
seorang pemuda yg akan menjadi sejarah dunia militer karena dia sudah mengukir namanya, menjadi dewa perang dan menjadi pahlawan muda yg berbakti pada negara.
berperang di garis depan memukul mundur pasukan musuh yg berjumlah lebih tiga puluh ribu hanya membawa lima ratus orang dan tidak ada dari mereka yg mati maupun terluka parah.
**
"sudah sepuluh tahun, baru sekarang kau mau libur, zey" seorang jendral bintang empat yg berumur 40-an yg bernama Qin wu
"senior, aku juga seorang manusia, bisa merasakan rindu akan rumah" zey han, seorang jendral muda bintang empat, yg di juluki dewa perang militer
"apa!, kau masih merasa dirimu manusia, setelah kau membunuh iblis dunia itu, tiga tahun lalu" Qin wu menarik napas mengigat tiga tahun lalu 'pemuda yg gagah mengibarkan bendera di tangannya, berdiri di tumpukan mayat' senyum tipis tersirat di bibirnya "bahkan di perang lima tahun lalu, aku rasa sekarang tidak ada lagi manusia yg bisa mengalahkanmu"
"senior, tidak mungkin, pasti masih ada orang yg bisa mengalahkan ku di dunia ini" zey han, tertawa melihat wajah Qin wu yg merinding
"sudahlah aku ngeri mengigat mu waktu itu, tak ku sangka kau bisa menyelesaikan misi itu, bahkan jika, ketujuh jendral bersatu mungkin tidak akan selesai" Qin wu
**
di sebuah ruangan yg bertuliskan 'Qin wu' di pintu
seorang wanita yg memakai baju dokter megetuk pintu, membuka pintu lalu masuk,
"hay..." wanita itu melambai mengoda zey han "jendral qin" memberi hormat tentara
"iii..." zey han jijik, padahal wanita itu masih muda dan cantik "apa yg kau lakukan disini nenek tua" menambahkan
"apa kau bilang nenek tua, padahal wajahku masih 20-an" wanita itu
"itu hanya wajah mu, dasar nenek 50-an" zey han
"kau...-" wanita itu sebelum meluapkan kemarahanya Qin wu memotong
"sudah cukup, yu yun"
yu yun seorang peneliti kehusus militer, serta seseorang yg mengetahui penyakit yg di alami qin wu dan zey han
"huh..., ini obat untuk mu, kau pikir dua tahun itu waktu yg sedikit, huh.." yu yun
"dua tahun, apa maksudmu" zey han bingung dengan kata dua tahun
yu yun diam dan melirik qin wu
"zey, kamu libur dua tahun, itu adalah hadiah kecil untukmu" qin wu
zey han masih merasa bingung "tapi senior, aku hanya butuh dua bulan saja"
"tidak ada tapi tapi, ini perintah" qin wu
"ya.. pak" zey han
**
bandara
__ADS_1
zey han sudah sampai di kota jiang dengan pesawat umum, sebenarnya qin wu inggin mengantarnya dengan pesawat pribadi, tapi zey han menolak.
saat zey han sudah keluar dari bandara seorang wanita cantik melambai padanya "pak, pak" pangil wanita itu
"maaf nona memangil saya" zey han menghampirinya
sebelum menjawab wanita itu tertegun melihat ketampanan dan kegagahan zey han
"nona.. nona" zey han melambaikan tangannya di depan wajah wanita itu
"maafkan saya pak, saya kinar wang, saya tugaskan jendral qin untuk menjaga anda" ucap nya
"apa, menjagaku! apa dia pikir aku pria lemah" zey han menepuk alisnya sendiri "dasar pak tua itu" tambahnya
kinar wang hanya diam, pura pura tak mendengar kata zey han
"aku tidak butuh penjaga, kau boleh pergi" zey han
"maaf pak saya tidak bisa, ini misi dari jendral qin" kinar wang
sebenarnya kinar wang menolaknya dari qin wu, tapi setelah qin wu mengatakan bahwa orang yg di jaga adalah dewa perang militer, iya menjadi semangat dan langung menerimanya.
siapa yg tidak kenal dewa perang di militer, atas jasanya pada negara, memenangkan semua peperangannya, dan dijuluki dewa perang DK (devil king).
**
dengan terpaksa zey han menerima kinar wang sebagai sekertaris sementara
di dalam mobil
"saya sudah menyiapkan rumah sederhana untuk anda pak" kinar wang
"terima kasih, tapi kamu jangan terlalu formal begitu, pangil saja aku zey han, umur kita hanya beda dua tahun" zey han
"saya tidak berani pak, sunguh" kinar wang
"kita adalah saudara, tidak perlu takut karena jabatan, kamu bisa memangilku kakak ini perintah, dan kau" menunjuk sang supir "kau bilang pernah ikut berperang denganku di barisan depan, siapa namamu saudara seperjuanganku"
"nama saya lang cun, pak" ia pernah ikut berperang bersama zey han mempertahankan perbatasan barat, tidak hanya sekali bahkan dia ikut beberapa kali di barisan depan
"lalu kenapa kamu masih memangilku 'pak' ha.." zey han pernah megumumkan di salah satu peperangannya 'semua yg ada disini, kita satu, jadi kita semua adalah saudara, tidak ada yg namanya atasan dan bawahan'
"baik, kak zey han" ucap kinar wang
"baik, saudara zey" ucap lang cun sang supir
"bagus.. bagus" zey han
"kak, ini dari jendral qin, ia berkata kakak bisa menghabiskan uang berapapun yg kakak inginkan" kinar wang memberi sebuah kartu hitam (black card),
zey han mengambilnya, memutar mutar kartu itu dan mengembalikannya lagi kepada kinar wang "kamu saja yg bawa, beri aku uang tunai 5juta RMB"
kinar wang bingung "5juta RMB?"
__ADS_1
"apa terlalu banyak" tanya zey han
"tidak kak, malahan itu terlalu sedikit, tapi maaf itu untuk apa?" kinar wang kepo
"aku butuh handpone" jawabnya
kinar wang dan lang cun: 😐😐😐
"ini hpnya, kak zey bisa menghubungiku disana sudah ada kontak ku dan senior lang" kinar wang
"ternyata sudah siap semua, hee.." zey han setelah mengambil kotak hp, ia menjulurkan tangan "uang 2juta RMB"
**
zey han menyuruh lang cun membawa mereka ke rumah keluarganya terlebih dulu.
setelah mobil yg di setir lang cun berhenti ia berniat keluar untuk membukakan pintu mobil untuk zey han
"tidak usah, aku bisa sendiri, kalian tunggu di dalam mobil saja" zey han keluar dari mobil
"baik, kak" ucap kinar wang
**
di sebuah komplek kalangan menengah, zey han berjalan menuju sebuah rumah yg paling besar yg ada di ujung komplek
sesampainya di gerbang rumah yg terbuka itu "tidak berubah sedikit pun selama sepuluh tahun ini" ucap zey han yg melihat kesana kemari dan melanjutkan ke pintu
ting tong... ting tong... ting tong... suara bell rumah
"sebentar" seorang wanita yg berumur 40-an "siapa sih yg tengah hari bolong begini" gumam turun menyusuri anak tanga
ting tong.. ting tong.. diluar zey han masih saja asik menekan tombol bell, saat dia akan menekan bell sekali lagi, pintu pun terbuka
"sudah cukup, kepalaku mau pecah" ucap wanita yg membuka pintu
"ibu.." zey han memeluk wanita itu "aku pulang" lalu melepas pelukannya dan mengambil tangan kanan ibunya lalu menciumnya
ibu zey han yg mematung mulai meneteskan air mata "zey, apakau zey han ku" kembali memeluk zey han
"iya bu ini aku zey han mu" ucapnya
"nak kemana saja kau selama ini, kamu pergi tanpa kabar" ibu melepas pelukannya
"bu.. siapasih yg menekan bell yg membuat kepalaku mau pecah" seorang gadis yg berumur 19thn menyusul ibunya keluar
gadis itu terkejut melihat zey han
"reya, kau sudah besar" ucap zey han
"gagahnnya" gumamnya "aaahh.. aduh.." reya han adik kandung zey han,
reya han yg sedah halu itu di jitak dan telinganya di tarik oleh sang ibu "apa kau bilang dia itu zey han kakakmu"
__ADS_1
zey han tersenyum karena hal yg paling memebuatnya bahagia adalah keluarganya.
"bu dimana bi?, apa dia tidak di rumah?" tanya zey han((((:(