
Cahaya mentari mulai menembus dan natya pun merasakan cahaya mentari menerangi nya karena belum sadar natya pun kembali terlelap kembali.
Namun tiba tiba
"KYAAAAA"teriak natya kaget karena ada di pelukan Alvaro.
"Apaan si pagi pagi udah teriak"ucap Alvaro sambil mencoba bangun
"Kok l-lu ada di sini"ucap natya
"Gue suami Lo"ucap Alvaro sambil berlalu pergi ke kamar mandi.
"Sejak kapan?"ucap natya lupa
"Kemaren"teriak Alvaro dari kamar mandi.
"Kok bisa si ketos sialan itu jadi suami gue"ucap natya pada dirinya sendiri.
"Ah iya gua lupaa"ucap natya
**
Setelah selsai mandi natya dan Alvaro pun turun dari khayangan:v
"BUNDAAAA"teriak natya sambil turun dari tangga.
"Nggak usah teriak teriak natyaaa"ucap Wina.
"Ada apaa kok teriak teriak"ucap Satya.
"Iya sampe Budek ni kuping gue"ucap satria kesal.
"Maap"ucap natya sambil cengengesan
"Bundaa yang gantiin semua baju tidur aku bunda kan"ucap natya kesal.
"Iya emang nya kenapa?"tanya Wina polos.
"Bundaaa baju itu sexy semuaaa natya nggak mauu pake nya"ucap natya sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Itu sii derita Lo"sahut satria.
__ADS_1
"Ih bun-"ucapan natya terpotong oleh Satya.
"Udah udah ribut terus sarapan nya kapan"lerai Satya.
"Iya sekarang!"ucap natya kesal.
"Natyaa ambilin nasi nya juga buat suami kamu"ucap Wina.
"Emang harus ya Bun?"tanya natya.
"Harus"ucap winaa.
"Nggak ah mendingan bunda aja yang ngambilin sekalian punya natya juga ya Bun"ucap natya polos.
"Natya kamu itu har-"ucap Wina terpotong
"Iya bunda iya ini natya ambilin"ucap natya kesal.
"Nih"ucap natya sambil memberikan sarapan nya pada Alvaro.
"Makasih"ucap Alvaro.
**
Tiba tiba Alvaro datang membawa minuman.
"Var minta dongg"ucap natya sambil mengambil minuman Alvaro
"Ini punya gue"ucap Alvaro sambil membawa minuman nya dari tangan natya.
"Pelit"ucap natya sambil menyilangkan kedua tangan nya.
"Nat"ucap Alvaro sambil duduk di samping natya.
"Apa"ucap natya ketus.
"Kita mau pindah ke rumah mami apa kita mau pindah ke apartemen?"tanya Alvaro.
"Nggak gue mau disini"ucap natya
"Kamu nggak boleh gitu Nat,kamu harus turuti apa kata suami kamu"ucap Wina tiba tiba datang.
__ADS_1
"Tapi Bun aku mau sama bunda"ucap natya.
"Kamu itu ya"ucap Wina kesal.
"Nak varo kata mami kamu sebentar lagi akan menjemput untuk mengantar kamu dan natya untuk pindah."ucap Wina pada Alvaro.
"Apa natya mau dibawa kemana Bun"ucap natya kaget.
"Mau gue jual"ucap Alvaro.
"Apaa Bun masa aku mau di jual si"ucap natya kaget.
"Engga natya sementara waktu kamu akan tinggal di apartemen"ucap Wina lembut.
"Aaaaaah natya enggak mau natya mau nya sama bunda"ucap natya sambil memeluk bunda nya.
"Tapi nak kata bunda tadi juga apa kamu harus mengikuti suami kamu"ucap Wina
"Sekarang kamu bukan tanggung jawab nya bunda lagi tapi tanggung jawab alvaro"lanjut wina
"Tapi bun-"ucapan natya terpotong oleh Wina
"Nggak ada tapi tapian sekarang kamu bersin barang barang kamu"tegas Wina
"Jadi bunda ngusir natya"ucap natya sambil tertunduk.
"Astagfirullah natya"ucap Wina kesal
"Iya Bun iya"ucap natya sambil melangkah pergi ke kamar nya.
"Kalo gitu Alvaro keatas dulu ya Bun"ucap Alvaro sopan
"Iya"ucap Wina sambil tersenyum ramah.
**
Dikamar natya langsung membereskan semua pakaian nya dan memasukan nya kedalam koper.
"Mau di bantuin?"tawar Alvaro.
"Nggak usah"ucap natya ketus.
__ADS_1
"Iya iya"
-BERSAMBUNG-