
Happy reading semua🤗
Makasih yang udah baca.
                                      ___________
"Udah mau azan Isa sholat dulu yuk" ajak Fatin melihat jam yang terpasang di tangan nya. Sebastian pun membalas nya dengan anggukan kepala.
" semua nya karena udah mau sholat Isa kita sholat dulu yang non muslim kalian nunggu di luar masjid aja habis sholat kita balik latihan beda diri sebentar lalu kita pulang ke rumah masing" ucap Sebastian kepada para anggota nya.
Serentak yang lain pergi dan menuju masjid ke masjid dekat taman menyisakan 6 orang meraka menjaga dekat masjid mana tahu jika ada sesuatu terjadi seperti penculikan atau pun hal hal berbahaya lain nya.
6 orang tersebut yakni Romi, Herton , Herman, kenal , Hery, Daniel, Meraka menjaga di masjid.
Saat meraka menjaga Daniel tak sengaja diri nya melihat seseorang yang mencurigakan memakai pakaian serba hitam hampir menutup semua badan nya kecuali mata itu adalah pencuri Daniel yang melihat itu pun mengikuti dan ia melihat pencuri tersebut sedang berusaha merusak kotak amal masjid, Daniel yang melihat itu pun diam diam diri nya berjalan penal penal dan ia menangkap pencuri tersebut.
"Hayo lo mau apa" Hery datang dari belakang dan membatu Daniel menangkap pencuri tersebut.
Pencuri tersebut bangun kedua tangan nya di ikat ke belakang.
"Ada apa ni" seorang bapak baru baya yang memakai baju hitam dan penci warna putih
"Ee bapak maaf kita ganggu" ucap Romi sopan, dan tak berselang lama jamaah yang lain pun keluar dan meraka melihat kejadian yang sedang terjadi.
"Makasih yah anak" seorang bapak yang memakai baju serba putih dan sarung tak lupa penci nya.
"Ini pak ini pencuri yang kemarin" ucap bapak yang memakai baju putih tersebut "Ayo bawah ke kantor polisi aja" ucap bapak yang memakai baju hitam tersebut. dan dua orang bapak bapak pun mengambil ahli pencuri tersebut.
"Pak biar kita aja" ucap Sebastian dan Lukas dari belakang Daniel dan Hery.
"Kalau gitu saya ikut" bapak yang memakai baju putih dan ikuti dengan bapak yang memakai baju.
__ADS_1
                              _____________
Saat ini geng ASOKA sedang ada di kantor polisi. Tak berselang lama bapak yang memakai baju putih itu keluar.
"Sekali lagi makasih yah nak" bapak berbaju putih itu keluar dari kantor polisi.
"Iya pak sama sama" Sebastian dan anggota dari ASOKA sedang menunggu di luar.
"Kalau gitu kita balik yah pak, permisi" Fatin sambil mencium punggung tangan bapak yang memakai baju putih dan hitam tersebut dan ikuti anggota inti dari ASOKA.
Setelah itu mereka balik ke maskar mereka.
                               _____________
Sesampainya di depan rumah Amel merasa takut untuk melangkah kan kaki nya ke dalam rumah jika bagi orang rumah adalah tempat teraman, nyaman tapi tidak bagi Amel menurut Amel rumah adalah neraka ke dua setelah sekolah.
Amel melangkahkan kaki nya ia membuka pintu pagar saat ingin masuk Amel mendengar suara motor yang tidak asing bagi nya, ia itu adalah suara motor dari Ivan.
Ivan melihat pintu pagar terbuka segera memasukan motor nya dan memakirkan motor ninja nya di bagasi terlihat terdapat 1 mobil dan 2 motor ninja, motor tersebut milik Ivan ia mendapatkan nya dari balapan liar sedang motor satunya lagi adalah hadiah dari fajar teman nya.
"Aduh mama lapar" Ivan memtatap sang bunda
" Kamu dari mana aja sih ko jam sekarang baru pulang" ucap sang ayah sambil melihat jam tangan nya.
"Tandi waktu pulang sekolah kamu bilang mau pigi sebentar sore jam 5 udah pulang, kamu ada bilang" Juliana menatap sang anak curiga, Ivan yang di tatap membalikan wajah nya.
" Kamu balapan lagi kan"
"Mah udah dong jangan curiga terus, mah lihat itu nak kita udah lapar cepat ambil kan makanan sana" putra mengalikan pembicaraan.melihat sang anak yang terlihat menahan lapar segera Juliana pergi ke dapur untuk mengambil nasi dan lauk.
"Makasih yah"
__ADS_1
"Sama sama nanti kamu menang" ucap sang putra. putra emang Sudan mengetahui soal Ivan yang balapan sengaja diri nya tidak beri tahu sang istri jika istri nya tahu Ivan akan kena hukumam di kurung di kamar.
Amel berada di depan pintu rumah nya ia menarik napas nya lalu membuang nya setelah itu ia membuka pintu rumah nya dan pemandangan yang ia lihat pertama kali adalah sang Abang yakini Ival dan sang ayah yang sedang duduk di depan televisi sambil bercanda ria tak lama kemudian sang Juliana datang dari arah dapur membawa sepiring makanan.
"Ini makanan nya" Juliana duduk di sambil sang anak.
"Makasih mah" Ivan mengambil piring tersebut lalu memakan nya dengan lahap.
Amel yang melihat itu tersebut seduh Amel juga mau kayak Abang ucap nya dalam hati. tak ingin berlama lama Amel segera menuju ke kamarnya.
" ganti baju terus cuci piring " sang ibu berbalik badan menatap sang anak.
"Iya mah" Amel berjalan ke arah kamar sesampainya di kamar nya ia meletakkan tas dan Menganti baju seragam sekolah nya dengan baju tidur. Amel turun dari tangga saat di pertengahan tangga ia melihat sang ayah Amel pun tersenyum ke arah putra dan putra hanya melewati Amel begitu saja Amel yang dilewati pun memudarkan senyuman nya.
Saat putra ingin melangkah kaki nya di tangan terakhir ia berhenti lalu berkata "Mel nilai kamu gimana" Amel yang merasa nama nya di panggil pun lantas berhenti dan menoleh ke sang ayah "Aman yah, nanti habis Amel cucu piring aku kasih lihat semua nilai ulangan Amel" dan putra hanya membalas nya dengan anggukan kepala setelah itu putra pigi ke arah ruang kerja nya.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
"Yah ini dia semua hasil ulangan Amel" Amel memberikan kertas kepada putra. Putra pun menerima nya dan ia melihat nilai mata pelajaran matematika Amel mendapatkan kan nilai 90 putra lantas memtatap sang anak "Ini kepada nilai kamu ada yang 90" putra menatap sang anak dingin.
"Itu...itu..." Amel sedikit ragu untuk menjawab pertanyaan sang ayah jika ia mengatakan pun sang ayah pasti tidak akan percaya.
Kesal karena tidak mendapatkan jawaban dari sang anak putra langsung berdiri. Amel yang melihat sang ayah berdiri berjalan mundur pelan diri sudah bisa menebak apa yang akan terjadi nanti.
Putra melempar keras ke arah Amel, Amel hanya bisa mendudukkan kepala nya tubuh nya gemetar ketakutan. Putra lantas menarik rambut Amel.
"Ayah sakit ayah Amel minta maaf Amel janji gak dapat nilai segitu lagi Amel giat belajar" ucap nya sambil menangis putra yang melihat Amel menangis pun menarik rambut Amel semakin kuat.
Akhgh rinti Amel kesakitan.
Putra melepaskan tarikan nya lalu ia berjalan menuju meja kantor nya mengambil segelas kopi panas dan menyiram rambut Amel dengan air kopi panas.
__ADS_1
Aghk
"Pergi kamu" usir putra lalau ia meletakkan gelas kosong itu di meja nya ia pun lantas duduk.