
Amel mengumpulkan kertas - kertas ulangan yang telah di lepar oleh ayah nya lalu ia pergi dari ruang sang ayah. Amel merasakan sakit yang luar biasa pada bagian kepala akibat tarikan yang sang kuat dari sang ayah, Amel juga merasakan kepala nya seperti mengeluarkan cairan.
Yah itu adalah darah
Sepanjang perjalanan menuju kamar Amel menangis tanpa suara hanya air mata nya saja yang keluar dan tanpa sengaja Ivan yang ingin ke kamar nya kebetulan kamar Amel dan Ivan itu sebelah. melihat Amel menangis ia lantas berhenti tepat di tengah pintu kamar Amel, Amel yang berjalan sambil menundukkan kepala nya Ivan dapat melihat sangat jelas kepala sang adik mengeluarkan darah tanpa bertanya pun Ivan sudah bisa menebak bahwa itu pasti ayah nya yang melakukannya.
Amel melihat ada sepasang kaki yang berdiri di hadapannya. Amel akhirnya mengangkat kepala nya ia melihat sang Abang berdiri di hadapannya, Ivan memtatap sang adik sejenak lalu pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Amel berbalik badan melihat sang kakak memasuki kamarnya.
___________
"Kas buatin gue susu dong" Sebastian menatap sang adik yang sedang asik memainkan ponsel nya sambil tiduran, saat ini Sebastian berada di kamar Lukas.
"Gak mau ah buat sendiri sana" tolak Lukas
"Ko Lo gitu sih gue ini kakak lu"
"Yaudah deh gue mau tidur aja" Sebastian tidur di kasur sang adik, badan nya menghadap diding.
"Kenapa Lo gak tidur di kamar lo sendiri sih" Lukas mematikan ponsel nya dan ia taruh di atas naksa.
"Tandi gue habis nonton film horor jadi gak berani tidur sendiri"
Lukas yang mendengar kan jawab dari sang kakak pun hanya bisa tersenyum "Udah tahu penakut masih aja nonton" Lukas menarik selimut dan ia tidur, badan nya berlawan arah dari Sebastian.
_________
"Mah" suara itu berasal dari Ivan yang sedang menurunkan anak tangga terlihat ia yang telah siap untuk berangkat ke sekolah.
__ADS_1
"Pelan pelan nanti jatuh" Juliana yang sedang duduk di meja makan saat ia melihat sang anak turun dari anak tangga dengan tersegah gesah. Ucap nya sambil meminum secangkir teh hangat dan di samping nya terdapat putra yang sedang membaca koran dengan secangkir kopi hangat.
Ivan mengambil sepotong roti yang telah di oleskan selai coklat "Mah Iva pergi dulu yah" ucap Ivan diri nya sudah telan untuk pergi ke sekolah. Juliana menatap ke kepergian sang putra.
" Ivan ko cepat banget sih pigi nya perasaan masih lama deh masuk nya" ucap Juliana melihat jam tangan nya dan sedetik kemudian ia melihat ke sang suami.
" Paling mau kerjakan tugas " ucap putra sambil mengoleskan selai roti, setelah itu putra memakan nya selesai memakan roti nya pura berdiri merapikan dasi dan jas nya Juliana pun ikut berdiri.
"Hati hati pah di jalan" Juliana mencium punggung tangan sang suami. "Iya mah" setelah itu putra keluar rumah dan berangkat ke kantor nya dengan menggunakan mobil sedan berwarna putih.
___________
Saat ini Amel berada di berada di halte bus. Saat Amel duduk dengan santai nya menunggu bus yang datang tipa-tipa ada berhenti sebuah mobil sedan berwarna putih mobil itu membuka pintu kaca mobil nya "Amel ayo masuk" dan itu adalah madea.
"Gak usah aku naik bus aja" tolak Amel
"Udah masuk aja kenapa sih gak ngerepotin ko" Madea turun dari mobil nya dan membuka pintu untuk Amel.
"Gak apa apa" Madea menarik tangan, Amel yang masih duduk pun lantas seketika berdiri.
"Tapi...?
"Udah gak apa apa" ucap nya memotong ucapan Amel. Madea dan Amel duduk di bangku belakang.
"Ayo pak jalan" ujar madea kenapa supir pribadi nya.
___________
"Baik anak anak hari ini kita kedatangan teman baru"
__ADS_1
"Silahkan masuk" lanjut buk Sri wakil ketua kelas 3 IPS 3, Sebastian masuk dengan baju batik khas SMA Nusantar diri nya berdiri di depan kelas.
"Sebastian Alexander Nugroho" ucap Sebastian
"Baik Sebastian hm" ucap buk Sri sambil mencari bangku kosong dan ia melihat bangku kosong samping Bima.
"Baik Sebastian kamu duduk samping Bima yah" Sebastian pun melihat bangku kosong samping Bima dan diri nya berjalan dan langsung duduk.
"Baik anak anak buka buku halaman 30"
"Bim bagi buku nya dong" ucap Sebastian, Bima pun menggeser mejanya didekat dengan meja bima dan membagi buku nya dengan Sebastian.
"Bas ko lo pakaiannya ko gitu kayak anak culun" Bima melihat dari atas sampai baju yang di masukan ditambah dengan kacamata bulat yang ia pakai menambah kesan nya sebagai anak culun.
Buk Sri yang fokus menulis mendengar percakapan yang dilakukan oleh Bima ia pun melempar Bima dengan penghapus papan, Bima yang mendapat pun terkejut.
"Maaf buk" ucap nya dengan sopan, Bima lantas mengambil penghapus tersebut dan mengembalikan nya di meja guru, buk Sri menatap tajam Bima.
"Hari ini ibu cantik kali" ucap Bima.
"Jadi yang kemarin kemari saya gak cantik gitu"
"Iya gak ko buk yang kemarin buk cantik banget"
"Walaupun kamu muji saya, saya gak akan kasih kamu nilai tambah"
"Sudah sana kamu duduk di meja kamu" sambung buk Sri, Bima lantas duduk di meja nya.
"Enak gak tadi di lepar"
__ADS_1
"Gagal deh gue dapet nilai tambah" ucap bima sambil menggelapkan wajah nya di meja.
"Lo pikir dengan cara Lo muji muji gitu bisa dapat nilai tambah apa"