagai sekretaris Reno" jelas Adi.
"Wah... bukankah sangat menyenangkan bisa bekerja bersama sahabat?" tanya Mia lagi.
"Tentu saja tidak karena kadang-kadang aku harus membereskan masalah pribadi juga" jelas Adi sambil bercanda.
"Adi" ucap Reno.
Ucapan Reno membuat Adi terdiam. Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan tenang.
Sementara itu Mario yang masih tinggal dirumah Reno menyaksikan perlakuan Reno kepada Mia yang begitu baik membuat perasaan Mario tenang. Setelah beberapa bulan tinggal di rumah Reno dan memperhatikan perlakuan Reno yang tidak berubah kepada Mia membuat Mario merasa semakin yakin untuk meninggalkan adiknya dirumah itu.
Saat makan malam Mario memberitahu mereka kalau dia akan pergi dari rumah Reno besok pagi dan Mario juga berpesan agar Reno menjaga Mia dengan baik karena kalau tidak Mario akan datang ke rumah Reno dan membunuh Reno. Reno memastikan kalau Mario tidak usah khawatir karena Reno akan merawat Mia dengan baik. Mereka semua tampak tersenyum bahagia begitu pula dengan Dino adik Reno.
__ADS_1