ALFIA SANG PENAKLUK CEO TAMPAN

ALFIA SANG PENAKLUK CEO TAMPAN
bab 6


__ADS_3

Malam hari di kediaman bu Hanna, alfia sedang sibuk mengemas barang-barangnya. Ba Hanna juga membantu alfia untuk mengemas semua keperluannya, karna besok alfia harus pergi ke Jerman bersama Javis.


" Ahh, akhirnya selesai juga semua kebutuhanku disana. Makasih ya mom udah bantuin fia " ucap alfia sambil merangkul tangan bu Hanna


" Iya sayang gpp, ingat jaga diri baik-baik disana. Jangan lupa makan, mommy gak mau kamu sampai sakit .okay..!


" Siap komandan, aku bakal dengerin semuaaaaa ucapan mommy " ucap alfia sambil senyum lebar.


" Yaudah cepet sana tidur , good night kesayangannya mommy " bu Hanna mematikan lampu kamar dan mengecup kening alfia.


" good night too mom " jawab alfia sebelum pintu kamarnya ditutup. Bu Hanna senyum lalu pergi ke kamarnya.


...****************...


Pagi harinya...


Kini alfia sudah bangun dan dia beriap-siap untuk ke bandara. Karna javis sudah menunggunya di sana, sebelum pergi alfia berpamitan ke mommynya.


" Mom fia berangkat dulu ya " ia pun mencium tangan dan pipi bu Hanna. Sebelum pergi bu Hanna berpesan " Iya, Hati-hati di jalan ya sayang "ucap bu Hanna sambil melambaikan tangannya ke mobil taksi yang di tumpangi alfia.


Tidak lama kemudian alfia sampai di bandara, ia buru-buru menghampiri javis yang sudah menunggunya.


" Maaf Pak saya sedikit terlambat " ucap alfia sambil terengah-engah.


" Tidak semudah itu saya maafkan, sekarang cepat masuk ke dalam pesawat ,sebentar lagi akan lepas landas. " ucap javis dengan tatapan dingin.


Alfia ditugaskan untuk ikut bersama javis karna davin sedang mengawasi proyek kontruksi yang sedang di jalankan javis. Jadi tidak mungkin jika davin meninggalkan tugasnya itu, sehingga alfia'lah yang ikut bersama javis.


...****************...


Setelah naik kedalam pesawat dan mereka duduk di kursi masing-masing terdengar suara instruksi dari pesawat segera terbang.


Ini adalah pertama kalinya alfia untuk pergi jauh tanpa mommynya, terakhir kali dia naik pesawat adalah 8 tahun yang lalu saat ia dan bu Hanna pindah ke negara Z karna bu Hanna saat itu sedang mempersiapkan pernikahannya tapi karna mendadak mendapatkan berita tentang kematian kakak dan kakak iparnya dia langsung menjumpai alfia.


Dia tahu alfia pasti sangat terpukul, bahkan sejujurnya dia juga sangat terpukul dengan kepergian kedua orang tua fia. Tapi dia berusaha sekuat tenaga untuk tetap tegar demi keponakannya yang dia angkat menjadi anaknya. Tapi karna suatu alasan pernikahan yang seharusnya berlangsung di saat itu harus di batalkan karna suatu alasan.


Saat alfia melamun tiba-tiba javis memanggilnya. " Hei perjalanan masih lama sebaiknya kau tidur dulu, karna saat disana kita belum tentu bisa istirahat " ucap javis dengan muka datarnya.


Alfia hanya menurut saja, ia memejamkan matanya dan mulai tertidur. Javis yang sebelumnya tidak pernah senyum semenjak kematian pacarnya, tapi hanya melihat wajah alfia yang tertidur membuat seukir senyum di bibirnya.


"Ternyata kau lumayan imut saat tidur " batin javis. " ah sebaiknya aku juga tidur dulu" sambung javis lalu ia memejamkan matanya.


3 jam kemudian mereka terbangun karna mendengar ada instruksi dari para pramugari bahwa pesawat akan segera mendarat dan semua penumpang ber'siap-siap untuk turun dari pesawat nanti.


Javis dan alfia yang mendengar itu langsung bersiap-siap.Karna mereka memesan tiket kelas VIP jadi mereka bisa lebih dulu turun dari yang lain saat pesawat mendarat.


" Hei cepat sedikit kita tidak punya banyak waktu, kenapa kau rempong sekali " ucap javis ke asistennya itu

__ADS_1


" Bos ku yang baik aku hanya ingin menguncir rambutku sebentar. Lagi juga mobil yang akan menjemput kita belum sam... "belum selesai mengucapkan mobil mewah BMW milik javis sudah tiba.


" Bagaimana? siapa yang benar " javis bertanya sambil menyunggingkan senyum dan tangannya di lipat ke depan.


" Baik bosss kau selalu benar " alfia pun mengikuti javis dari belakang dan membawa kopernya sendiri sedangkan javis semua barangnya di bawakan oleh pelayannya di mobil yang lain.


Alfia menaruh kopernya di bagasi, lalu ia duduk di kursi belakang bersama javis.


Mobil itupun mulai membelah jalanan kota Berlin, fia menikmati pemandangan yang ada di kota tersebut. Dia kagum dengan keindahan di sana karna ini pertama kalinya dia ke Berlin salah satu kota di Jerman.


" Wah bagus sekali pemandangannya " kagum fia dengan mata yang berbinar-binar.


" Dasar norak " ucap javis.


" Bodo amat, orang kaya kek kamu tuh gak tau perasaan orang-orang seperti kami yang baru punya kesempatan untuk keluar negri " ucap alfia sambil menghadap ke samping muka javis.


Tiba-tiba saat mobil mereka berbelok dengan agak cepat alfia tidak sengaja mencium pipi javis. Javis yang mendapat ciuman di pipinya kaget dan hanya bisa menahan rona merah di wajahnya itu.


Alfia langsung menahan malu dan bilang "maaf tadi aku tidak sengaja karna mobilnya berbelok dengan agak cepat "


" ekhem aku tau aku tampan tapi tidak usah pura-pura seperti itu, bilang aja kamu sukakan sama aku " Dengan PD javis mengatakannya.


" Idih saya suka sama bos yang gk ada tampangnya? Sorry ya gak banget. Dan sudah ku bilang yadi tidak sengaja "


" Tadi kamu bilang apa! Aku gak ada tampangnya? Hei cucunguk matamu kayaknya harus di periksa seorang Javis Kyler sudah terkenal dengan ketampanannya " mendengarnya membuat fia mual di perutnya.


setelah menempuh perjalanan ke Berlin sampailah mereka di tempat tujuan. Saat sampai di hotel yang Perusahaan javis bangun, ia di sambut oleh para staff disana.


" Selamat datang tuan " ucap mereka dengan bahasa Inggris.


" Apakah sudah kalian siapkan kamar yang akan aku gunakan? "


" Tentu, kamu sudah menyiapkan 2 kamar untuk tuan javis dan nona alfia "


" Ok tunjukan kamar kami "


Javis dan alfia menuju ke kamar mereka masing-masing, alfia kagum dengan desain hotel javis yang unik, disana juga terdapat investor hotel ini. Mereka juga di bawa ke kamarnya masing-masing. Karna nanti malam akan ada pesta untuk pembukaan hotel.


"Ah enak sekali kamarnya " ucap alfia sambil berguling-guling di kasurnya, lalu dia pergi ke balkon untuk melihat pemandangan di luar.


"wah indah sekali pemandangannya" karna alfia dan javis ada di lantai 20 jadi mereka bisa melihat pemandangan diluar sana.


karna waktu masih sore alfia istirahat sejenak karna ia tau nanti malam akan sangat melelahkan.


...****************...


POV Javis....

__ADS_1


drt.. drt.. drt..


" Ya hallo ada apa dav? " tanya javis


" Eh salah nelfon orang " ucap davin dengan nada jailnya.


" Kamvret lah, bagaimana dengan proyek kita disana? apakah lancar? kalo sampe terjadi masalah gue kubur lu! "


" Eh santuy dong bos, gimana disana pasti banyak cewek cantik kan "


" Heh tidak ada yang menarik " ucap javis.


" Gue yakin pas lu pulang ke sini pasti nanti tiba-tiba bawa perempuan " ucap davin dengan asal.


" Dah lah gue mau istirahat jangan ganggu lagi "


" Yaudah bye sayang " goda davin


" Ih jijik gue dengernya, apalagi lu yang ngomong rasanya pengen muntah " javis langsung mematikan telfon itu.


...****************...


*Di kediaman bu Hanna tiba-tiba ada yang datang memencet tombol bel rumahnya.


ting... tong... ting... tong....


mendengar itu bu Hanna langsung menuju pintu untuk melihat siapa yang datang*.


" Halo tante " Sapa alenard


" halo juga ada apa nak tumben mampir kesini " ucap bu Hanna


" ada fia'nya gak tan?" tanya ale


" Oh fia'nya sekarang lagi ke Jerman bersama bos'nya untuk pembukaan hotel baru disana, memangnya ada apa nak ale? apakah ada urusan penting? " jelas bu Hanna


" ah tidak ko tan, kirain aku fia ada di rumah. Aku hanya ingin mengajaknya untuk pergi jalan-jalan doang ko tan, oh ya tan tolong salamin buat fia ya"


" Oh gitu ya, maaf ya nak fia'nya tidak ada. Nanti ibu sampaikan salamnya ke fia "


" saya permisi dulu ya tan assalamu'alaikum "


" wa'alaikumsalam hati-hati di jalan nak ale "


Ale pun meninggalkan halaman rumah alfia, hingga mobilnya itu sudah tidak terlihat lagi . Bu Hanna pun kembali masuk ke rumahnya.


Hai semua para readers "ALFIA SANGAT PENAKLUK CEO TAMPAN" mohon maaf ya atas keterlambatan up karna banyak banget tugas dari sekolah, dan makasih juga yang udh like, komen, sama votenya😊

__ADS_1


__ADS_2