
Malam hari'pun tiba sekarang sudah pukul 20.00 . Alfia sedang bersiap untuk ke pesta nanti. Ia bingung harus memakai baju yang mana. Karna javis tidak memberi tau'nya kalau akan ada pesta besar. Jadi dia tidak membawa satu gaun pun..
" Ih bagaimana ini aku tidak ada gaun satu'pun, jika aku tidak datang ke pesta pasti si kutub bakalan marah " ia berjalan mondar mandir sambil menggigit jarinya.
tok.. tok.. tok..
" permisi nona ada titipan dari tuan javis " ucap pelayan itu.
mendengar itu alfia langsung membuka pintunya.
" Wah apa ini? tanya alfia
" saya kurang tahu nona, saya hanya di tugaskan untuk memberi barang ini ke nona " jelas pelayan tersebut.
" oh.., makasih ya mba " ucap alfia
" Sama-sama nona, saya permisi dulu " pelayan itu pergi meninggalkan alfia.
Alfia segera membuka kotak itu, ia sangat kaget karna di dalamnya terdapat gaun yang indah dan juga ada perhiasan untuk pelengkap tubuhnya yang indah itu. Ia yakin di lihat dari gaun dan perhiasan tersebut pasti harganya sangat mahal. Yang membuatnya bingung kenapa bos'nya itu memberikan barang mewah tersebut.
Tanpa pikir panjang ia langsung bersiap dengan gaun dan perhiasan yang di berikan javis. Tidak lama ia sudah memakai gaunnya itu, dia sedikit memberi polesan make up di wajahnya. 15 menit kemudian ia selesai , tepat saat itu juga ada yang mengetuk pintunya.
tok.. tok.. tok..
Ia bingung siapa yang datang lagi, alfia langsung membuka pintu agar tau siapa yang datang*.
" Iya sebentar " ucapnya sambil membuka knop pintu.
Terlihat'lah javis yang mengenakan style jas warna biru dongker dan warna hitam untuk kemeja'nya serasi dengan gaun miliknya.
Javis terpana saat melihat alfia yang cantik, sangat cantik malam ini. Ia bingung mengapa jantungnya selalu berdebar saat bersama alfia. Tidak mungkin ia jatuh cinta dengan alfia, karna semenjak kematian pacarnya dia sudah menutup rapat hatinya.
Alfia yang salah tingkah karna javis tidak berenti memandangnya langsung memecahkan keheningan.
" Ekhem maaf pak, ayo kita segera ke pesta. Disana sudah banyak yang menunggu pak Javis. "Javis pun tersadar dan langsung berjalan meninggalkan alfia, melihat javis langsung meninggalkannya ia langsung buru-buru mengejar javis.
__ADS_1
*Tidak lama sampailah mereka di depan lift, javis menekan tombol lift lalu ia memilih lantai 10.Lantai 10 adalah ruangan pesta, baik untuk pernikahan atau yang lain.
Ting..
suara lift terbuka, mereka sampai di depan pintu ruangan pesta. Banyak penjaga disana untuk menjaga keamanan selagi pesta.
Saat javis dan alfia jalan ber'iringan dan masuk ke dalam ruangan itu semua mata tertuju pada mereka. Ya dalam hati mereka javis dan alfia sangat cocok jika menjadi seorang pasangan kekasih. Tapi ada juga yang iri pada alfia kana ia bisa dekat dengan javis.
Para investor dan klien mulai mendekati javis, mereka berbincang-bincang mengenai bisnis*.
" Wah sungguh menguntungkan bekerja sama dengan pak javis, tidak rugi saya melakukan investasi pembangunan hotel ini" ucap salah satu investor.
" Iya Pak javis masih muda, tampan, sudah bisa menjadi pengusaha sukses " Puji para klien dan investor yang ada di sana.
Sedangkan alfia sedang berkeliling-liling melihat pesta. Ia juga menikmati makanan yang ada di sana. Tapi tiba-tiba ada seseorang yang menarik bahunya dengan kasar.
" Hei kau jangan dekat-drkat dengan javis atau kau akan dapat akibatnya " ancam perempuan itu.
"Hei kau siapa asal menarik bahuku, dan apa alasan'mu menyuruhku menjauh dari javis " Jawab alfia.
" Ingat aku tidak takut dengan'mu, kau bukan siapa-siapa dari pak javis jadi jangan menyuruhku menjauhi'nya " Tegas alfia. Lalu dia meninggalkan perempuan itu.
Sebenarnya alfia juga sedikit takut, karna jika dia melakukan kesalahan pasti javis tidak tinggal diam, apalagi perempuan itu juga lumayan cantik. Ia bisa menebak bahwa perempuan tadi usianya sekitar 27 tahun. Dan dari tampilannya dia bukanlah orang biasa.
...****************...
javis mulai merasa haus ia mengambil minuman yang di berikan oleh pelayan itu. Sedangkan di sebrang sana ada seorang perempuan memasang senyum kemenangan.
Tidak lama setelah meminum minuman itu badan javis mulai panas. Ia sadar bahwa dirinya sudah di berikan obat perangsang oleh seseorang. Ia langsung pergi dari acara tersebut, javis menaiki lift. Saat lift terbuka ia masuk ke sembarang kamar.
Entah apa yang ada di pikirannya saat melihat perempuan itu, ia langsung menciumnya. Padahal perempuan itu menolaknya, tapi ia kalah tenaga dengan javis. Javis langsung melempar sang gadis itu ke kasur*.
" Tidakk tolong jangan lakukan ini pak " ucap alfia. Ya orang yang sedang di lecehkan oleh javis adalah alfia.
" Sudah diam bantu aku untuk terbebas dari obat ini " javis langsung melucuti pakaian alfia dan dirinya.
__ADS_1
Dalam fikiran alfia maksud javis memberinya gaun dan perhiasan mahal yaitu untuk melayani nafsu javis, ia juga tidak mengerti maksud obat yang di bicarakan javis.
Ia berusaha untuk melawan javis lagi tapi sia-sia yang ada hanya membuat tenaganya habis. Javis yang melihat keindahan tubuh alfia semakin menjadi-jadi. Dirinya sudah di kuasai oleh obat yang masuk ke dirinya dan nafsu terhadap tubuh alfia.
Karna sudah tidak tahan, ia memasukan benda pusakanya yang sudah tegak itu ke milik alfia. Alfia yang pertama kali berhubungan intim langsung mengeluarkan air matanya. Ia langsung meremas sprei hingga berantakan.
Alfia tidak pernah melupakan kejadian ini, dia menganggap javis sebagai seorang ******** di kehidupannya.
Dan malam itu menjadi malam yang panjang bagi mereka berdua.
...****************...
Pagi hari matahari mulai masuk ke dalam celah-celah jendela. Javis terbangun karna dia mendengar suara seorang wanita menangis sesegukan di sudut tembok dengan berbalut selimut. Ia bingung mengapa pakaiannya berceceran di lantai.
Javis mengingat apa yang terjadi semalam, ia ingat bahwa semalam ia melecehkan alfia. Dia menyetubuhi alfia tanpa ampun. Dia sangat menyesal apalagi setelah melihat bercak darah yang ada di sprei.
Javis langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri . Setelah itu dia menghampiri alfia*.
" Maaf, aku minta maaf " rasa bersalah meliput hati javis.
" Aku tidak butuh kata maafmu, setelah sampai ke negara Z aku akan mengundurkan diri, aku tidak sudi mempunyai bos ******** seperti kamu " ucap alfia sambil mengingat kesuciannya di ambil oleh javis.
" Saya akan bertanggung jawab atas ini semua " ucap javis dengan penuh keyakinan, ia bukan hanya ingin tanggung jawab tapi juga karna mama'nya itu selalu memaksa dirinya untuk segera menikah.
" Aku gak mau menikah denganmu " jelas alfia.
" Mau tidak mau kau akan menikah denganku, bagaimana jika kau hamil anakku? apakah kau tega membuat dia lahir tanpa seorang ayah " ucap javis
Alfia'pun mulai mencerna kata-kata dari javis, memang ada betulnya. Ia tidak mau sampai jika ia hamil tapi anaknya itu tidak memiliki seorang ayah.
" Baiklah akan ku pikirkan itu kembali " ucap alfia dengan ragu.
" Aku kasih kau waktu sampai kita kembali ke negara Z kau harus memberikan jawaban " javis mulai berdiri ingin meninggalkan alfia. Tapi tiba-tiba saat alfia berdiri ia hampir jatuh.
Ia berjalan dengan bertatih-tatih, melihatnya membuat javis tidak tega. Ia langsung membopong badan alfia ke kamar mandi. Javis meletakkannya di bath-up, lalu dia menelfon staff yang di bawah untuk membelikan salep untuk meredakan rasa nyeri di bagian intim alfia.
__ADS_1
Kita skip dulu ya buat eps selajutnya. Makasih buat yang udh like, komen. Salam manis dari author " ALFIA SANGAT PENAKLUK CEO TAMPAN "