AMEL DAN ASOKA

AMEL DAN ASOKA
Bab 8


__ADS_3

"Aduk capek nya" Bima merebahkan badan di Sofa


"Jadi siapa yang sakit Lo Bim" tanya Sebastian penasaran. Pasal nya selama di perjalanan membuat Sebastian hati nya gundah ia takut terjadi sesuatu pada sahabat nya itu


"Amel lo kenal?"


"Kayak pernah denger nama itu" ucap Sebastian masih bisa di dengar Bima


"Pasti di bully lagi kan" Fatin membuka suara


"Bully" ucap Sebastian yang hanya bisa di dengar oleh diri nya


"Dapat bakso dari mana Tin" Dovan melihat Fatin menuangkan baksonya. Sontak mata Bima pun mengarah ke Fatin yang sedang menuangkan bakso nya.


"Bosko kantin tadi belum sempat makan kita tunggu kalian Tandi" jawab Fatin


"Yaudah ayo makan masih enak ini baksonya"


°°°°°°°°°°°°°°°°°°


"Mel" Madea melihat gerakan tangan Amel.Amel mulai membuka mata nya ia mulai menyesuaikan matanya dengan ruang tersebut.


"Dea" panggil Amel, madea membatu Amel untuk bersandar


"Mel minum dulu" madea memberikan secarik gelas air putih. Selesai meminum Amel memberikan lagi gelas tersebut kenapa madea, madea mengambil gelas dan ia taruh di atas naksa

__ADS_1


"Pulang" ucap Amel masih bisa di dengar Madea .


"De aku mau pulang" mata Amel matatap lurus ke depan, Madea yang melihat itu hanya bisa menghela napas ia sebenarnya kasihan dengan Amel yan g selalu di bully oleh Sinta ia ingin sekali membantu tapi ia tak bisa ia sama tak bisa melawan Sinta perna sekali Madea membatu Amel yang saat itu sedang di bully dan Unjung Unjung nya ia dan madea harus di bawah ke rumah sakit karena luka yang ia dan Amel terima.


"I...iya ayo kita pulang gue anter"


"Kas Aceng mau ajak Lo balapan lagi ini" ucap Bima sambil melihat isi cheat nya Ivan ya nama panggilan Ivan adalah Aceng tapi gak banyak yang tahu soal nama panggil an Ivan ini hanya anggota inti ASOKA, dan Amel. Nama Aceng di buat oleh Rama, Rama adalah orang pertama yang memanggil Ivan dengan nama tersebut.


"Gak ada kapok kapok nya tu anak" Dovan menambah.


"Jam berapa" tanya Lukas


" 8 "


"Lo ikut gak tin" tanya Bima ia melihat Fatin sedang membersihkan bekas makan tadi. Fatin pun berhenti dari kegiatan nya itu ia melihat ke arah Bima.


"Tumben


"Oke kumpulan di markas jam 8" putus Dovan


"Bas Lo pikiran apaan sih dari tadi ko diam aja" tanya Rama mendengar apa yang dikatakan oleh Rama padangan Dovan, Bima, Fatin dan Lukas teralihkan ke Sebastian, Lukas memtatap sang kakak dengan tatapan sendu.


"Kak" panggil Lukas lembut, Sebastian yang merasa diri nya di panggil pun memtatap sang adik


"Bas Lo gak kenapa Napa kan" ucap Rama khawatir

__ADS_1


"Kalau ada masalah bilang sama kita jangan di padam sendiri" Fatin menambahkan


"Gak itu gak kenapa Napa ko" ucapnya tersenyum ke arah sahabat nya


°°°°°°°°°°°°°°°


"Makasih yah Dea"


"Hm sama sama "


"Gue masuk dulu" Amel keluar dari mobil milik madea. saat sampai di ambang pintu rumah nya Amel di sambut dengan tabaran yang ia dapat dari sang ayah.


"DARI MANA SAJA KAMU HA" teriak putra


"Maaf yah"


PLAk


PLAK


Dua tabaran di pipi kiri dan kanan Amel terlihat pula bekas tabaran tersebut


"Ayah" panggil Juliana


"Ayo makan"

__ADS_1


"Masuk kamar hari ini kamu gak dapat jatah makan" setelah mengatakan itu putra berjalan ke arah meja makan ia duduk di sana. Amel yang melihat itu kapan Amel bisa makan bareng mereka ucap Amel dalam hati. sedang Juliana menatap Amel dengan tatap sinis dapat di lihat dari tatap nya Juliana tidak suka dengan sosok Amel


__ADS_2