AMEL DAN ASOKA

AMEL DAN ASOKA
Bab 4


__ADS_3

      Aku tidak benci sekolah, aku benci


              orang orang nya.


                    -Amelia indah permata sari-


"Gak sanggup makan lagi, kenyang banget" Sebastian memegang perut nya.


"Sebas Lo nanti mau sekolah di mana" Fatin membuka pembicaraan.


"Sekolah tempat kalian,Bopak juga udah daftarin gue" jawab Sebastian. Fatin lalu berdiri "Mau ngapain tin" tanya Bima, tanpa menjawab pertanyaan Bima Fatin membersikan bekas piring makanan. Melihat tindakan yang dilakukan Fatin membuat Dovan, Bima, dan Lukas ikut apa yang dilakukan oleh Fatin.


"Biar aku aja yang cuci piring nya" Rama berdiri lalu berjalan menuju dapur.


"Sebas jangan ngelamun" tegur Fatin ia melihat Sebastian duduk pandang dengan kosong.


Sebastian berdiri. "emang Lo lagi ngelamun apa?" tanya Lukas "Gak ada cuman gue kepikiran soal ASOKA"


"Semua baik baik aja lo jangan banyak pikiran gak baik untuk kesehatan Lo bas" Fatin selesai membersihkan meja makan.


 "Sebas lo jangan kwartir semua baik baik aja kan ada kita kita" Rama datang dari dapur diri nya baru saja selesai membersihkan piring - piring. Sebastian melihat teman teman nya satu persatu "Kalian" Sebastian meneteskan air mata "Gue takut kalau di masa putih abu-abu ini kayak masa putih biru" Sebastian mengingat kembali masa putih biru nya yang menyeramkan ia mengingat kejadian saat diri nya di bully dan ingatnya soal diri nya hampir di perkosaan oleh guru perempuan, padahal saat itu diri nya adalah seorang ketua geng motor terkenal yang ada di kota Bogor ditambah lagi ia dan Lukas beda sekolah Lukas sekolah di London sedang diri nya sekolah di Bogor sangat jauh.


Kalau kalian bertanya kepada Dwi dan Rendra saat itu tidak membelah atau melakukan tindakan atas apa yang diterima oleh Sebastian? Karena saat itu Meraka juga ada di London dan Sebastian memiliki untuk mensebuyika Kasun pembullyan dari orang tua nya bisa saja saat waktu itu Sebastian memberi tahu orang tua nya dan melaporkan kan kasus pembullyan tersebut, tapi tidak Sebastian tidak melakukan hal tersebut.


Melihat Sebastian mengeluarkan air mata nya membuat Lukas menghampiri Sebastian dan memeluknya dan hal membuat yang lain melakukan nya.


Meraka melepaskan pelukan.


"Kas kalau ada masalah bilang jangan di padam sendiri" Bima menatap Sebastian


                     ---------------

__ADS_1


Malam hari.


Saat ini Sebastian berada di dalam kamar nya terlihat dia yang sudah memakai baju serba hitam ala geng motor diri nya sedang berkaca melihat pantulan diri sendiri.


" Ayo gue dan siap" Sebastian berberbalik badan memtatap sang adik yang sedang tidur di tempat diri nya sambil memainkan kan ponsel nya. melihat sang kakak yang sudah siap membuat Lucas bangun dari tidur nya dan tak lupa memasukkan ponsel nya ke dalam saku celana nya.


"Ayo" ucap nya berjalan dan disusul oleh Sebastian


                  ----------------


"1...2...3" seorang gadis seksi menghitung jalan nya perlombaan.


"Ival ... lvaI" dan tak berselang lama setelah perlombaan berjalan Ival sudah hampir tiba di garis Finis.


Teriakan para wanita bersorak sorok untuk Ival atas kemenangan nya "Ival ganteng banget"


"Suami gue ganteng banget"


Di sisi lain di markas ASOKA Meraka sedang merayakan kedatangan ketua Meraka yang sudah 1 bulan berada di luar negeri terlihat mereka sedang merayakan dengan makan.


Setelah acara makan-makan selesai kini geng ASOKA sedang menelusuri jalan kota Bogor Mereka melanjutkan nya dengan jalanan kota Bogor.


                 --------------


"Ee Lo tahu gak katanya ketua geng ASOKA udah pulang" ucap seorang gadis yang sedang menonton jalan nya pertandingan.


"Ayo ala memang" madea yang tanpa sengaja mendengar.


"Kalau boleh jujur yah gue gak pernah itu lihat muka dari ketua geng ASOKA"


"Kata nya sih muka nya kayak kebarat barat gitu"

__ADS_1


"Ee ala Menag woi" kedua gadis yang tengah asik bergosip itu di kejutkan ole Alamindara pacar dari madea.


Madea menghampiri ala "Selamat sayang kamu menang" madea memeluk sang pacar dan ala menyambut pelukan itu "Makasih sayang" ala mengatakan tepat di telinga madea.


"Ala ini uang" seorang laki laki melemparkan amplop berisikan uang ke arah ala.


Setelah di beri uang itu ala pergi dari area balap bersama madea.


                    -----------------


"Makasih sayang" Madea turun dari motor ala dan memberikan helm. Ala mengambil helm tersebut dan menaruh nya di dekat area jok motor ninja milik nya.


"Ganti baju terus makan tidur jangan bergandang"


"Iya sayang, aku masuk dulu yah" Madea pun berjalan ke arah pintu pagar rumah nya,diri nya masuk ke area rumah nya met tutup pintu pagar nya dan tak lupa ia tersenyum ke ala. Setelah memastikan Madea masuk ala pun pergi.


                 --------------


Saat ini jam menunjukkan 7 : 30


Amel terlihat sedang bersiap siap untuk pulang.


"Mel lo apa gak di kasih uang jajan sama bokap lo" tanya salah satu ke karyawan restoran.


Yah Amel berkejaran di salah satu restoran milik keluarga Dovan selain punya toko emas keluarga Dovan juga punya toko restoran terkenal. Amel bukan gak di kasih uang sama orang tua nya Amel di kasih uang hanya 20 ribu rupiah untuk 2 hari.


"Di kasih, aku berkerja karena keinginan ku sendiri" Amel tersenyum.


"Aku duluan yah" Amel pun pergi ke.


Melihat Amel pergi karyawan lain mulai membicarakan diri nya entah itu keburukan nya ataupun kebaikan nya.

__ADS_1


__ADS_2