
selama perjalanan pulang nisa masi saja mengeluarkan air mata . dan itu pun membuat raka makin kesal.
" bisa gak sie kamu diam dan tidak menangis lagi, ya tuhan .... kaka benar bingung dan geram sama kamu nis . kenapa kamu jadi bodoh sekali hah" kata raka dengan kesalnya
" maaf" cicit nisa
" kaka ga butuh maaf kamu nisa itu kesalahan kamu sendiri untuk diri kamu sendiri , kaka cuman minta kamu melupakan laki laki yamg sudah bertunangan "
" kamu masi muda cantik pintar masi banyak laki laki yang mau dan ngatri sama kamu , jadi kaka mohon lupakan laki laki itu dan kangan terus terusan kamu menjadi wanita yang bodoh" kata raka
nisa yang mendengar kata kata raka pun mengiyakan
" iya ka nisa akan lupakan laki laki itu , walaupun sulit" jawab nisa dengan pelan
" itu bagus , sekarang diam lah dan hapus air mata mu sebentar lagi kita akan sampai rumah"
sesampainya dirumah nisa langsung masuk kedalam rumah menuju kamarnya .
ceklek...
didalam kamar nisa menangis meratapi kebodohannya mencintai laki laki yang ternyata tunangan sahabatnya . walau hati kecilnya bersyukur dia tidak pernah menceritakan perasaannya pada ajeng .
terlalu lelah menangis membuat nisa tertidur tanpa mengganti pakaiannya .
ditempat berbeda alfaro mengurung diri diapertemennya. dia merasa pusing kesal karna papa selalu menelponnya tapi tak satu pun dia menjawab panggilan sang papa.
__ADS_1
hingga akhir nya al merasa ngatuk dan tertidur.
Pagi yang mendung membuat nisa betah berlama lama dikasur . lelah menangis membuatnya bad mood saat bunda memanggilnya untuk sarapan pun dia tak menjawab , sampai akhirnya raka harus turun tangan membangunkan adiknya yang sedang patah hati .
" biar raka yang bangunin nisa bun , bunda sama ayah sarapan aja duluan" kata raka pada orang tuanya
toktoktoktoktok
" nisa ini kaka buka pintunya "
tetap ada jawaban dari nisa
" nisa buka pintunya atau kaka dobrak pintu kamar kamu ini" dengan nada teriak
ceklek
" ck kamu pasti abis nangis semalaman kan" kata raka sambil nyelonong masuk kamar sang adik.
" ga tuh " jawab nisa berbohong
" jawab nipu kaka yah , kan kakak udah bilangin lupain dia nis " kata raka dengan geram
" berucap itu gampang ka tapi untuk praktikan itu susah , selama 3 tahun nisa menyimpan perasaan nisa " dengan mata berkaca kaca
"kaka tau nisa tapi ga mungkin kan kamu mencintai laki laki yang bertunangan dengan sabahat kamu itu"
__ADS_1
nisa pun yang mendengar kata kata kakak nya hanya bisa diam
" kakak tau nisa menyukainya , tapi kalau bukan jodoh mau bagaimana sayang , sudah yah sedihnya . kamu ga mungkin kan seperti ini terus , kamu harus bangkit " kata raka dengan lembut sambil memeluk adiknya .
" iya ka makasi udah ada disamping nisa dan memberi nisa nasihat" kata nisa dengan suara pelan dan serak
" sekarang kamu mandi terus turun kebawah bunda hawatir sama kamu karna ga biasanya kamu kaya gini"
" yaudah nisa mandi dulu , kaka keluar gih" usir nisa
" awas loh nangis lagi , kaka kasih tau ayah sama bunda aja" ancam raka
" ikh kaka jangan dong , iya aku ga nangis lagi " kata nisa dengan cemberut.
akhirnya selama 25menit nisa turun menuju ruang makan ternyata disana masi ada bunda ayah dan ka raka .
" pagi semua" kata nisa
" siang sayang bukan pagi" kata ayah dengan sinis
" hehehe maaf, telat" jawab nisa
" kamu tumben banget sie bangunnya telat biasanya ga gini" gerutu bunda
" maaf bun ku ngatuk banget"
__ADS_1
" gimana ga ngatuk abis nangis semalaman karna patah hati" kata sang ayah dengan sinis
maklum sang ayah akan cemburu bila nisa sudah merasakan jatuh cinta dengan lawan jenis takut bersaing hihihi dasar ayah.