All My Heart

All My Heart
Episode 23


__ADS_3

Hari ini, seluruh universitas di Korea mengadakan secara serempak upacara kelulusan para mahasiswa mereka.


“Selamat, Tuan Muda Joon Jin Ho.”


Seketika langkah Jin Ho terhenti tatkala mendapati Hye Mi yang tiba-tiba bergelayut manja memeluk lengannya usai upacara kelulusan.


“Hye Mi, jangan seperti ini. Apa kau tidak malu dilihat semua orang?”


Alih-alih peka terhadap rasa risi yang Jin Ho tujukan, Hye Mi memilih untuk tidak peduli dan sesaat memperhatikan orang-orang di sekitar yang memandangi mereka sebelum kemudian menatap Jin Ho lagi dengan senyum riang.


“Mereka hanya iri,” ujar Hye Mi santai.


“Iya, tapi…”


“Joon Jin Ho?”


Teguran dari suara yang begitu ia kenal membuat Jin Ho sontak berhasil melepaskan lengannya dari Hye Mi. Tampak kedua bola mata Jin Ho membesar usai pandangannya teralih pada sosok Kyoung Rye yang telah menatap tajam padanya dengan tangan terlipat di atas dada, seakan meminta penjelasan atas apa yang sedang dia saksikan.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Kyoung Rye sinis.


“Aku? Oh! Aku hanya…”


“Dia siapa?” tanya Kyoung Rye usai mengalihkan pandangan pada Hye Mi.


“Dia…”


“Aku No Hye Mi. Kekasih Jin Ho. Kenapa?” kata Hye Mi ketus.


Tidak tampak keterkejutan dari raut wajah Kyoung Rye. Namun, Jin Ho yang syok seketika menatap tajam Hye Mi.


“Hei! No Hye Mi!”


“Kenapa? Dia tampak menyebalkan. Apa kau tidak suka dengan jawabanku?” omel Hye Mi.


“Berhenti bicara dan pergi sekarang,” perintah Jin Ho.


“Sayang! Apa kau membela gadis menyebalkan ini?!” bentak Hye Mi.


“Sayang? Kekasih?” ucap Kyoung Rye seraya tersenyum sinis, “Joon Jin Ho, kau benar-benar keterlaluan.”


Kedua pelupuk mata Kyoung Rye hampir dipenuhi air mata. Dia yang bisa dikatakan sebagai Jin Ho dalam versi perempuan benar-benar marah. Dia orang yang paling percaya pada Joon Jin Ho dan paling bangga dengan sosok dihadapannya, detik ini begitu merasa terkhianati. Dia yang begitu pendiam diantara kedua saudaranya pun benar-benar membisu untuk seluruh adegan yang ia saksikan hari ini.

__ADS_1


“Kak, aku…”


Selangkah Jin Ho berusaha mendekati Kyoung Rye tetapi, seketika dia mengangkat kedua tangannya.


“Cukup. Jangan coba-coba mengatakan apapun.”


“Kak, tapi…”


“Joon Jin Ho, sebenarnya dia siapa?! Kau memilihku atau memilihnya?!” teriak Hye Mi.


Sontak Jin Ho berbalik dan melempar pandangan penuh kebencian.


“Aku memilihnya! Kau puas? Sekarang pergi dari hadapanku!”


Bentakan Jin Ho seketika membuat seluruh pasang mata menatap penuh tanya kearah mereka. Dan Jun Su yang sedari tadi memperhatikan dari jarak yang tidak terlalu jauh pun perlahan mendekat bersama salah satu teman Hye Mi, Oh Yu Ra.


“Tenanglah. Kau terlalu banyak menarik perhatian,” bisik Jun Su sembari menarik mundur Jin Ho untuk menjauh dari Hye Mi yang telah menangis, “Yu Ra, kau bawa Hye Mi keluar dulu,” perintahnya diiringi anggukan dari Yu Ra.


Setelah melihat Hye Mi pergi, suasana pun kembali normal dan Jin Ho langsung menghempaskan tangannya


yang sedari tadi dipegangi Jun Su. Dia berbalik dan didapatinya Kyoung Hee telah berdiri di hadapannya tanpa ada lagi sosok Kyoung Rye.


“Pe, pergi? Tapi…” ujar Jin Ho panik.


“Jangan lakukan apapun yang membuat dia lebih murka. Kau tahu dengan baik bagaimana kemarahannya lebih daripada aku. Jangan buat aku mengingatkanmu bagaimana dia menghajar habis anak-anak SMA yang mengganggumu saat kau masih di sekolah dasar. Dan jika membahas itu, kau bahkan tidak pantas mengejarnya,” jelas Kyoung Hee dingin.


Segera Kyoung Hee berlalu pergi dan usai menatap Jun Su yang lalu mengangguk pelan, Jin Ho pun memutuskan untuk mengikuti Sang Kakak dengan langkah lunglai.


-----------


Cukup lama mereka terdiam usai Jin Ho tiba dan memberikan segelas moccaccino padanya. Kyoung Hee menyeruput sedikit minumannya sambil tetap memandangi Sungai Han yang terbentang luas di hadapan mereka.


“Kenapa kau melakukan ini?” tanya Kyoung Hee datar.


“Tanpa perlu dijawab, kau pasti lebih tahu alasan aku melakukannya,” sahut Jin Ho dingin.


“Kau sakit hati pada In Hyeong? Atau takut In Hyeong sakit hati padamu?”


Seketika pandangannya teralih pada Kyoung Hee yang tampak tak peduli akan reaksi Sang Adik yang tengah mengerutkan kening.


“Apa pertanyaanku terlalu sulit untuk kau cerna dengan baik? Atau kau hanya pura-pura tidak tahu?” tambah Kyoung Hee.

__ADS_1


Terdengar Jin Ho menghela napas pelan sebelum kemudian kembali memandangi Sungai Han.


“Aku sudah terlalu banyak mengalami hal menyakitkan selama bersamanya.”


“Itu jawabanmu?”


“Hmm.”


“Tapi, aku rasa itu bukan isi hatimu yang sebenarnya.”


Lagi, Jin Ho menatap Kyoung Hee yang kini telah menatapnya dengan senyum penuh arti. Ia meraih gelas kopi Jin Ho dan meletakkan bersama gelas kopinya.


“Ayo, duduk berhadapan,” ajak Kyoung Hee seraya menghadap Jin Ho yang lalu mengikuti perintahnya, “coba lihat aku sebagai Cha In Hyeong,” tambahnya riang.


“Apa kau gila?’ maki Jin Ho, “aku tidak mau,” tambahnya seraya membuang muka.


Mendapati reaksinya, Kyoung Hee pun hanya menahan senyum geli dan menekan kedua pipi Jin Ho yang sedikit tembam.


“Joon Jin Ho, hanya untuk hari ini dan untuk membuktikan bahwa dia yang benar-benar kau inginkan. Jika pikiran ataupun hatimu memang tidak bereaksi, silahkan mulai hidup baru tanpanya,” jelas Kyoung Hee penuh kasih.


Sejenak tampak keraguan dari raut wajah Jin Ho sampai sedetik kemudian ia menggangguk pelan dan membuat Kyoung Hee tersenyum puas lalu melepaskan tekanannya di pipi Jin Ho.


“Sekarang, coba tenangkan diri dan rasakan apa yang ada di hatimu,” perintah Kyoung Hee yang lalu diikuti Sang Adik, “kalau kau sudah siap, buka matamu perlahan dan tatap aku sebagai Cha In Hyeong. Lalu ungkapkan apa pun yang kau pendam selama enam tahun ini,” tambahnya.


Perlahan Jin Ho yang sebelumnya memejam pun membuka mata dan pandangannya pelan menerawang, menatap dalam mata Kyoung Hee sampai terbayang sosok yang sempat ia lupakan.


“Cha In Hyeong, kau gadis aneh yang berhasil merubah hidupku. Tawa, senyum, serta tangis itu selalu terekam sempurna di otakku. Dan sampai detik ini pun aku masih ingat bagaimana kau memanggilku saat senang ataupun sedih.”


Sejenak Jin Ho menarik napas dalam dan menghembuskannya pelan bersamaan dengan Kyoung Hee yang dengan sabar menunggu.


“In Hyeong, kau tahu? Ketika kau tersenyum dan tertawa, aku merasa dunia begitu adil karena sudah mengizinkanku untuk menyaksikan kebahagiaanmu. Tapi…”


Kalimat Jin Ho terputus, ia tersenyum sinis dengan kedua mata berlinang dan genggaman tangannya yang begitu kuat membuat Kyoung Hee mengusap lembut punggung tangannya.


“Tetap ingin meneruskan?” tanya Kyoung Hee penuh kasih.


“Tapi, aku merasa dunia tidak adil saat aku harus melihat air mata jatuh dari matamu yang menenangkan. Aku merasa…” ucap Jin Ho dengan suara tertahan, “…a, aku merasa, hal itu disebabkan aku yang tidak bisa membahagiakanmu. Namun, aku berusaha untuk selalu berada di sisimu dan membiarkan kau berlindung di belakangku juga bersembunyi dalam pelukanku ketika dunia ini tidak berpihak padamu. Te, tetapi, setelah aku…”


Badan Jin Ho bergetar, tangisnya pecah dan Kyoung Hee pun ikut menangis melihat adiknya yang sekarang terlihat begitu lemah. Detik itu, Kyoung Hee bisa merasakan tulusnya kasih sayang seorang Joon Jin Ho pada gadis bernama Cha In Hyeong. Dan dengan hati-hati Kyoung Hee merapat lalu menarik Sang Adik ke dalam pelukannya


Joon Jin Ho, aku mohon jangan sakiti dirimu lagi. Jangan buang begitu saja rasa cintamu pada In Hyeong, sebab dia belum mengetahui perasaanmu. Maaf, jika selama ini aku dan Kyoung Rye tidak pernah mengerti perasaanmu.

__ADS_1


__ADS_2