
suara rintihanmu adalah musik di telinga ku.
Sinta Ratna Dewi
••••••••••••••••••••••
Bunyi bel istirahat hal yang paling ditunggu oleh para siswa dan siswi. Sebastian memasukan buku nya ke dalam tas ia melihat Lukas sedang tidur dirinya lantas menghampiri Lukas ia menggoyang tubuh Lukas membangun nya.
"Kas ayo bangun" Lukas yang merasa terganggu tidurnya pun bangun.
"Jangan jadi kebiasaan tidur di kelas Lukas nanti ke tinggalan banyak pelajaran" suara tersebut berasal dari Fatin yang sedang merapikan bukunya.
"Gue gak tidur" Lukas yang masih setengah sadar
"Jadi Lo ngapain berak, jelas jelas lo itu tidur" Sebastian meras heran dengan adik nya ia yakni adik nya gak bergandang. Merasa nyawa nya sudah terkumpul Lukas bangkit dari duduk nya.
"Ayo" Lukas berjalan duluan dan diikuti oleh Sebastian dan Lukas.
°°°°°°°°°°°°°°
BUGH
BUGH
BUGH
PLAk
"Makan gue bilang makan" Sinta menyodorkan sendok yang berisi muntah manusia
Sinta tersenyum "Lo pegang tangan nya cepat " serentak Mila dan Eka pun mengikuti apa yang dikatakan Sinta.
__ADS_1
" jangan... jangan... Jangan" Amel menggeleng kepala nya, Amel mengeluarkan air mata nya ia menangis kepala nya sakit,
"Mel" teriak Madea.
Berapa jam sebelum
"Kak Dovan" teriak Madea membuat padangan mata tertuju pada nya.
"Kenapa Lo" tanya Dovan ia melihat Madea sedang mengatur napas nya sambil memegang dadanya
"Ha...ha....ha... Itu kak tolong"
"Pelan pelan ngomong nya tarik napas terus buah"
"Tolong Amel dia itu anu..." Madea terbata bata
"Bully lagi" mata Dovan dan Bima pun melirik ke Bima.
"Ayo kata cepat tolong" Madea yang tidak sabaran berjalan di tempat seperti anak kecil tanpa menunggu lama lagi Madea menarik tangan Dovan dan hal itu diikuti oleh Rama dan Bima
Mereka berempat di kejutkan dengan Amel yang tergeletak tak berdaya di lantai kamar mandi dengan kondisi rambut acak-acakan serta baju yang basah kuyup.
"Mel" teriak Madea saat melihat kondisi sahabat nya itu Bima yang melihat itu pun langsung mengangkat tubuh lemah itu menuju UKS.
°°°°°°°°°°°°°
"Mana ni Bima,Dovan sama Rama lama banget keburu laper" ucap Sebastian yang sudah menunggu sahabat sahabat nya itu dan tiba tiba terdengar suara bel masuk.
"Itu kan aduh udah masuk mana belum makan" gerutu Sebastian.
"Udah lah bas, buk tolong di bukus aja baksonya" Lukas lantas berdiri dan memberikan dua buah mangko bakso serta dua mangkok bakso lainnya di bawah Fatin dan dua lain masih di atas meja Sebastian menatap dua mangkok bakso tersebut.
__ADS_1
"Mereka ke mana sih" monolog Sebastian. Sebastian lantas berdiri dan membawa dua bakso yang ada di hadapannya itu kepada buk kantin.
"Nanti pulang saya ambil ya buk" Lukas tersenyum ke ibu kantin tersebut.
"Iya nak Lukas"
"Makasih buk mari" penjual kantin itu membalas Lukas dengan senyuman.
Di UKS kini terbaring seorang wanita dengan maniak biru dan rambut bergelombang dia adalah Amel yang kini terbaring lemah. Madea yang melihat sahabat nya itu masih memejamkan matanya menatap Amel dengan wajah khawatir.
"Dea kak ke kelas yah" ucap lembut Dovan dan madea hanya membalas nya dengan anggukan kepala.
°°°°°°°°°°°
"Permisi pak Maaf kami telat masuk" ucap Bima diikuti Oleh Dovan dan Rama.
"Dari mana kalian" tanya pak Har guru matematika
"Kami dari UKS" jawab Bima
"Baik kalian boleh duduk" Bima,Dovan, dan Rama pun duduk ditempat duduk mereka.
"Emang siapa yang sakit Bim" tanya Sebastian saat Bima ingin duduk, Bima lantas berbalik badan memtatap Sebastian.
"Nanti gue ceritain di markas" dan Sebastian membalas nya dengan anggukan kepala.
°°°°°°°
Bunyi bel pulang berbunyi hal yang paling di tunggu oleh siswa dan siswi.
"Gas ke markas" ucap Bima bersemangat
__ADS_1
"Bim emang siapa yang sakit" tanya Fatin
"Cerita nya di markas aja sekalian makan laper ni gue" jawab Bima sambil memegang perut nya