
dua tahun berlalu, yg artinya masa libur zey han sudah selesai dan akan kembali ke markas militer.
seorang pemuda yg tak lain adalah zey han duduk di sebuah jet melihat keluar jendela dengan wajah yg datar, kini sifatnya sudah sedingin es balok tidak mau terbuka kepada orang lain termasuk keluarganya, hanya satu orang saja yg bisa melelehkan si es balok yaitu alita han, putri angkatnya.
"jendral, ada yg bisa saya bantu" ucap seorang pria yg bernama leo zhang, karena melihat wajah zey han yg nampak hawatir
"tidak perlu, aku hanya merindukan seseorang" ucap zey han, ia bahkan tak menoleh dan masih menatap luar jendela
"baik pak, saya permisi kebelakang dulu" ucap leo zhang melangkah pergi
zey han yg menatap keluar jendela mengigat dua jam sebelumnya.
flashback on
:dua jam sebelumnya:
zey han menggendong seorang anak yg tak lain adalah alita han
"A, papa pasti kembali secepatnya, jangan menagis lagiya" ucap zey han
"emmm" aguk alita "papa... pt,, lang" tambahnya bahasa anak kecil
'papa' itu lah kata pertama yg di ucap kan alita saat umurnya sudah genap satu tahun
"dan, A gak boleh nakal dengar kata nenekya" ucap zey han
flashback off
zey han tersadar dari lamunannya, dia tidak sadar sebuah senyuman tipis terbentuk di bibirnya
zey han tertawa dalam hati 'baru saja dua jam berpisah, terima kasih A" ucapnya dalam hati
**
jet yg di tumpangi zey han kini sudah mendarat di landasan udara markas utama militer, saat pintu jet terbuka ia pun keluar
__ADS_1
saat zey han keluar dari jet, ia di sambut oleh lima ribu lebih tentara
"dewa perang militer, selamat datang kembali" ucap serentak para tentara, lalu memberi hormat
para tentara itu mulai berbaris membuat jalan untuk zey han
zey han masih tetap dengan wajah datarnya berjalan menuju sebuah bangunan
setelah zey han menghilang dari pandangan mereka (para tentara), mereka bubar dan melanjutkan kgiatan masing masing
"ternyata dewa perang militer segagah dari pikiranku" ucap seorang tentara muda yg baru bergabung tahun lalu
"anak muda, kau belum tau kegagahan dari jendral" ucap pria yg di sebelahnya "aku berdoa agar kau bisa menggikuti jejaknya, walau itu tidak mungkin" tambahnya menepuk pundak tentara muda itu
pemuda itu:π tak dapat mencerna ucapan seniornya
**
zey han kini di depan pintu ruangan yg memiliki tulisan di pintu (Qin wu)
tok... tok... tok... zeh han mengetuk pintu
"oh, kau sudah tiba, aku tidak bisa menyambutmu tadi" ucap Qin wu dengan nada sedikit lemas
"tak apa, aku mau pinjam telepone sebentar" ucap zey han masih dengan wajah datar sedingin es balok
"haa, telepone" Qin wu "bukannya di kamarmu ada telepone" tambahnya
"aku tidak akan pernah masuk kesana lagi, kau boleh mengambilnya, jika perlu hancurkan saja" ucap zey han dengan wajah datar
'apa yg terjadi padanya, setan mana yg berani merasukinya, apa sakit hatinya belum sembuh' ucap Qin wu "kau boleh mengunakannya sepuasmu sana sana" melambaikan jarinya kepada zey han, lalu memegang kepala dengan dua tangannya
**
di villa bukit bintang no.1,
__ADS_1
alita yg sedang menonton kartun bersama lin ye (neneknya) yg sedang tertidur
gadis kecil itu sangan fokus menonton kartun di tv hinga bell rumah terdengar, gadis kecil itu mengambil remot dan mematikan tv, lalu menepuk pipi lin ye yg sedang tertidur
"nek.. nek.. ngun nek.." ucap alita han
dan usahanya membuahkan hasil, kini lin ye sudah membuka matanya sambil mengusapnya
"ada apa sayang, kamu lapar" ucap lin ye
alita han menggeleng "nek.. da tamu" ucapnya
"tamu" lin ye
alita han membalas dengan angukan, dan detik berikutnya ting.. tong.. bell rumah berbunyi kembali.
"siapa itu sayang" ucap lin ye
alita han membalas dengan menaik kan kedua bahunya.
:A, lucu, imut: ucap arthor
**maaf ya kemaren gak up, soalnya hati sama pikiran gk kompak
"thor, dari pada galau terus lebih baik bahagiain alita han aja sana, jangan buat dia menangis" ucap hati
"thor, lo mau bahagiain alita han dengan apa, sedang kan dia aja baru dua tahun, gombal lo gk nyampe di hatinya" ucap pikiran
"masak pakek lolipop" ucap arthor "dahlah jangan ribut mulu, gara gara kalian gw di sangka gila sama orang" tambahnya
sekali lagi maaf ya, soalnya saya kebanyakan galau
pikiran dan hati gw:
'jika lelaki yg ceria sudah menangis,
__ADS_1
itu artinya ia sudah lelah untuk menjadi kuat di depan mata semua orang'.
dahh jumpa lagi di malam gabut lainnyaπππππ**