
Setelah menghubungi bawahannya itu untuk membeli salep. Tidak butuh waktu lama, barang itu sudah sampai di tempat javis berada.
" Permisi tuan ini salep yang anda minta " pelayan itu memberikannya kepada javis.
" Oke silahkan kamu pergi " ucap javis, setelah pelayan itu pergi javis memberitahu alfia lalu ia meletakkannya di wastafel.
Kemudian javis pergi ke kamarnya, ia menelfon Austin. Austin adalah pemimpin perusahaan gelap miliknya itu( Seperti sekelompok mafia).
tut.... tut.... tut...
Tidak lama panggilan itu terhubung.
" Hallo ada apa tuan " ucap Austin di telfon.
" Sekarang kamu cari siapa yang memasukan obat perangsang pada minumanku, dan juga cari latar belakang keluarganya. Aku beri kau waktu 6 jam " javis langsung mematikan telfonnya itu.
...****************...
Sedangkan Freya Grace Xendrick orang yang telah memberi obat perangsang dan yang mengancam alfia. Pagi harinya ia terbangun, ia berfikir telah berhasil membuat javis tidur dengannya. Ia tersenyum mengingat kejadian semalam.
Flashback on...
Ia sudah menyiapkan segalanya, freya menyuruh para staff disana untuk mengunci semua kamar yang ada di lantai 19 kecuali kamarnya itu. Dan benar saja pria itu masuk kedalam kamarnya, freya langsung mengunci kamar pintunya
Pikirnya freya orang yang masuk kedalam kamarnya adalah javis, karna ia sengaja mematikan lampu kamar itu. Lalu ia memeluk Dalson karna dalam fikiran'nya itu adalah javis. Ya orang yang masuk kedalam kamar freya adalah Dalson, teman javis yang berada di Jerman sekaligus salah satu kliennya.
" Hei baby kau pasti sedang memerlukan bantuanku kan, aku bersedia kok untuk melayanimu " ucap freya yang langsung ******* bibir Dalson
Dalson yang sedang bergairah itu tidak peduli siapa yang sedang bersamanya ini, yang ia fikirkan adalah melampiaskan nafsunya itu . Dalson tidak basa basi ia langsung menancapkan benda pusakanya kedalam goa milik freya.
Karna freya memang sudah tidak perawan lagi , jadi dia tidak merasakan sakit. Ia dengan agresif mengubah posisinya itu yang di atas dan Dalson yang berada di bawah.
Mereka melakukan itu hingga menjelang pagi.
Flashback off...
__ADS_1
Freya yang mulai membalikan tubuh pria itu langsung kaget. Karna orang tersebut bukanlah javis melainkan teman sekaligus klien javis. Dia langsung membangunkan Dalson dari tidurnya.
" Hei siapa kau, beraninya kamu melecehkan anak perempuan dari keluarga Xendrick " ucap freya dengan marah sambil memukul Dalson.
" Sepertinya kau lupa honey, kau yang merayuku lebih dulu. Kau tiba-tiba memeluk dan mencium'ku. Aku tidak bisa menolak itu semua, aku ini laki-laki normal yang juga akan tergoda oleh nafsu " ucap Dalson dengan terang-terangan.
" Oh sekarang kau ingin memutar balikan fakta, kau telah melecehkan seorang gadis perawan! Aku akan menuntut mu di pengadilan " ancam freya.
" Okay, silahkan saja aku tidak takut yang ada kamu akan merasa malu, dan satu lagi apa katamu? perawan?! Sepertinya kau bukan gadis perawan seharusnya di sebut wanita ******! ucap dalson.
" Oh ya karna goyanganmu semalam cukup menarik aku akan memberikan mu cek 100 jt, jika kau bersedia melayaniku lagi aku akan selalu siap " sambungnya sambil melemparkan cek 100 jt. Dalson langsung memakai pakaiannya dan kembali ke kamarnya.
"Ah..! sial sekali kenapa harus dia, kenapa bukannya javis. Awas saja aku akan membuat perhitungan dengan kalian. " ucap freya dengan frustasi.
Lalu dia pergi merapikan penampilannya itu.
...****************...
Sedangkan javis, ia sedang mengerjakan semua pekerjaannya di meja kerjanya. Tidak lama hanya sekitar 1 jam setelah javis memberikan perintah Austin menelfon nya dan memberi informasi tentang dalang obat perangsang itu.
" Hallo tuan, kami sudah menemukan informasi detail tentang orang yang memberi obat di minuman tuan " ucap Austin.
" Dia adalah putri tunggaldari tuan Xendrick. Dan dia juga pernah mengancam nona alfia untuk menjauh dari tuan javis jika tidak dia akan membuat perhitungan. Tapi nona alfia tidak mendengarkan semua itu, dan membuatnya kesal ". Tutur Austin secara detail.
" Oke.., Aku rasa ini semua sudah cukup. Kerjamu sangat bagus Austin, kau tidak pernah membuatku kecewa " Puji javis.
" Terimakasih tuan ini sudah tugas saya, saya tidak ingin mengecewakan anda "
" Baiklah, jangan lupa bawa semua bawahan kita ke markas" .Perintah javis sambil menyunggingkan senyum yang tak dapat di artikan.
Setelah itu javis mulai memikirkan Alfia, ia senyum-senyum sendiri saat tau jika dia menolak untuk menjauhinya, tapi setelah mengingat pacarnya yang sudah tiada membuat javis menjadi dingin lagi.
...****************...
" ah.., walaupun masih terasa sakit tapi ini sudah lebih baik, syukurlah " batin alfia.
__ADS_1
Alfia sedang menuju ke balkon, ia duduk di kursi yang ada disana. Ia kembali termenung mengingat kejadian semalam. Alfia merasa jijik dengan dirinya sendiri, apalagi saat mengingat bu Hanna. Pasti dia sangat kecewa jika tau alfia sudah tidak suci lagi.
Dan juga dia belum siap jika dirinya sampai hamil, ia masih mengejar mimpinya dan membuat bangga bu Hanna. Terlebih lagi saat dia memimpikan orang tuanya, mereka meminta alfia untuk membanggakan bu Hanna.
Tapi bukannya membuat bangga, dia justru akan membuat bu Hanna sangat kecewa. " Tuhan.. mengapa kau mengujiku dengan cobaan seperti ini, saat kau mengambil orang tuaku aku ikhlas dan sabar. Tapi kenapa.. kenapa kau memberikan takdir yang buruk untuk'ku. " dengan lirih alfia mengucapkan itu dan bulir demi bulir air mata jatuh di pipinya itu.
Karna melamun ia tidak sadar ada yang mengetuk pintunya. Ia pun kaget saat mendengar suara laki-laki yang sudah tidak asing di telinganya.
" Alfia cepat buka pintunya " ucap javis.
Dengan ragu-ragu alfia membukakan pintu tersebut. " Ada apa anda kemari " tanyanya sambil menatap ke lantai, karna ia takut jika javis melihat dirinya menangis. Dan menganggapnya lemah.
" Besok kita akan kembali ke negara Z jadi kau bersiap-siap dulu, aku mempunyai urusan penting. Jaga diri baik-baik " ucap javis sebelum pergi melangkah jauh.
" Aku takut.. a..a.. aku takut, maafkan aku mom. Aku membuatmu kecewa, aku takut kau akan marah denganku. Aku sungguh takut mom " ucap alfia yang perlahan-lahan terduduk di lantai sambil menangis.
...****************...
Javis, Austin dan para bawahannya sedang berkumpul. Javis sebelumnya menyuruh Austin untuk membawa seluruh keluarga Xendrick termasuk freya ke gudang bawah tanah mereka.
" Kau tau apa akibatnya jika bermain-main dengan javis hah ! " teriak javis ke meraka semua.
" Maafkan kesalahan anak kami tuan, kami belum bisa mendidiknya dengan benar " tuan Xendrick angkat suara sambil memohon di kaki javis.
" Heh.. aku tidak pernah memberikan kesempatan ke 2 kali untuk orang seperti kalian "
" Dan berani sekali kau memasukan obat kedalam minuman'ku " bentaknya sambil mencengkram dagu freya.
" Aku tau aku salah , seharusnya aku tidak memasukan obat kedalam minuman'ku. Tapi seharusnya kamu tahu aku melakukan itu semua karna aku mencintaimu javis " teriak freya sambil ber'ekting nangis.
" Cih.., masih sempat-sempatnya kau akting, jangankan untuk tidur bersamamu, kau menyebut namaku saja membuat'ku jijik "
Setelah itu javis menyuruh davin untuk memberitahu kepada semua media yang ada bahwa perusahaan Xendrick GROUP di tutup . Davin hanya menurut saja, dia tidak tau permasalahan apa yang terjadi. Tapi ia yakin javis melakukan ini pasti karna suatu alasan.
Javis kemudian meninggalkan gudang tersebut, ia menyuruh Austin untuk membereskan keluarga Xendrick . Austin mengerti kode tuanya itu langsung melaksanakan tugas yang di perintahkan.
__ADS_1
Dan dalam sekejap seluruh keluarga Xendrick sudah tidak ada lagi.
Hai semua para readers gimana suka gak sama bab ini? kalo suka like, komen, dan jangan lupa vote agar author makin cemungut 😘😊